Dapur Umum Nurusaadah Al-Masykuriah & Al Musdah Tabarrok Siapkan 15.000 Nasi Bungkus untuk Jamaah Haul
waktu baca 3 menit
Sabtu, 27 Des 2025 06:01 415 Banjarbaru Emas 2
Foto : Relawan yang tergabung dalam Posko Pembantu dan Dapur Umum Nurusaadah Al-Masykuriah & Al Musdah Tabarrok siap menyambut dan melayani Jamaah Haul.(BE)
BANJARBARUEMAS.COM — Sejak pagi buta, Dapur Umum Nurusaadah Al-Masykuriah & Al Musdah Tabarrok yang masuk dalam kawasan Posko Zona 1 Sekumpul depan di Komplek Al-Masykuriah, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sudah dipenuhi aktivitas. Di lokasi ini berdiri dua posko utama, yakni posko dapur umum dan posko bantu. Dari posko dapur umum, kepulan uap nasi mengepul dari deretan dandang besar, sementara para relawan hilir mudik menyiapkan lauk pauk, membungkus makanan, hingga menyusun logistik. Di posko bantu, relawan lain bersiaga memberikan layanan pendukung bagi jamaah, sebelum seluruh bantuan tersebut didistribusikan kepada jamaah Haul Abah Guru Sekumpul.
Relawan dapur umum, Rifai, menggambarkan suasana dapur yang kian sibuk seiring meningkatnya jumlah jamaah yang datang. “Aktivitas mulai meningkat sejak subuh. Ada yang khusus memasak nasi, ada yang menyiapkan lauk, dan ada juga yang menangani kebutuhan lain seperti air minum dan perlengkapan saji,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
Dapur umum ini menargetkan penyiapan sekitar 15.000 nasi bungkus yang akan dibagikan selama dua hari, yakni Sabtu (27/12/2025) dan Minggu (28/12/2025) saat puncak haul. Proses memasak dilakukan secara bertahap untuk memastikan makanan tetap hangat dan layak santap ketika sampai ke tangan jamaah.
Di sudut dapur, relawan terlihat bergantian mengaduk nasi dalam dandang besar, memotong bahan lauk, serta menata nasi bungkus dalam keranjang-keranjang besar. Sebagian lainnya mengatur alur distribusi agar pembagian berjalan tertib. Semua bergerak cepat, namun tetap terkoordinasi.
Menurut Rifai, dapur umum ini merupakan hasil kerja sama keluarga besar Al-Masykuriah dengan Al Husna Tabarrok Banjarmasin. Posko ini sekaligus menjadi bagian dari Zona 1, wilayah yang pembagiannya ditetapkan oleh Tim Induk Sekumpul sebagai upaya memastikan pelayanan jamaah berjalan merata dan terorganisasi.
“Zona ini berada di Sekumpul depan. Kami berkoordinasi langsung dengan Tim Zona dan Korlap Posko, yang menjadi pengendali di lapangan,” kata Rifai.
Selain menyediakan konsumsi, Yayasan Keluarga Nurusaadah Al-Masykuriah yang bergerak di bidang pendidikan TK Al-Qur’an dan Tahfiz juga menyiapkan tempat menginap bagi jamaah. Sekitar 600 jamaah ditampung di lingkungan yayasan selama rangkaian haul berlangsung. Yayasan yang dipimpin H. Tarmizi ini tercatat telah tiga kali berpartisipasi aktif dalam pelayanan jamaah haul.
Dalam struktur besar penyelenggaraan haul, Tim Induk Sekumpul membentuk Tim Zona sebagai kepanjangan tangan koordinasi di lapangan. Tim Zona bertugas mengoordinasikan posko-posko di wilayahnya, menyampaikan instruksi lanjutan, serta meneruskan informasi dari Tim Induk Sekumpul dan Posko Terpadu. Seluruh aktivitas tersebut dijalankan dengan koordinasi intens bersama koordinator lapangan posko.
Rifai menegaskan, jamaah yang melintas atau membutuhkan bantuan dipersilakan singgah ke posko. “Relawan siap melayani. Semua yang kami lakukan ini niatnya khidmah,” ujarnya.
Di balik kesibukan Rifai dan relawan lain di dapur umum, tersaji potret ketulusan relawan yang bekerja tanpa pamrih. Dari tangan-tangan yang sibuk membungkus nasi hingga wajah-wajah lelah namun penuh senyum, dapur umum Zona 1 Sekumpul menjadi saksi bahwa Haul Abah Guru Sekumpul adalah ruang perjumpaan nilai kebersamaan, pengabdian, dan kasih sayang sesama.
“Apa yang kami lakukan ini semata-mata karena cinta kepada Abah Guru. Melayani jamaah adalah bagian dari mengamalkan ajaran beliau,” ujar Rifai, seraya menegaskan bahwa khidmah para relawan lahir dari ketulusan dan rasa cinta yang diwariskan Abah Guru kepada murid-muridnya.(be)
Tidak ada komentar