BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, terus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber.
Komitmen itu diwujudkan lewat kegiatan Silaturahmi RT/RW sekaligus Sosialisasi Penanggulangan Sampah Mandiri yang digelar di Aula Kelurahan Landasan Ulin Utara, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Liang Anggang Lia Astuti, para ketua RT/RW, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat. Hadir pula sebagai narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Kasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat, Rolly Yahmi.
Acara ini merupakan tindak lanjut dari surat undangan Kelurahan Landasan Ulin Utara Nomor 000/53/SET/Kel. LAURA tertanggal 7 Mei 2026 tentang Rapat Koordinasi RT/RW dan Sosialisasi Penanggulangan Sampah Mandiri.
Lurah Landasan Ulin Utara, Aulia Arief Bayani, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap persoalan lingkungan.
“Ini acara silaturahmi RT/RW Kelurahan Landasan Ulin Utara sekaligus menindaklanjuti pentingnya informasi dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta sosialisasi penanggulangan sampah mandiri dari Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Aulia.
Menurut dia, persoalan sampah saat ini membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga menjadi langkah penting untuk mengurangi beban lingkungan dan tempat pembuangan sampah.
Dalam paparannya, Rolly Yahmi menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya berfokus di hilir, melainkan harus dimulai dari sumber utama, yakni rumah tangga.
“Sebagian besar sampah rumah tangga adalah organik. Jika tidak dipilah, maka akan langsung menjadi beban di TPS. Padahal, jika dipisahkan, sampah ini bisa diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan untuk kebutuhan lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah sederhana berupa pemilahan sampah dari rumah akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat.
“Langkah sederhana ini jika dilakukan serentak akan memberi dampak besar bagi kota,” katanya.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, teknik pemilahan yang tepat, hingga potensi manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah berbasis sumber.
Kegiatan berlangsung interaktif. Warga tampak aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan pengelolaan sampah yang selama ini dihadapi di lingkungan masing-masing.
Antusiasme peserta menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran bahwa pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari dapur rumah tangga sebelum akhirnya menjadi persoalan lingkungan yang lebih besar.
Sementara itu, Camat Liang Anggang, Lia Astuti, mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam membangun budaya pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
“Ulun mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini sebagai bentuk komitmen kecamatan dan kelurahan yang ada di Liang Anggang bahwa semua pihak harus berperan dan berpartisipasi aktif untuk memulai gerakan pemilahan sampah dari masyarakat. Hal ini juga memerlukan dukungan dari RT/RW, LPM, dan simpul-simpul penting lainnya yang ada di masyarakat,” ujar Lia.
Ia berharap gerakan pemilahan sampah dari sumber dapat terus diperkuat dan menjadi kebiasaan baru masyarakat demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Banjarbaru.(be)
256
Tidak ada komentar