Kecamatan Banjarbaru Utara Gencarkan Pilah Sampah dari Rumah, Pegawai Diajari Gunakan LOSEDA
waktu baca 3 menit
Selasa, 19 Mei 2026 09:06 187 Banjarbaru Emas 2
Foto : Camat Banjarbaru Utara, Taufik Purwanto, didampingi Sekcam BBU Hery Isdaryoko memberikan praktik langsung penggunaan LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) kepada pegawai Kecamatan Banjarbaru Utara, Selasa (19/5/2026), sebagai upaya memperkuat gerakan pilah sampah organik dari sumber rumah tangga.(be)
BANJARBARUEMAS.COM – Upaya mengurangi timbunan sampah di Kota Banjarbaru terus digencarkan dari level paling dasar: rumah tangga. Pemerintah Kecamatan Banjarbaru Utara (BBU), Selasa (19/5/2026), menggelar sosialisasi sekaligus praktik langsung penggunaan LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) kepada seluruh pegawai di lingkungan kantor kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Banjarbaru Utara itu dipimpin langsung oleh Camat Banjarbaru Utara, Taufik Purwanto, bersama Sekretaris Kecamatan (Sekcam) BBU, Hery Isdaryoko. Edukasi ini menjadi kelanjutan dari sosialisasi sebelumnya yang telah dilakukan bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan BBU.
Pemerintah kecamatan mencoba membangun kesadaran baru bahwa pengelolaan sampah tidak harus selalu berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu caranya melalui penggunaan LOSEDA, sebuah pipa lodong yang ditanam di tanah untuk mengurai sampah organik dapur menjadi kompos alami.
Dalam praktik tersebut, Taufik memperagakan langsung cara kerja LOSEDA. Sisa makanan, kulit buah, hingga limbah dapur organik dimasukkan ke dalam pipa yang tertanam di tanah. Secara alami, limbah itu akan terurai dan menjadi pupuk kompos.
Menurut Taufik, pendekatan sederhana seperti ini penting agar penanganan sampah tidak berhenti sebatas slogan.
“Kita ingin penanganan sampah ini bukan sekadar wacana, tetapi dimulai dari tindakan nyata. LOSEDA adalah solusi yang murah, mudah, dan efisien untuk menyelesaikan masalah sampah organik langsung dari sumbernya, yaitu dapur kita sendiri,” ujar Taufik di sela kegiatan.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Sejumlah pegawai tampak memperhatikan setiap tahapan pemasangan hingga penggunaan LOSEDA. Bahkan beberapa pegawai ikut mencoba memasang lodong secara langsung di area kantor kecamatan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan internal pemerintahan. Pegawai di Kecamatan Banjarbaru Utara diharapkan dapat menjadi contoh melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah, sebelum mengajak masyarakat menerapkannya di lingkungan masing-masing.
Sekcam BBU, Hery Isdaryoko, menegaskan perubahan perilaku pengelolaan sampah harus dimulai dari internal pemerintah.
“Sebelum kita meminta masyarakat bergerak, seluruh karyawan dan karyawati Kecamatan BBU harus paham dan mempraktikkannya terlebih dahulu di rumah masing-masing. Kita harus menjadi role model,” kata Hery.
Melalui program ini, Kecamatan Banjarbaru Utara menargetkan pengurangan volume sampah organik yang selama ini langsung dibuang ke TPA. Pemilahan sampah dari rumah dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan beban pengangkutan sampah harian.
Ke depan, para pegawai kecamatan juga diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, mulai dari tingkat kelurahan hingga RT dan RW.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, M. Hafidhuddin Noor, yang sekaligus menyerahkan bantuan LOSEDA dari DLH kepada Kecamatan Banjarbaru Utara.
Hafid mengapresiasi langkah cepat jajaran Kecamatan Banjarbaru Utara dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah organik dari sumber melalui program Kilau Emas. Menurutnya, perubahan besar dalam penanganan sampah kota tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari kebiasaan sederhana yang tumbuh di lingkungan rumah tangga dan kantor pemerintahan.
“DLH sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Kecamatan Banjarbaru Utara dalam mendukung program pengelolaan dan pemilahan sampah organik dari sumber menggunakan LOSEDA. Kalau ini konsisten dilakukan, dampaknya akan sangat besar terhadap pengurangan sampah di kota kita,” ujar Hafid.(be)
Tidak ada komentar