BANJARBARUEMAS.COM — Perhatian Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali terlihat dalam polemik pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Banjarbaru. Baru menerima aduan dari para pedagang terkait penataan kawasan CFD, orang nomor satu di Kota Idaman itu langsung memerintahkan jajaran dinas teknis bergerak cepat mencari solusi terbaik agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan ketertiban kawasan publik.
Keluhan mencuat setelah adanya kebijakan sterilisasi kawasan depan Balai Kota Banjarbaru yang sebelumnya menjadi lokasi berjualan sejumlah pelaku UMKM. Sebagian masyarakat mempertanyakan kebijakan tersebut karena area itu dinilai justru dimanfaatkan sebagai lahan parkir, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai keberpihakan terhadap pedagang kecil.
Merespons kondisi itu, Wali Kota Lisa langsung memberikan arahan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru, Sartono, untuk segera melakukan inventarisasi pelaku UMKM serta memperkuat koordinasi lintas instansi.
“Inventarisir berapa para pelaku UMKM yang biasa jualan di sana. Rapatkan segera lintas SKPD, Diskop, Disdag dan lantas. Perjuangkan para UMKM pak,” tegas Lisa dalam arahannya.
Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti.
Minggu pagi, 17 Mei 2026, Kepala Diskopumnaker Kota Banjarbaru Sartono turun langsung ke lokasi CFD untuk melakukan sosialisasi sementara terkait jalur CFD yang baru bersama Ketua Paguyuban UMKM CFD, Jerry Bangsawan.
Sartono mengatakan langkah itu dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut arahan wali kota agar keberadaan UMKM tetap terfasilitasi dengan baik selama pelaksanaan CFD.
“Sesuai arahan Wali Kota Banjarbaru, kami memfasilitasi pemberdayaan UMKM Banjarbaru terutama di kegiatan CFD. Kami melakukan sosialisasi dan pendataan UMKM di area CFD agar bersama-sama menjaga ketertiban,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah juga meminta seluruh pelaku UMKM menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan CFD agar tetap menjadi ruang publik yang aman dan tertata bagi masyarakat.
“Kami ingin kegiatan CFD ini tetap tertib, bersih, nyaman, dan kondusif. Karena kawasan ini merupakan fasilitas publik milik bersama, maka seluruh pedagang harus ikut menjaga keteraturan dan menghormati aturan yang telah disepakati,” katanya.
Sartono juga menjelaskan, sebelumnya telah digelar rapat koordinasi terkait keluhan UMKM yang berjualan di depan Balai Kota Banjarbaru.
Rapat berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, di Kantor Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru dan dihadiri Diskopumnaker, Dishub, Disdag, Dispora, Satpol PP, hingga Bagian Umum Setdako Banjarbaru.
Dari rapat tersebut disepakati beberapa poin penting. Pertama, kegiatan Car Free Day tetap beroperasi di Jalan Panglima Batur. Kedua, para pelaku UMKM diperbolehkan memanfaatkan pedestrian di seputaran Lapangan Dr. Murdjani dan sepanjang Jalan Panglima Batur dengan tetap menjaga keteraturan, estetika, dan kebersihan lingkungan.
Selain itu, kawasan depan Balai Kota dipastikan steril dari aktivitas parkir maupun pedagang guna menampilkan wajah Balai Kota Banjarbaru sebagai kawasan representatif kota. Adapun pengakomodiran dan penataan UMKM selama CFD dikoordinasikan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Diskopumnaker, serta Satpol PP.
Sementara itu, Ketua Paguyuban UMKM CFD Jerry Bangsawan menyambut baik langkah cepat Pemerintah Kota Banjarbaru. Ia menyebut para pedagang antusias terhadap penataan baru karena jalur CFD saat ini dinilai semakin ramai pengunjung.
“Alhamdulillah sambutannya baik, teman-teman pedagang juga antusias. Memang jalur sekarang lebih ramai. Awalnya di lokasi itu hanya ada sekitar 14 lapak, sekarang berkembang menjadi sekitar 45 lapak,” ujar Jerry.
Menurut dia, sejak awal para pedagang membentuk grup koordinasi karena menyadari lokasi berjualan merupakan fasilitas umum yang harus dimanfaatkan secara tertib bersama-sama.
“Kami dari awal memang membuat grup supaya memudahkan teman-teman berjualan dan koordinasi. Karena ini lahan umum, jadi harus diatur supaya tidak berebut tempat,” katanya.
Jerry juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah, khususnya Diskopumnaker yang dinilai aktif membuka komunikasi dengan para koordinator pedagang.
Ia pun mengimbau seluruh pedagang agar menaati aturan yang telah dibuat demi menjaga suasana CFD tetap kondusif.
“Teman-teman pedagang harus tertib dan taat aturan. Semua aturan dibuat supaya berjualan tetap kondusif dan tidak rebutan lahan. Kita berjualan di fasilitas publik, jadi memang harus sama-sama menjaga,” ujarnya.
Jerry turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Banjarbaru atas respons cepat terhadap aspirasi pedagang CFD.
“Kawan-kawan pedagang sangat berterima kasih kepada Bu Lisa. Beliau cukup tanggap terhadap kondisi UMKM di CFD dan teman-teman menyambut baik penataan ini,” katanya.
Ia menilai keberadaan CFD tidak hanya menjadi sarana olahraga masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di Banjarbaru.
“CFD ini selain untuk olahraga juga sangat membantu UMKM mendapatkan peluang ekonomi. Harapannya kegiatan ini terus berkembang dan semakin baik,” ucap Jerry.
Di akhir keterangannya, Jerry kembali mengingatkan para pedagang agar terus menjaga ketertiban dan aktif berkoordinasi dengan koordinator jika menghadapi kendala di lapangan.
“Sudah seharusnya pedagang ikut menjaga ketertiban karena kita sama-sama memanfaatkan fasilitas publik milik masyarakat Banjarbaru,” tandasnya.(be)
589
Tidak ada komentar