Kelurahan Palam Jadi Lokasi FGD BKKBN, Rumah DataKu Perkuat Pembangunan Kependudukan

waktu baca 6 menit
Rabu, 2 Sep 2026 02:47 58 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Kampung Keluarga Berkualitas tidak sekadar menjadi tempat pelaksanaan program kependudukan. Di tingkat kelurahan, Kampung KB diharapkan menjadi ruang kolaborasi berbagai program, sementara Rumah Data Kependudukan menjadi fondasi data bagi perencanaan pembangunan.

“Kampung Keluarga Berkualitas menjadi ruang kolaborasi program di tingkat kelurahan. Sementara Rumah Data Kependudukan menjadi penguat basis data untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan program,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru, Erma Epiyana Hartati.

Pernyataan itu disampaikan Erma dalam Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas dan Pembinaan Rumah Data Kependudukan (RDK) Tahun 2026 di Kampung KB Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Kampung KB Kelurahan Palam tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program Kampung KB, pembinaan Rumah DataKu, sekaligus meningkatkan implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kota Banjarbaru.

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah pusat dan daerah dengan pengelola Kampung KB serta kader Rumah DataKu. Hadir Direktur Perencanaan dan Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala DP3APMP2KB Kota Banjarbaru, Lurah Palam, penyuluh KB dan PLKB Kecamatan Cempaka, Pokja Kampung KB Palam, serta kader Rumah DataKu Kelurahan Palam.

Turut hadir perwakilan Direktorat Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan dan perwakilan Direktorat Analisis Dampak Kependudukan.

Kampung KB Didorong Naik Kelas

Erma mengatakan Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong Kampung KB agar berkembang dan naik kelas. Penguatan tersebut tidak hanya menyangkut pelaksanaan kegiatan, tetapi juga kelembagaan, koordinasi lintas sektor, serta penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM).

Berdasarkan peta klasifikasi Kampung KB Kota Banjarbaru, terdapat 13 Kampung KB dalam kategori berkembang, satu mandiri, dan enam berkelanjutan.

“Strategi yang dilakukan adalah mendorong Kampung KB agar naik kelas melalui penguatan Pokja, sinergi lintas sektor, dan Rencana Kerja Masyarakat,” ujar Erma.

Menurut dia, Kampung KB perlu berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan berbagai program sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan yang dijalankan tidak berdiri sendiri, melainkan saling mendukung dalam menjawab persoalan keluarga dan kependudukan.

Penguatan tersebut juga diarahkan agar program memiliki target yang jelas dan dapat diukur. RKM menjadi salah satu instrumen untuk menerjemahkan kebutuhan masyarakat ke dalam rencana kegiatan yang lebih terarah.

Rumah DataKu Jadi Fondasi

Selain Kampung KB, penguatan Rumah DataKu menjadi bagian penting dalam FGD tersebut.

Rumah DataKu berperan dalam mengumpulkan, memverifikasi, menganalisis, menyajikan, dan memanfaatkan data kependudukan, keluarga, serta pembangunan di tingkat wilayah.

Erma menyebut seluruh Rumah Data Kependudukan di Kota Banjarbaru telah mencapai klasifikasi paripurna.

“RDK menjadi modal penting untuk ketersediaan data di tingkat wilayah dan pengelolaan program Kampung Keluarga Berkualitas. Tujuan akhirnya, program menjadi terlihat, terdokumentasi, dan lebih mudah dikomunikasikan kepada masyarakat serta pemangku kepentingan,” katanya.

Di Kelurahan Palam, Rumah DataKu menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan Kampung KB. Data yang dikumpulkan dan diverifikasi digunakan untuk menggambarkan kondisi wilayah sekaligus mendukung proses perencanaan pembangunan.

Data tersebut juga telah dimanfaatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan Palam.

Dengan pendekatan berbasis data, persoalan yang ditemukan di tingkat masyarakat diharapkan dapat dihubungkan dengan program dan intervensi yang lebih tepat.

Palam Kembangkan Beragam Program

Kampung Keluarga Berkualitas Palam diluncurkan pada 16 Juni 2022 dengan cakupan wilayah Kelurahan Palam.

Sejak itu, pengembangan program tidak hanya berfokus pada keluarga berencana. Berbagai kegiatan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan keluarga, kesehatan, pencegahan stunting, pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan hingga kebencanaan.

Di bidang kesehatan, Kelurahan Palam memiliki lima Posyandu Balita dan satu Posyandu Lansia. Terdapat pula satu Puskesmas Pembantu (Pustu) dan satu Polindes.

Program pencegahan stunting juga didukung melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

Sejumlah inovasi berbasis kunjungan rumah juga dikembangkan untuk mendekatkan pelayanan kepada keluarga. Program tersebut mencakup pendampingan bagi bayi dan balita, ibu hamil, ibu pascapersalinan, hingga pasangan calon pengantin.

Kampung KB Palam juga memiliki program edukasi keluarga dan kesehatan, pemberdayaan lansia, pengelolaan sampah, serta pengembangan ekonomi produktif masyarakat.

Di sektor lingkungan, terdapat empat bank sampah yang mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk bernilai guna, antara lain ecoenzym dan kerajinan berbahan plastik.

Sementara di sektor ekonomi kreatif, masyarakat mengembangkan kerajinan purun dan berbagai produk UMKM, termasuk tas berbahan sasirangan.

Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa Kampung KB Palam berkembang sebagai wadah kolaborasi masyarakat yang menghubungkan isu kependudukan dengan berbagai sektor pembangunan.

PJPK Memiliki Lima Sasaran

Pembahasan dalam FGD juga diarahkan pada implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kota Banjarbaru.

Erma menjelaskan PJPK menjadi pedoman bagi perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan pihak terkait dalam merumuskan program serta kebijakan pembangunan kependudukan secara lebih terarah.

Dokumen tersebut memuat arah kebijakan, strategi, sasaran, hingga rencana aksi pembangunan kependudukan.

Lima sasaran utama yang menjadi pijakan meliputi pengelolaan kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk, serta penataan administrasi kependudukan.

PJPK Kota Banjarbaru juga dilengkapi 30 indikator yang disertai target dan rencana aksi.

“Terdapat 30 indikator yang disertai target dan rencana aksi dalam PJPK Kota Banjarbaru. Ini menjadi tolok ukur operasional untuk lima tahun ke depan,” kata Erma.

Dengan indikator tersebut, pembangunan kependudukan diharapkan menjadi lebih terukur. Data yang tersedia di tingkat kelurahan dapat digunakan untuk melihat persoalan, menentukan prioritas, menjalankan intervensi, sekaligus mengukur hasilnya.

Pendekatan tersebut mendorong perubahan dari sekadar mencatat kegiatan menjadi menghubungkan data dengan persoalan, indikator, intervensi, target, dan pemantauan.

Palam Siap Perkuat Kolaborasi

Lurah Palam Zulhulaifah menyambut baik kunjungan dan pelaksanaan FGD tersebut. Menurut dia, kehadiran jajaran BKKBN menjadi motivasi bagi kelurahan, pengurus Kampung KB, kader, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas program.

“Kunjungan ini menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang diberikan. Ini menjadi motivasi sekaligus penyemangat bagi Kelurahan Palam, pengurus Kampung Keluarga Berkualitas, kader, serta seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana di wilayah Kelurahan Palam,” ujar Zulhulaifah.

Ia berharap arahan yang diperoleh melalui FGD dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk memperkuat pelaksanaan program.

“Kami berharap hasil kunjungan dan arahan yang diberikan tadi dapat menjadi bahan evaluasi serta tindak lanjut dalam memperkuat kelembagaan, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan mengoptimalkan berbagai potensi yang ada di masyarakat,” katanya.

Kelurahan Palam, lanjut Zulhulaifah, berkomitmen menjaga keberlanjutan Kampung Keluarga Berkualitas melalui sinergi dengan perangkat daerah, BKKBN/Kemendukbangga, kader, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur masyarakat.

“Kami berharap pendampingan dan penguatan dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut sehingga Kampung Keluarga Berkualitas Palam mampu berkembang menjadi Kampung KB yang aktif, inovatif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zulhulaifah.(be)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA