Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby Perkuat Gerakan Kilau Emas, Ubah Wajah Pengelolaan Sampah dari Sumber

waktu baca 3 menit
Senin, 20 Apr 2026 04:31 216 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Arah baru pengelolaan sampah ditegaskan dengan langkah kolektif yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang. Momentum itu terlihat dalam deklarasi Gerakan Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas) yang digelar di Lapangan Dr. Murdjani, Senin (20/4/2026), sebagai penanda pergeseran paradigma pengelolaan sampah kota.

Selama ini, pola “kumpul-angkut-buang” menjadi praktik dominan dalam sistem persampahan. Namun, pendekatan tersebut dinilai tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan volume sampah yang terus meningkat. Pemerintah kota Banjarbaru pun mulai mendorong perubahan mendasar melalui pendekatan berbasis sumber, yang menempatkan rumah tangga sebagai titik awal sekaligus kunci keberhasilan pengelolaan sampah.

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby terus mendorong peran aktif camat dan lurah untuk menyelesaikan persoalan sampah dari sumber di wilayah masing-masing. Dorongan ini kemudian diterjemahkan dalam berbagai inovasi di tingkat kecamatan. Di Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Liang Anggang, Landasan Ulin, hingga Cempaka, inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai tumbuh, mulai dari penguatan bank sampah, edukasi pemilahan, hingga pengembangan sistem pengolahan skala lingkungan.

Komitmen tersebut diperkuat melalui deklarasi Gerakan Kilau Emas. Gerakan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda nasional Indonesia Asri, sekaligus mempertegas posisi Banjarbaru sebagai kota yang serius membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Deklarasi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Unsur pemerintahan dari camat dan lurah, lembaga kemasyarakatan seperti LPM, RT, dan RW, Tim Penggerak PKK, hingga kalangan akademisi, tenaga pendidik, pelajar, dan mahasiswa turut ambil bagian. Partisipasi juga datang dari pelaku usaha, sektor perhotelan, restoran, ritel, serta para praktisi bank sampah dan komunitas peduli lingkungan.

Pembacaan deklarasi yang dipimpin oleh Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto menjadi simbol konsolidasi gerakan bersama. Isi deklarasi menegaskan komitmen untuk menjadi pelopor dalam pemilahan sampah dari sumber, menjadikan pemilahan sebagai budaya baru, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab. Selain itu, dicanangkan pula target terbentuknya bank sampah di setiap RW, kantor, perguruan tinggi, sekolah, dan unit usaha.

Gerakan Kilau Emas adalah upaya sistematis membangun ekosistem pengelolaan sampah yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat perubahan, Banjarbaru tengah menapaki fase baru dari kota yang sekadar mengelola sampah menjadi kota yang mampu mengubahnya menjadi sumber daya bernilai. Di titik ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai akhir dari konsumsi, melainkan awal dari siklus baru yang produktif, bernilai ekonomi, dan berdaya guna bagi lingkungan.

Selamat merayakan Hari Jadi ke-27 Banjarbaru. Selamat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Gerakan Kilau Emas, semoga kepemimpinan yang dijalankan terus menguatkan gerakan ini, menjaga konsistensi perubahan dari sumber, serta memastikan Banjarbaru tidak hanya bersih dari sampah, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai kekuatan baru bagi kesejahteraan warganya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA