Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby Pimpin Susur Sungai, Seluruh Elemen Banjarbaru Utara Bergerak
waktu baca 3 menit
Senin, 27 Apr 2026 01:11 192 Banjarbaru Emas 2
Foto : Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bersama unsur TNI-Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat Banjarbaru Utara mengikuti kegiatan susur sungai dan gotong royong pembersihan bantaran Sungai Karet di Kelurahan Loktabat Utara, Sabtu (25/4/2026).(BE)
BANJARBARUEMAS.COM — Pagi di bantaran Sungai Karet, Kelurahan Loktabat Utara, Sabtu (25/4/2026), bergerak lebih hidup dari biasanya. Ratusan warga, relawan, hingga aparat gabungan berkumpul di Gang Al Iman, RT 024 RW 010, lalu bergerak menyusuri aliran sungai dalam satu tujuan: membersihkan lingkungan sekaligus menata ulang cara pandang terhadap sungai sebagai ruang hidup bersama.
Kegiatan susur sungai dan gotong royong ini dibuka langsung Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang turut memimpin aksi di lapangan. Ia tak hanya membuka kegiatan secara simbolis, tetapi juga ikut meninjau kondisi bantaran sungai, berdialog dengan warga, hingga terlibat langsung dalam pembersihan.
“Melalui kegiatan mendukung Gerakan Indonesia Asri berupa gotong royong susur sungai ini, saya berharap tidak hanya dilakukan di Loktabat Utara, tetapi bisa menjadi gerakan bersama di seluruh kelurahan di Banjarbaru,” ujar Lisa.
Aksi ini menjadi bagian dari implementasi arahan wali kota dalam mendukung Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan pemerintah pusat, sekaligus memperkuat program lokal Gerakan Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas) yang diluncurkan pada momentum Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI melalui Kodim 1006/Martapura, Polres Banjarbaru, Brimob Polda Kalimantan Selatan, hingga beragam komunitas dan relawan seperti Tagana, Batra Emergency, Masyarakat Peduli Bencana, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat, serta komunitas Go Green and Clean. Para ketua RT/RW dari empat kelurahan di Kecamatan Banjarbaru Utara, Karang Taruna, dan PKK turut ambil bagian, memperlihatkan kuatnya kolaborasi lintas elemen dalam menjaga lingkungan.
Inisiatif kegiatan ini digagas oleh Lurah Loktabat Utara, Dedy Wahyudie, bersama dukungan Forum RT/RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Ia menegaskan, gerakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan wali kota dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Gerakan Kilau Emas ini mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Dengan begitu, kita tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga mencegah sampah kembali ke lingkungan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menyusuri aliran Sungai Karet dengan berjalan kaki di bantaran. Sampah plastik, ranting, hingga endapan yang menghambat aliran air diangkat bersama-sama. Pada saat yang sama, pemerintah kota juga melakukan identifikasi titik-titik yang memerlukan penanganan lebih lanjut sebagai dasar penataan kawasan sungai ke depan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan doorprize kepada lima peserta. Meski sederhana, hal itu menambah semangat kebersamaan dan memperkuat partisipasi warga dalam aksi lingkungan.
Di balik kegiatan bersih sungai, tersimpan gagasan yang lebih besar. Camat Banjarbaru Utara, Taufik Purwanto, menilai kawasan Sungai Karet memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang publik berbasis lingkungan.
“Kami mengharapkan gerakan gotong royong bersih sungai ini bisa menjadi agenda rutin. Ke depan, kawasan ini bisa kita tata seperti kawasan siring, menjadi destinasi pemancingan, edukasi lingkungan, hingga jogging track,” kata Taufik.
Ia bahkan mengusulkan lahirnya ikon baru kawasan tersebut dengan nama Siring Kebun Karet (SIRKEKA), sebagai identitas ruang publik yang terintegrasi antara fungsi ekologis dan sosial.
“Kalau gerakan ini bisa kita jaga konsistensinya, bukan tidak mungkin Sungai Karet akan menjadi wajah baru Banjarbaru Utara yang bersih, tertata, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Tidak ada komentar