BANJARBARUEMAS.COM — Penguatan organisasi dan kepedulian terhadap lingkungan berjalan beriringan di Kecamatan Liang Anggang. Melalui Pertemuan Rutin Tim Penggerak (TP) PKK yang dirangkai dengan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme, kader PKK dari seluruh kelurahan memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan keterampilan mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan, Kamis (23/7/2026).
Pertemuan yang dimulai pukul 13.30 WITA di Aula Kecamatan Liang Anggang itu dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan Liang Anggang, jajaran pengurus, serta seluruh kader TP PKK se-Kecamatan Liang Anggang. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyamakan langkah, mengevaluasi pelaksanaan program, sekaligus menyusun strategi agar berbagai kegiatan PKK semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya membahas agenda organisasi, kegiatan juga dirancang untuk memperkuat kapasitas kader melalui pelatihan pembuatan eco enzyme, inovasi sederhana yang memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi cairan serbaguna ramah lingkungan. Kolaborasi antara penguatan kelembagaan dan edukasi lingkungan ini menunjukkan komitmen PKK dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin menekankan aspek keberlanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, para kader mengevaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di masing-masing kelurahan. Berbagai capaian, kendala di lapangan, hingga inovasi yang berkembang di setiap wilayah menjadi bahan diskusi bersama sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Forum ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan kebijakan terbaru dari TP PKK Kecamatan, menyusun rencana kerja periode berikutnya, serta memperkuat koordinasi agar setiap kegiatan dapat berjalan selaras, terarah, dan saling mendukung.
Bagi para kader, pertemuan rutin tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, berbagi solusi atas berbagai tantangan di lapangan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan misi pemberdayaan keluarga.
Camat Liang Anggang, Lia Astuti, mengatakan keberhasilan berbagai program pembangunan di tingkat masyarakat tidak dapat dilepaskan dari peran aktif kader PKK yang selama ini hadir hingga ke lingkungan keluarga.
“PKK merupakan mitra strategis pemerintah. Karena itu, pertemuan rutin seperti ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus merancang langkah-langkah yang lebih baik ke depan. Dengan komunikasi yang baik, setiap kader akan memiliki semangat dan arah yang sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Lia Astuti saat membuka kegiatan, Kamis (23/7/2026).
Menurut Lia, koordinasi yang baik merupakan fondasi keberhasilan setiap program. Ketika seluruh kader memiliki pemahaman dan tujuan yang sama, pelaksanaan program di lapangan akan lebih efektif serta mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Usai agenda organisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang dipandu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sedang melaksanakan pengabdian di Kecamatan Liang Anggang.
Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar eco enzyme, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, hingga praktik pembuatannya menggunakan limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran yang difermentasi dengan gula merah dan air hingga menghasilkan cairan multifungsi yang ramah lingkungan.
Pemateri juga menjelaskan tahapan pembuatan secara rinci, mulai dari pemilihan bahan, komposisi pencampuran, proses fermentasi, hingga berbagai pemanfaatan eco enzyme sebagai pupuk cair, pembersih alami, maupun pengurang bau pada saluran air.
Pelatihan berlangsung interaktif. Para kader aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses fermentasi, waktu penyimpanan, hingga cara penerapan di rumah masing-masing. Mereka juga mengikuti praktik pembuatan secara langsung sehingga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Liang Anggang. Selain menjadi narasumber, mahasiswa turut membantu menyiapkan sarana dan prasarana, mengoordinasikan jalannya kegiatan, mendampingi praktik pembuatan eco enzyme, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa berharap inovasi sederhana ini tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh kader PKK dan diteruskan kepada masyarakat di setiap kelurahan. Dengan demikian, pengurangan sampah organik tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tumbuh sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Pelatihan eco enzyme dipandang sebagai langkah sederhana yang memiliki dampak besar. Ketika setiap rumah tangga mampu mengolah limbah organiknya sendiri, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang. Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dan lingkungan dari hasil pengolahan tersebut.
Peran kader PKK menjadi sangat strategis karena mereka merupakan kelompok yang bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan diharapkan dapat disebarluaskan melalui kegiatan PKK di tingkat kelurahan maupun kelompok dasawisma sehingga semakin banyak keluarga yang menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri.
Sinergi antara Pemerintah Kecamatan Liang Anggang, TP PKK, dan mahasiswa KKN menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui program administratif, tetapi juga melalui transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, dan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kepedulian terhadap isu lingkungan, langkah sederhana seperti mengolah limbah organik menjadi eco enzyme membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara bersama.
Menutup kegiatan, Camat Liang Anggang Lia Astuti berharap seluruh kader PKK mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan program organisasi, tetapi juga dalam membangun budaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.
“Saya berharap setiap kader tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga membawa semangat untuk menggerakkan masyarakat. Jadilah teladan di lingkungan masing-masing, ajak keluarga dan warga mulai memilah serta mengolah sampah organik dari rumah. Jika kebiasaan baik ini tumbuh di setiap keluarga, saya yakin Liang Anggang akan memiliki lingkungan yang semakin bersih, sehat, dan lestari. Di situlah peran PKK benar-benar terasa, bukan hanya sebagai organisasi pemberdayaan keluarga, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(be)
249
Tidak ada komentar