BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kota Banjarbaru meningkatkan langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan birokrasi melalui pelaksanaan tes urine massal bagi seluruh ASN dan pegawai non-ASN. Pemeriksaan yang digelar sejak 17 November 2025 ini berlangsung serentak di seluruh SKPD dan menjadi salah satu gerakan paling sistematis dalam agenda P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di Banjarbaru.
Program ini dikoordinasikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Banjarbaru. Kepala Bakesbangpol, Hidayaturrahman, menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas birokrasi. “Kami ingin ASN Banjarbaru menjadi teladan. Pemeriksaan ini bukan sekadar prosedur, tetapi peneguhan komitmen bahwa birokrasi harus bersih dan berintegritas,” ujarnya.
Selama beberapa hari pelaksanaan, tim gabungan BNN Kota Banjarbaru dan Dinas Kesehatan mendatangi sejumlah SKPD sesuai jadwal yang disusun secara rinci. Dalam setiap sesi, 20–30 pegawai menjalani pemeriksaan, mencakup pejabat struktural hingga staf pelaksana. Pendekatan ini memastikan proses berlangsung merata, terjadwal, dan tanpa mengganggu pelayanan publik.
Mekanisme pemeriksaan mengikuti standar operasional BNN. Peserta melakukan registrasi, menerima penjelasan teknis terkait prosedur, kemudian menjalani pengambilan sampel urine di ruang yang telah disterilisasi. Proses berlangsung dalam pengawasan ketat untuk memastikan keaslian sampel. Pengujian menggunakan rapid test multi-panel yang mampu mendeteksi berbagai jenis zat terlarang, mulai dari amfetamin, benzodiazepin, hingga jenis narkotika sintetis.
Ketepatan prosedur menjadi kunci bagi pemerintah kota dalam meminimalkan celah penyalahgunaan narkotika. Tes urine berkala yang dilakukan sebagai upaya membangun budaya disiplin dan keteladanan di lingkungan ASN. “Kami ingin seluruh pegawai memahami bahaya narkotika bukan hanya pada aspek pidana, tetapi juga risiko menurunnya kualitas pelayanan dan akuntabilitas publik,” kata Hidayaturrahman.
Sejauh ini, pelaksanaan program berjalan lancar dan memberikan sejumlah dampak positif. Terlihat meningkatnya kewaspadaan pegawai terhadap risiko narkoba, serta tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa integritas dimulai dari kesehatan mental dan fisik aparatur. Dengan total sasaran sekitar 1.000 ASN, program ini menjadi salah satu kegiatan deteksi narkotika terbesar yang pernah dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru.
Seluruh hasil tes dari berbagai SKPD bakal dihimpun oleh Bakesbangpol untuk dianalisis lebih lanjut sebagai dasar evaluasi program P4GN dan penyusunan langkah lanjutan. Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan hasil evaluasi tersebut akan menjadi rujukan untuk memperkuat strategi pencegahan dan memperbaiki area yang masih rawan.
Pelaksanaan P4GN di lingkungan pemerintah daerah didasari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN. Bagi ASN, tujuan program ini mencakup pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi, peningkatan ketahanan diri, penguatan disiplin, hingga penegakan sanksi bagi yang terbukti melanggar.
Melalui gelaran tes urine yang terukur, sistematis, dan masif, Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menegaskan bahwa cita-cita Banjarbaru EMAS diwujudkan melalui integritas manusia yang mengelolanya. Program ini menjadi pengingat bahwa birokrasi yang bersih adalah fondasi utama kepercayaan publik dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(be)
325
Tidak ada komentar