BANJARBARUEMAS.COM — Kehadiran Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru pada South Kalimantan Tourism Islamic Fair 2025 menjadi salah satu bentuk dukungan paling konkret terhadap penguatan sektor wisata Islami dan ekonomi kreatif bernapaskan kearifan lokal. Pada acara yang berlangsung 20–22 November di kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Banjarbaru, H. Ahmad Rifai, hadir langsung untuk mewakili Banjarbaru dan menunjukkan komitmen PKK dalam memperluas peran sosial keluarga di ranah pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Rifai menyampaikan bahwa kehadiran PKK Banjarbaru merupakan langkah strategis dalam perjalanan Banjarbaru menuju kota yang lebih berdaya dalam bidang ekonomi kreatif, keagamaan, dan budaya. “PKK melihat kegiatan ini sebagai ruang kebersamaan untuk menunjukkan bahwa ketahanan keluarga juga terkait erat dengan penguatan ekonomi, literasi budaya, dan promosi nilai keislaman. Semua itu merupakan fondasi karakter masyarakat Banjarbaru,” ujarnya.
“Di setiap stan yang kami kunjungi, kami melihat betapa kuatnya perpaduan nilai keislaman, kreativitas anak muda, dan semangat masyarakat Banua dalam memajukan wisata religi. Bagi PKK, kehadiran kami di sini menjadi bagian dari gerakan besar yang menguatkan kembali peran keluarga dalam kehidupan sosial,” ujar H. Ahmad Rifai.
Ia menjelaskan bahwa wisata Islami memiliki relevansi langsung dengan misi PKK dalam membentuk ketahanan keluarga.
“Wisata religi dan ekonomi kreatif halal bukan hanya sektor pariwisata. Ini adalah ruang pembelajaran bagi keluarga, terutama generasi muda, untuk mengenal budaya Banjar, sejarah ulama, serta nilai moral yang menjadi identitas kita. Di sisi lain, peluang ekonomi halal yang berkembang dapat memperkuat perekonomian rumah tangga, dan itu sangat sejalan dengan program pemberdayaan keluarga yang selama ini kami dorong,” katanya.
Selama tiga hari, pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan bernuansa Islami. Di antaranya:
- Kajian Hati bersama Ustaz Hilman Fauzi yang membahas peran lingkungan dan keluarga dalam membangun karakter Islami,
- Halal Tourism Expo yang memperkenalkan layanan wisata ramah muslim,
- Pertunjukan seni Islami dan nasyid Banua,
- Talkshow pengembangan wisata religi dengan menghadirkan tokoh budaya dan pelaku industri pariwisata,
- Lomba Maulid Habsyi, Dai Cilik, dan Azan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana nilai-nilai Islam tidak hanya menjadi identitas sosial, tetapi juga potensi ekonomi dan daya tarik wisata yang kuat.
Bagi Banjarbaru, partisipasi dalam acara ini menjadi langkah penting dalam memperkuat citra kota sebagai ruang yang ramah keluarga dan religius. PKK Banjarbaru mengirim pesan bahwa keluarga adalah akar penguatan masyarakat — dan wisata Islami adalah salah satu wadah integratif untuk menghubungkan nilai budaya, ekonomi kreatif, dan pendidikan karakter.(be)
374
Tidak ada komentar