BANJARBARUEMAS.COM — Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-20 tingkat Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby secara resmi melantik puluhan dewan hakim dan juri yang akan bertugas mengawal jalannya kompetisi. Pelantikan yang berlangsung pada Selasa (25/11/2025) ini menandai dimulainya fase penting dalam penyelenggaraan MTQ, khususnya terkait penjaminan mutu penilaian dan profesionalitas lomba.
Dalam amanatnya, Wali Kota menegaskan bahwa pelantikan adalah peneguhan komitmen atas tugas besar yang diemban para dewan hakim. “Harapan saya, setelah dilantik, seluruh dewan hakim dan juri MTQ mengemban tanggung jawab besar pada integritas dan keilmuan mereka,” ujarnya.
Wali Kota Lisa juga mengingatkan bahwa objektivitas dan kejujuran harus menjadi landasan utama. “Integritas yang tinggi sangat diharapkan untuk menghasilkan generasi Qur’ani di Banjarbaru yang bisa dipertanggungjawabkan. Ajang MTQ ini hanya akan memberi hasil maksimal jika dewan hakim dan juri bekerja dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
MTQ ke-20 tingkat Kota Banjarbaru dijadwalkan berlangsung Selasa–Jumat (25–28/11/2025). Panggung utama dipusatkan di depan Balai Kota Banjarbaru, yang sekaligus menjadi lokasi acara pembukaan. Pembukaan MTQ akan dilaksanakan sore ini, Selasa (25/11/2025) pukul 16.00 WITA, di area depan Kantor Wali Kota Banjarbaru.
Tingginya minat masyarakat tampak dari jumlah pendaftar. Divisi verifikasi melaporkan lebih dari 600 peserta dari berbagai kecamatan dan lembaga. Setelah serangkaian verifikasi administratif dan penyaringan kemampuan dasar, panitia menetapkan 426 kafilah resmi yang berhak tampil. Mereka akan berkompetisi pada 26 cabang lomba, mulai dari Tilawah, Qiraat, Tahfidz 1–30 juz, Syahril, Fahmil, hingga cabang seni seperti Kaligrafi dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Ketua LPTQ Kota Banjarbaru, Ust. Hendri Atmaja, menilai lonjakan peserta sebagai pertanda positif bahwa kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an terus berkembang. “Tingginya animo peserta adalah sinyal kuat bahwa semangat masyarakat Banjarbaru terhadap Al-Qur’an tumbuh dari waktu ke waktu. Tugas kita memastikan penyelenggaraan MTQ berlangsung tertib, profesional, dan memberi ruang terbaik untuk mereka tampil maksimal,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung MTQ tahun ini. “Kemenag akan bergerak total. MTQ bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembinaan. Kami ingin memastikan penyuluh, pelatih, hingga pengelola lembaga hadir memberi kontribusi nyata,” terangnya.
Mukhlis juga menilai bahwa penyelenggaraan MTQ kali ini memiliki momentum khusus pada masa kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby. Menurutnya, visi Banjarbaru Emas yang mengedepankan pembangunan manusia unggul sangat selaras dengan misi pembinaan generasi Qur’ani.
Rangkaian persiapan dan pelantikan dewan hakim menjadi fondasi penting dalam menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang lebih profesional dan bermakna. MTQ ke-20 di Banjarbaru menjadi tonggak pembinaan generasi Qur’ani yang menjadi modal sosial penting bagi pembangunan kota.
Dengan dukungan penuh LPTQ, Kemenag, serta Pemkot Banjarbaru, MTQ tahun ini diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan yang berkualitas, kompetitif, dan berdampak jangka panjang. Ajang ini juga menjadi momentum memperkuat identitas Banjarbaru sebagai kota religius serta mendorong terwujudnya visi besar Banjarbaru Emas — kota yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.(be)
370
Tidak ada komentar