Kelurahan Mentaos Ukir Dua Prestasi Nasional di Awal Kepemimpinan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby

waktu baca 4 menit
Minggu, 16 Nov 2025 16:08 512 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Awal kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby ditandai dengan dua capaian nasional yang kian meneguhkan Banjarbaru sebagai salah satu daerah dengan laju reformasi pelayanan publik dan penguatan ekosistem informasi warga paling progresif di Indonesia.

Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, menjadi lokomotif perubahan tersebut melalui dua prestasi besar: penetapan sebagai kelurahan bebas maladministrasi pertama di Indonesia serta penghargaan KIM Terkreatif Nasional 2025 untuk Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos.

Pada 30 Juli 2025, Ombudsman Republik Indonesia menetapkan Kelurahan Mentaos sebagai kelurahan pertama di Indonesia yang memenuhi seluruh indikator bebas maladministrasi. Pencapaian ini merupakan hasil dari rangkaian pembenahan mendalam yang berlangsung berbulan-bulan—mulai dari audit pelayanan, verifikasi kanal pengaduan, observasi langsung, hingga wawancara warga untuk memastikan bahwa perubahan benar-benar dirasakan masyarakat.

Ombudsman mencatat bahwa transformasi pelayanan di Mentaos tampak nyata dari standar baru yang diberlakukan:

1. Layanan administratif terstandar, dengan kejelasan waktu, biaya, dan mekanisme pelayanan yang dipublikasikan secara terbuka.
2. Integrasi kanal pengaduan, baik melalui SP4N-LAPOR maupun kanal internal yang dijamin ditindaklanjuti dalam 3×24 jam.
3. Pencegahan penyalahgunaan wewenang, termasuk sistem pengawasan berjenjang antara kelurahan, pemerintah kota, dan Ombudsman.
4. Peningkatan kapasitas aparatur, terutama terkait etika pelayanan, literasi digital, pemahaman regulasi, dan kemampuan komunikasi publik.

Wali Kota Erna Lisa Halaby menegaskan bahwa kelurahan merupakan simpul pertama pelayanan publik, sehingga kualitas pelayanan di tingkat ini harus menjadi standar baru bagi seluruh wilayah Banjarbaru. Ombudsman pun dijadwalkan melakukan monitoring berkelanjutan untuk memastikan predikat bebas maladministrasi tidak berhenti pada deklarasi seremonial.

Tak berselang lama, prestasi Kelurahan Mentaos kembali mencuri perhatian nasional. Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos tampil sebagai wakil tunggal Provinsi Kalimantan Selatan pada Festival KIM Nasional 2025, yang digelar pada 14–15 November 2025 di Alun-alun Kota Tangerang dan Lapangan Ahmad Yani. Ajang ini mempertemukan KIM terbaik dari delapan provinsi untuk memamerkan kreasi, inovasi digital, serta kontribusi nyata dalam penguatan literasi publik.

Festival KIM tahun ini menampilkan berbagai agenda—pameran konten kreatif, kompetisi video informatif, gelar karya inovasi digital, dialog publik dengan pakar komunikasi, hingga penilaian program literasi digital berbasis komunitas.

KIM Tangguh Mentaos tampil menonjol melalui program unggulannya:
1. Mentaos Media Lab, ruang kreativitas warga untuk produksi konten positif;
2. Pelatihan konten warga, yang membekali masyarakat membuat informasi berkualitas;
3. Liputan kegiatan kelurahan yang konsisten, menghadirkan dokumentasi publik yang rapi dan informatif;
4. Penggunaan teknologi untuk menyerap aspirasi, termasuk kanal informasi responsif berbasis warga.

Dalam malam anugerah festival, KIM Tangguh Mentaos berhasil meraih gelar KIM Terkreatif Nasional 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi RI, Fifi Aleyda Yahya.

“Semoga penghargaan ini menjadi semangat baru untuk terus menyalakan cahaya informasi yang baik, akurat, dan berkualitas di tengah masyarakat,” ujar Fifi dalam sambutannya.

Ia menekankan peran strategis KIM di tengah derasnya arus informasi digital, terutama dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk memperkuat kualitas ruang publik.

Ketua KIM Tangguh Mentaos, Abdul Karim, mengungkapkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar atas capaian tersebut.
“Penghargaan ini memberi kami energi baru. Namun predikat Terkreatif Nasional berarti kami harus menjaga kualitas karya dan selalu relevan dengan kebutuhan warga,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kolaborasi—Diskominfo Banjarbaru, Diskominfo Kalsel, Kelurahan Mentaos, dan Forum RT/RW turut memberi dukungan penting bagi perjalanan KIM.

Capaian ganda yang diraih Kelurahan Mentaos menunjukkan bagaimana reformasi birokrasi dan penguatan literasi digital dapat berjalan beriringan. Mentaos menjadi contoh kelurahan yang tidak hanya membenahi tata kelola layanan, tetapi juga memaksimalkan peran warganya sebagai produsen informasi berkualitas.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby, sinergi antara pelayanan publik yang bersih dan ekosistem informasi yang sehat menjadi dua pilar penting menuju pembangunan kota yang transparan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan Mentaos sebagai inspirasi dan model awal, Banjarbaru melangkah menuju visinya sebagai Banjarbaru Emas: elok, maju, adil, dan sejahtera—sebuah kota yang terus memperkuat pondasi integritas dan partisipasi warganya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA