BANJARBARUEMAS.COM – Komitmen membangun kota berbasis data kembali ditegaskan Pemerintah Kota Banjarbaru. Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menerima audiensi jajaran Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru, Sabtu (28/02/2026). Pertemuan tersebut membahas silaturahmi sekaligus pemaparan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Audiensi ini menjadi momentum awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam memastikan pelaksanaan sensus berjalan lancar di seluruh wilayah Kota Banjarbaru. Dalam paparannya, BPS menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan mendata seluruh pelaku usaha non-pertanian, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar. Data yang dihimpun meliputi informasi profil usaha, jumlah tenaga kerja, penggunaan teknologi, hingga karakteristik ekonomi lainnya sebagai landasan perumusan kebijakan pembangunan.
Wali Kota Erna Lisa Halaby menyambut baik agenda nasional tersebut dan menegaskan kesiapan penuh Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mendukung suksesnya sensus.
Menurutnya, sensus ekonomi bukan sekadar agenda statistik sepuluh tahunan, melainkan investasi strategis bagi masa depan kota.
“Pemko Banjarbaru siap memberikan dukungan penuh untuk Sensus Ekonomi ini. Akan kita buatkan surat edaran, publikasi melalui baliho dan media lainnya, serta melaksanakan apel siaga. Karena sensus ekonomi ini penting, bukan hanya soal data, tapi ini adalah investasi data,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa data yang akurat dan mutakhir merupakan fondasi utama pembangunan yang tepat sasaran. Dengan basis data yang kuat, pemerintah dapat merancang program yang lebih efektif dan efisien, sekaligus memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha.
“Melalui sensus ini, kita bisa memastikan kebijakan dan program pembangunan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Ini sangat membantu kami dalam merancang arah pembangunan Kota Banjarbaru ke depan,” tambahnya.
Secara nasional, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda sepuluh tahunan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik untuk memotret seluruh unit usaha dan pelaku ekonomi di Indonesia. Target pendataan diperkirakan mencakup 30 hingga 42 juta unit usaha, termasuk sektor ekonomi digital, ekonomi hijau (green economy), hingga aktivitas ekonomi yang sebelumnya belum terpetakan secara optimal.
Dalam pelaksanaannya, BPS menerapkan dua metode pendataan. Tahap pertama (1–30 Mei 2026) menggunakan metode Computer-Assisted Web Interviewing (CAWI) bagi perusahaan besar yang memiliki alamat email terdaftar.
Tahap kedua (16 Mei–31 Juli 2026) dilakukan melalui Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI), yakni kunjungan langsung petugas sensus kepada pelaku UMKM dan unit usaha lainnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif serta memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas. Partisipasi tersebut menjadi kunci tersedianya data ekonomi yang kredibel, sebagai pijakan Banjarbaru dalam memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(be)
314
Tidak ada komentar