ECO Qurban di Kelurahan Palam, Warga Tinggalkan Plastik dan Berbagi dengan Wadah Ramah Lingkungan

waktu baca 5 menit
Kamis, 28 Mei 2026 06:43 176 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Semangat menjaga lingkungan mewarnai pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka. Di tengah kesibukan penyembelihan dan pembagian daging kurban, warga di sejumlah RT memilih meninggalkan kantong plastik sekali pakai dan beralih menggunakan berbagai wadah ramah lingkungan yang dapat digunakan kembali.

Mulai dari bakul purun, stoples pakai ulang, daun pisang hingga kertas pembungkus, menjadi pilihan warga dalam mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat. Langkah sederhana tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap gerakan ECO Qurban, sekaligus upaya mengurangi timbulan sampah plastik yang selama ini identik dengan pelaksanaan Iduladha.

Penerapan ECO Qurban dilakukan di sejumlah titik pelaksanaan kurban di Kelurahan Palam pada Rabu (27/5/2026), di antaranya RT 01, RT 11, RT 13, dan RT 14, termasuk di lingkungan Masjid Darul Hamidi serta Musholla Al-Hijrah RT 13.

Di lokasi-lokasi tersebut, panitia kurban tidak lagi bergantung pada kantong kresek untuk membagikan daging kepada warga. Setiap lingkungan menerapkan inovasi berbeda sesuai kondisi dan ketersediaan bahan di masyarakat. Ada yang menggunakan bakul purun hasil kerajinan lokal, ada yang memanfaatkan stoples yang dapat digunakan kembali, sementara sebagian lainnya menggunakan daun pisang dan kertas pembungkus yang mudah terurai secara alami.

Pemandangan itu menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik mulai tumbuh. Momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah berbagi kepada sesama, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Jumlah penerima manfaat dari kegiatan kurban tahun ini juga cukup besar. Di RT 11 tercatat sebanyak 200 penerima, sementara di RT 07 sebanyak 400 penerima, dan di RT 01 sebanyak 27 penerima. Secara keseluruhan, jumlah kupon yang dibagikan di sejumlah titik pelaksanaan kurban mencapai 760 kupon. Adapun di Musholla Al-Hijrah RT 13, panitia menyalurkan daging kurban kepada sekitar 300 penerima manfaat.

Ketua RT 01 Kelurahan Palam, Wiji, mengatakan penerapan ECO Qurban merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjawab persoalan sampah plastik yang selama ini muncul setiap pelaksanaan Iduladha.

Menurutnya, penggunaan wadah ramah lingkungan tidak mengurangi nilai ibadah kurban, justru menambah manfaat karena turut menjaga kebersihan lingkungan.

“Jelas ECO Qurban ini ide paling tepat dan bagus untuk mengurangi sampah. Kita hentikan kebiasaan memakai plastik sekali pakai untuk membungkus daging kurban. Cukup menggunakan bahan alami atau wadah yang bisa dipakai ulang. Sampah berkurang drastis, lingkungan aman, dan ibadah menjadi semakin sempurna,” ujar Wiji.

Ia menambahkan, kebiasaan menggunakan kantong plastik sekali pakai selama ini sering kali berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Karena itu, penggunaan bakul purun, daun pisang, stoples, maupun kertas menjadi alternatif yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Selain mengurangi sampah, penggunaan bakul purun juga memberikan manfaat ekonomi bagi para pengrajin lokal. Sementara penggunaan daun pisang dan kertas membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap produk berbahan plastik yang sulit terurai.

Lurah Palam, Zulhulaifah, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menerapkan ECO Qurban di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan pihak kelurahan kepada seluruh ketua RT, pengurus masjid, musholla, dan panitia kurban sebelum pelaksanaan Iduladha.

Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Nomor 600.4/0209/PLH/DLH/2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Iduladha Tanpa Kantong Plastik Sekali Pakai di Kota Banjarbaru.

Melalui surat edaran tersebut, masyarakat diajak mengubah pola pembagian daging kurban menjadi lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan wadah yang dapat digunakan kembali maupun bahan yang mudah terurai.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lokasi penjualan dan pemotongan hewan kurban serta mengelola limbah pasca penyembelihan dengan baik agar tidak mencemari sungai maupun lingkungan sekitar.

“Sebelum Iduladha, kami sudah menyampaikan dan menyosialisasikan Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Nomor 600.4/0209/PLH/DLH/2026 kepada seluruh RT, pengurus masjid, musholla, dan panitia kurban. Dalam edaran tersebut, masyarakat diajak mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban, menjaga kebersihan lokasi kegiatan, serta mengelola limbah penyembelihan dengan baik agar tidak mencemari lingkungan.
Alhamdulillah, imbauan tersebut mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat Palam,” ujar Zulhulaifah.

Menurutnya, penggunaan bakul purun, daun pisang, stoples yang dapat digunakan kembali hingga kertas pembungkus yang diterapkan warga menjadi bukti bahwa masyarakat tidak hanya memahami isi surat edaran tersebut, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata.

“Langkah menerapkan ECO Qurban dan menggunakan wadah pembungkus daging yang ramah lingkungan ini adalah keputusan yang sangat tepat, mulia, dan luar biasa. Ini bukan sekadar mengganti plastik dengan daun, bakul purun, atau wadah yang bisa dipakai ulang, tetapi merupakan pemahaman mendalam tentang makna ibadah kurban yang sesungguhnya,” katanya.

Ia menjelaskan, kurban mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan dengan berbagi kepada sesama manusia, tetapi juga melalui tindakan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat setelah kegiatan selesai.

Menurut Zulhulaifah, keberhasilan ECO Qurban di Kelurahan Palam menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Berbagi daging kepada sesama adalah kewajiban, tetapi menjaga agar lingkungan kita tidak rusak dan tidak dipenuhi sampah plastik setelah kegiatan selesai juga merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Saya bangga karena warga Palam mampu menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban bisa berjalan khidmat, manfaatnya dirasakan masyarakat, sekaligus tetap peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Momentum pembagian daging kurban di Kelurahan Palam tahun ini menjadi bukti bahwa sedekah terbaik tidak hanya memberi manfaat kepada sesama manusia, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi alam dan lingkungan sekitar. Dari bakul purun, daun pisang, stoples pakai ulang hingga kertas pembungkus, masyarakat menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana.

“Semoga gerakan ini tidak berhenti pada Iduladha tahun ini saja. Ketika masyarakat mulai terbiasa mengurangi plastik, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengelola limbah dengan baik, maka manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Mari kita jadikan ECO Qurban sebagai budaya bersama. Kurban berkah, lingkungan pun terjaga, dan Kelurahan Palam semakin bersih, asri, sehat, serta penuh keberkahan,” tutup Zulhulaifah.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA