SERI ISLAND OF INTEGRITY

waktu baca 4 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 02:56 119 Banjarbaru Emas 2

Seri 4: Ketika Integritas Berbuah Kepercayaan: Disdukcapil Banjarbaru dan Makna Sebuah Zona Integritas

BANJARBARUEMAS.COM — Hampir setiap orang pernah berurusan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ada yang datang membawa kabar bahagia untuk mengurus akta kelahiran anaknya. Ada pasangan yang memperbarui kartu keluarga setelah membangun rumah tangga. Ada warga yang mengurus kartu tanda penduduk sebagai syarat bekerja atau melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, ada pula keluarga yang datang dengan langkah pelan untuk mengurus akta kematian orang yang mereka cintai.

Di balik setiap lembar dokumen administrasi kependudukan itu, tersimpan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan seseorang. Karena itu, pelayanan administrasi kependudukan adalah layanan dasar negara yang menyentuh hampir seluruh perjalanan hidup warganya, sejak seseorang lahir hingga akhir hayat.

Masyarakat yang datang ke kantor pelayanan tidak pernah bertanya berapa banyak penghargaan yang dimiliki sebuah instansi. Mereka juga tidak menghitung berapa banyak regulasi yang telah diterbitkan.

Yang mereka rasakan jauh lebih sederhana.

Apakah prosesnya jelas.

Apakah petugas melayani dengan ramah.

Apakah hak mereka dipenuhi tanpa dipersulit.

Dan apakah negara benar-benar hadir melalui pelayanan yang jujur, adil, dan dapat dipercaya.

Dari pengalaman-pengalaman sederhana itulah kepercayaan dibangun.

Kepercayaan tumbuh ketika masyarakat berkali-kali memperoleh pengalaman yang baik. Sebaliknya, satu pelayanan yang buruk dapat menghapus kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun.

Karena itulah, reformasi birokrasi tidak cukup hanya mengubah prosedur kerja atau memperbaiki sistem administrasi. Perubahan yang paling menentukan justru terjadi ketika budaya kerja aparatur berubah. Ketika integritas menjadi kebiasaan dalam setiap keputusan dan tindakan.

Semangat itulah yang menjadi ruh Island of Integrity.

Konsep ini memandang bahwa birokrasi yang bersih tidak lahir semata-mata dari aturan yang ketat, tetapi dari aparatur yang memilih bekerja dengan jujur meski tidak diawasi, melayani tanpa membedakan siapa yang datang, dan menggunakan kewenangan untuk memenuhi hak masyarakat, bukan untuk mempersulit mereka.

Upaya membangun budaya tersebut mulai menunjukkan hasil di Kota Banjarbaru.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarbaru berhasil meraih Predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) pada ajang SAKIP dan Zona Integritas Award Tahun 2025. Capaian itu menjadi salah satu indikator bahwa penguatan reformasi birokrasi mulai diterjemahkan dalam tata kelola organisasi dan pelayanan publik.

Predikat tersebut patut diapresiasi. Namun penghargaan bukanlah tujuan akhir.

Justru setelah pengakuan itu diperoleh, tanggung jawab yang lebih besar dimulai.

Budaya kerja yang telah dibangun harus tetap hidup ketika proses penilaian selesai.

Standar pelayanan harus tetap dijaga.

Integritas harus tetap menjadi pedoman, bukan karena ada penghargaan yang dipertahankan, tetapi karena masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang terbaik.

Pandangan itu juga sejalan dengan pesan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, yang menekankan pentingnya menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai integritas di setiap unit kerja. Penghargaan dipandang bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan titik awal untuk memperkuat budaya organisasi dan mendorong lahirnya agen-agen perubahan yang mampu menularkan praktik birokrasi yang bersih dan melayani.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan membangun Zona Integritas diukur dari kemampuan organisasi mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Ajang SAKIP dan Zona Integritas Award sendiri merupakan bagian dari evaluasi nasional terhadap kinerja dan integritas birokrasi. Tahun 2025, sebanyak 312 unit kerja menerima predikat Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Selain itu, 17 pemerintah daerah berhasil meningkatkan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) menjadi B, sementara tujuh pemerintah daerah lainnya meningkat ke predikat BB.

SAKIP mengukur efektivitas penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan hasil yang dicapai, bukan semata-mata pada besarnya anggaran yang dibelanjakan. Ketika penguatan SAKIP berjalan beriringan dengan pembangunan Zona Integritas, birokrasi tidak hanya dituntut berkinerja baik, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang transparan, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Keberhasilan Disdukcapil Kota Banjarbaru memperlihatkan bahwa Island of Integrity dapat tumbuh menjadi budaya organisasi yang membentuk karakter aparatur dan memperkuat kualitas pelayanan publik.

Pada akhirnya, masyarakat mungkin tidak akan mengingat kapan sebuah penghargaan diterima atau berapa banyak predikat yang pernah diraih oleh sebuah instansi. Namun mereka akan selalu mengingat bagaimana mereka diperlakukan ketika datang mencari pelayanan. Dari pengalaman itulah kepercayaan tumbuh. Dan ketika kepercayaan telah tumbuh, di situlah sebuah birokrasi menunjukkan keberhasilannya yang sesungguhnya.(be)

Bersambung pada Seri 5
Jolly LLB 2: Ketika Kehilangan Integritas Berarti Kehilangan Kepercayaan

Dalam film Jolly LLB 2, seorang pengacara menyadari bahwa satu keputusan yang mengabaikan nurani dapat menghancurkan kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun. Seri berikutnya mengajak pembaca melihat bahwa penyimpangan besar hampir selalu berawal dari kompromi-kompromi kecil, dan bahwa jalan untuk memulihkan kepercayaan hanya dapat ditempuh melalui keberanian untuk kembali berpihak pada kebenaran.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA