Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Bersejarah Messi dan Lamine Yamal, Nobar Banjarbaru Gerakkan UMKM

waktu baca 6 menit
Minggu, 19 Jul 2026 12:01 257 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Puncak Piala Dunia FIFA 2026 akan mencapai klimaks saat Spanyol berhadapan dengan Argentina pada partai final di MetLife Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB atau 03.00 WITA. Pertemuan dua juara kontinental itu diprediksi menjadi salah satu final paling bersejarah dalam era modern sepak bola dunia, mempertemukan organisasi pertahanan disiplin La Roja dengan agresivitas serangan La Albiceleste.

Atmosfer pertandingan tidak hanya terasa di stadion berkapasitas lebih dari 82 ribu penonton tersebut, tetapi juga merambah berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Banjarbaru. Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Dr. Murdjani sebagai ruang berkumpul masyarakat untuk menyaksikan duel dua raksasa sepak bola dunia itu.

Final kali ini menjadi pertemuan pertama dua juara kontinental di partai perebutan trofi Piala Dunia. Spanyol datang sebagai kampiun Euro 2024 dengan organisasi permainan yang disiplin, sedangkan Argentina berstatus juara bertahan Piala Dunia sekaligus juara Copa America yang dikenal memiliki lini depan paling produktif sepanjang turnamen.

La Roja mengusung ambisi meraih gelar dunia kedua setelah sukses pada edisi 2010. Tim besutan Luis de la Fuente tampil konsisten sejak fase grup dengan membangun fondasi permainan dari lini belakang yang nyaris tanpa cela.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol membukukan enam kemenangan beruntun dan enam kali mencatatkan clean sheet.
Mereka bahkan sempat mempertahankan rekor 649 menit tanpa kebobolan hingga akhirnya dipatahkan Belgia melalui Charles De Ketelaere. Pada semifinal, pertahanan Spanyol kembali menunjukkan kualitasnya dengan membatasi Prancis hanya menciptakan peluang sebesar 0,31 Expected Goals (xG), angka yang mencerminkan kokohnya organisasi pertahanan La Roja sepanjang turnamen.

Dominasi tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 pertandingan sejak Maret 2024. Jika berhasil mengangkat trofi di MetLife Stadium, La Roja bukan hanya merebut gelar dunia kedua, tetapi juga berpeluang memecahkan rekor pertandingan tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola pria senior.

Berbeda dengan Spanyol, Argentina justru mengandalkan produktivitas lini serang sebagai kekuatan utama. Tim asuhan Lionel Scaloni memang belum mencatat clean sheet dalam lima pertandingan terakhir, tetapi hingga partai final mereka telah mengoleksi 19 gol, terbanyak di antara seluruh peserta sekaligus melampaui rekor produktivitas Argentina sendiri pada Piala Dunia 1930.

Semifinal menjadi bukti mental juara La Albiceleste. Sempat tertinggal lebih dahulu dari Inggris melalui Anthony Gordon, Argentina bangkit lewat assist Lionel Messi yang diselesaikan Enzo Fernandez sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan dan membawa timnya kembali ke partai puncak.

Kemenangan pada final akan mengukir sejarah baru bagi Argentina. Mereka berpeluang menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia. Bahkan, Argentina juga dapat mencatat sejarah sebagai negara pertama yang menjuarai empat turnamen besar secara beruntun setelah Copa America 2021, Piala Dunia 2022, Copa America 2024, dan berpeluang menambah Piala Dunia 2026.

Pertemuan Dua Generasi, Dari Camp Nou
Menuju Final Piala Dunia

Di balik duel dua tim terbaik dunia, final di MetLife Stadium juga menghadirkan kisah yang nyaris seperti skenario film. Sorotan dunia tertuju kepada Lionel Messi, pemain yang selama bertahun-tahun disebut sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa, dan Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang kini menjadi ikon baru Barcelona.

Final Piala Dunia 2026 menjadi pertemuan pertama Messi dan Yamal sebagai lawan di lapangan. Namun, perjalanan keduanya ternyata telah bersinggungan jauh sebelum Yamal mengenal sepak bola.

Kisah itu bermula pada 2007, ketika Messi baru berusia 20 tahun dan mulai menjadi pemain utama Barcelona. Di saat yang sama, Lamine Yamal masih berusia sekitar lima bulan.

Dalam sebuah program amal hasil kolaborasi surat kabar Catalan Sport bersama UNICEF, keluarga Yamal memenangkan undian untuk mengikuti sesi pemotretan bersama pemain Barcelona di ruang ganti Stadion Camp Nou.

Takdir mempertemukan keluarga tersebut dengan Messi.

Fotografer Joan Monfort kemudian mengabadikan momen yang kini menjadi salah satu foto paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Dalam foto itu, Messi terlihat tersenyum sambil menggendong dan memandikan bayi mungil bernama Lamine Yamal.

Bertahun-tahun kemudian, bayi yang berada dalam pelukan Messi itu tumbuh menjadi pemain sayap Barcelona sekaligus andalan tim nasional Spanyol.

Foto tersebut kembali viral ketika Yamal membawa Spanyol menjuarai Euro 2024. Ayahnya, Mounir Nasraoui, mengunggah kembali foto itu dengan keterangan sederhana namun penuh makna, “Awal mula dari dua legenda.”

Hampir dua dekade setelah pertemuan pertama mereka, takdir kembali mempertemukan Messi dan Yamal. Bedanya, bukan lagi dalam sesi pemotretan di Camp Nou, melainkan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Bagi Messi, final ini menjadi kesempatan menambah satu lagi mahkota dunia sekaligus memperkuat warisannya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah. Sebaliknya, bagi Yamal, laga ini merupakan peluang mengukuhkan diri sebagai wajah baru sepak bola dunia sekaligus membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua.

Cerita lintas generasi itulah yang membuat final Spanyol melawan Argentina terasa lebih istimewa. Bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga simbol estafet kejayaan sepak bola dunia.

Dari sisi komposisi pemain, Spanyol diperkirakan tidak melakukan perubahan berarti. Meski Lamine Yamal sempat terlihat mengenakan perban di kaki kiri dan Pedro Porro mengalami kelelahan usai semifinal, keduanya dilaporkan siap dimainkan. Duet Rodri dan Fabián Ruiz kembali menjadi poros permainan La Roja.

Argentina pun datang dengan kekuatan penuh setelah seluruh 26 pemain dinyatakan dalam kondisi bugar. Rodrigo De Paul diperkirakan kembali mengisi lini tengah, sementara Lionel Scaloni kemungkinan memasang duet Lionel Messi dan Julián Álvarez sejak menit pertama.

Secara statistik, Spanyol lebih unggul dalam empat pertemuan terakhir kedua negara pada abad ke-21 dengan meraih tiga kemenangan, termasuk kemenangan telak 6-1 pada laga persahabatan tahun 2018. Namun, final Piala Dunia menghadirkan tekanan dan atmosfer yang berbeda sehingga catatan masa lalu diperkirakan tidak lagi menjadi ukuran utama.

Di Banjarbaru, penyelenggaraan nobar final Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan bersama.
Pemerintah Kota Banjarbaru memandang momentum tersebut juga mampu menghidupkan ruang publik sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima, usaha kuliner, hingga sektor ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut sebelumnya telah disampaikan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang menilai Piala Dunia merupakan momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Piala Dunia tidak hanya pesta olahraga yang dinantikan masyarakat, tetapi juga momentum strategis untuk menghidupkan aktivitas ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan nobar yang digelar di ruang-ruang publik,” ujar Lisa.

Menurut Lisa, tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertandingan sepak bola dunia dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan transaksi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, usaha kuliner, hingga produk-produk ekonomi kreatif lokal.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Banjarbaru mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan nonton bareng sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang produktif sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Harapan kami, nobar mendorong perputaran ekonomi masyarakat, menggerakkan UMKM, meningkatkan penjualan kuliner dan produk kreatif, menjaga kebersamaan dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Lisa.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam kegiatan nobar berpotensi menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian lokal karena mampu meningkatkan penjualan berbagai produk dan jasa yang ditawarkan pelaku usaha.

Selain memberikan dampak ekonomi, kegiatan nobar juga diharapkan memperkuat interaksi sosial masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik yang aktif, aman, dan inklusif.

“Kami mengajak seluruh masyarakat menikmati kemeriahan final Piala Dunia dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan sehingga tercipta rasa nyaman dan kondusif,” ujar Lisa.

Dengan rekor, sejarah, ambisi besar, serta kisah emosional yang menghubungkan Lionel Messi dan Lamine Yamal sejak hampir dua dekade silam, final Spanyol melawan Argentina diprediksi menjadi salah satu partai puncak paling berkesan dalam sejarah Piala Dunia.
Bagi masyarakat Banjarbaru, laga tersebut bukan hanya menjadi penutup perjalanan Piala Dunia 2026, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal melalui geliat UMKM dan sektor ekonomi kreatif.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA