Cegah Karhutla Sejak Dini, Kelurahan Palam Perkuat Edukasi Warga dan Patroli Titik Rawan

waktu baca 4 menit
Jumat, 24 Jul 2026 11:19 201 Banjarbaru Emas 2

Langkah Preventif Sejalan dengan Status Siaga Karhutla Pemerintah Kota Banjarbaru

BANJARBARUEMAS.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat seiring datangnya musim kemarau mendorong Pemerintah Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, memperkuat langkah pencegahan hingga ke tingkat lingkungan. Edukasi kepada masyarakat, patroli wilayah, dan peninjauan titik rawan menjadi strategi yang ditempuh untuk meminimalkan risiko kebakaran sejak dini.

Upaya tersebut sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Banjarbaru yang telah menetapkan Status Siaga Keadaan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026.
Status siaga itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, di Aula Gawi Sabarataan pada Kamis (16/7/2026).

Penetapan status siaga merupakan tindak lanjut atas keputusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Berdasarkan hasil pemantauan, Pemerintah Kota Banjarbaru telah mengidentifikasi sedikitnya tiga titik panas (hotspot), dengan Kecamatan Cempaka menjadi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan paling tinggi.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Palam bergerak cepat. Pada Rabu (22/7/2026), digelar sosialisasi pencegahan karhutla di Aula Kelurahan Palam yang dihadiri Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, serta unsur relawan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah di area terbuka, serta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pemerintah Kelurahan Palam juga meminta seluruh Ketua RT dan RW meneruskan imbauan tersebut kepada warga di lingkungan masing-masing. Langkah ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di wilayah RT 6 RW 2, yang berbatasan dengan lahan pertanian dan kawasan hutan.

Peninjauan dilakukan bersama perangkat Kelurahan Palam, Ketua RT setempat, Relawan Masyarakat Peduli Bencana (MPB), Rescue Maspal, serta Rescue Kampur. Selain memastikan kondisi wilayah tetap aman, kegiatan tersebut juga bertujuan mengidentifikasi potensi kerawanan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Dikonfirmasi pada Jumat (24/7/2026), Lurah Palam Zulhulaifah mengatakan hingga saat ini kondisi wilayah Kelurahan Palam masih aman.
Meski demikian, kewaspadaan terus ditingkatkan mengingat Kecamatan Cempaka merupakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di Kota Banjarbaru.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kondisi Kelurahan Palam masih aman. Pada Rabu lalu kami telah melaksanakan sosialisasi kepada Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat di Aula Kelurahan sebagai langkah awal memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau. Setelah itu kami juga meninjau langsung sejumlah titik yang berpotensi rawan karhutla bersama perangkat kelurahan, Relawan Masyarakat Peduli Bencana, Rescue Maspal, dan Rescue Kampur.
Pemantauan wilayah akan terus dilakukan secara berkala agar potensi kebakaran dapat dideteksi sejak dini,” ujar Zulhulaifah.

Ia menambahkan, keberhasilan mencegah karhutla sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, pemerintah kelurahan terus mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.

Langkah yang dilakukan Kelurahan Palam sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby yang menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, hingga masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran.

Selain memperkuat kesiapan personel dan sarana pendukung, Pemerintah Kota Banjarbaru juga mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dalam waktu dekat, pemerintah kota juga akan menggelar apel kesiapsiagaan serta mengaktifkan posko-posko terpadu sebagai pusat koordinasi apabila terjadi kebakaran.

Ketua RW 4, Nurdian, menilai langkah cepat Pemerintah Kelurahan Palam memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kewaspadaan masyarakat.

“Alhamdulillah, sampai hari ini wilayah Palam masih aman. Kami mengapresiasi langkah Ibu Lurah yang bergerak cepat mengumpulkan RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk sosialisasi, kemudian turun langsung melihat lokasi yang berpotensi rawan. Kami di tingkat RT akan terus mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila ada asap atau titik api. Menjaga Palam tetap aman dari karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Nurdian.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Banjarbaru, Pemerintah Kelurahan Palam, relawan, serta masyarakat, upaya pencegahan karhutla diharapkan tidak hanya mampu menekan potensi kebakaran selama musim kemarau, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA