Saat RT, PKK, dan Pramuka Bergerak, Landasan Ulin Selatan Mulai Perang Melawan Sampah

waktu baca 4 menit
Selasa, 19 Mei 2026 08:23 291 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan di Kota Banjarbaru. Tidak hanya melalui imbauan, pemerintah kini mendorong keterlibatan langsung warga hingga ke tingkat lingkungan terkecil, mulai dari RT, RW, kader PKK, hingga pelajar. Semangat itu terlihat dalam kegiatan “Sosialisasi Pemilahan Sampah yang Dirangkai dengan Rapat Koordinasi RT/RW Kelurahan Landasan Ulin Selatan” yang digelar di Aula Kebersamaan Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Selasa (19/5/2026) siang.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WITA itu dihadiri para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Landasan Ulin Selatan, pengurus TP PKK, anggota PKK, petugas kesehatan dari Puskesmas Liang Anggang, hingga anggota Pramuka dari SMKN 4 Banjarbaru yang berdomisili di wilayah tersebut. Kehadiran lintas unsur itu membuat suasana aula terasa hidup. Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membicarakan kebersihan lingkungan, kesehatan warga, dan penguatan koordinasi sosial di tingkat warga.

Acara dibuka langsung oleh Camat Liang Anggang, Lia Astuti. Dalam sambutannya, Lia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan petugas kebersihan semata. Menurut dia, perubahan hanya akan terjadi apabila masyarakat ikut terlibat secara aktif, mulai dari memilah sampah sejak dari rumah.

Lia menyebut, Kelurahan Landasan Ulin Selatan menjadi kelurahan terakhir di Kecamatan Liang Anggang yang melaksanakan sosialisasi program KiLAU EMAS yang sebelumnya telah dideklarasikan bersama beberapa waktu lalu. Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, seluruh kelurahan di wilayah Liang Anggang kini telah menjalankan program sosialisasi serupa.

“Alhamdulillah, seluruh kelurahan di Kecamatan Liang Anggang sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Hari ini juga hadir unsur RT, RW, PKK, LPM, hingga anak-anak anggota Pramuka dari SMKN 4 Banjarbaru. Ini menunjukkan bahwa semangat memilah sampah bukan hanya dilakukan di rumah tangga, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh unsur masyarakat,” ujar Lia.

Ia mengatakan, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun budaya baru pengelolaan sampah di tengah masyarakat. Karena itu, kehadiran anggota Pramuka dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak kesadaran lingkungan di sekolah-sekolah.

“Anak-anak Pramuka yang hadir hari ini kami harapkan bisa mengimbaskan semangat pemilahan sampah ini di lingkungan sekolahnya masing-masing,” katanya.

Sesi utama kegiatan diisi pemaparan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru melalui Handayani dari Seksi Pengembangan Partisipasi Masyarakat. Dalam paparannya, Handayani menjelaskan pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Ia menerangkan, masih banyak sampah rumah tangga yang tercampur sehingga memperbesar volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal, sebagian besar sampah organik sebenarnya dapat diolah kembali menjadi kompos, sementara sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomis apabila dipilah dengan baik.

Dalam forum tersebut, peserta juga diberikan edukasi mengenai tata cara sederhana memilah sampah di rumah, mulai dari penggunaan wadah terpisah, pengenalan jenis sampah, hingga dampak lingkungan yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan benar.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Sejumlah Ketua RT menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing, seperti masih rendahnya kesadaran warga membuang sampah sesuai jenisnya hingga kebiasaan mencampur sampah rumah tangga. Di sisi lain, kader PKK tampak aktif mencatat materi sosialisasi untuk diteruskan kepada warga melalui kegiatan pembinaan lingkungan di tingkat keluarga.

Tidak hanya membahas persoalan sampah, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan rapat koordinasi RT/RW terkait sejumlah isu kewilayahan terkini di Landasan Ulin Selatan. Forum itu menjadi ruang diskusi antara pemerintah kelurahan, kecamatan, dan para pengurus lingkungan mengenai berbagai persoalan masyarakat yang membutuhkan penanganan bersama.

Pada saat bersamaan, tim medis dari Puskesmas Liang Anggang membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta. Layanan seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah dimanfaatkan oleh para Ketua RT, kader PKK, hingga peserta lainnya yang hadir.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut membuat kegiatan terasa lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya berbicara mengenai kebersihan lingkungan, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan para pengurus wilayah yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.

Lurah Landasan Ulin Selatan, Yadi, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap semangat yang dibangun dalam forum itu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari warga.

Menurut Yadi, keberhasilan program pemilahan sampah sangat bergantung pada keteladanan para pengurus lingkungan. Karena itu, ia meminta Ketua RT dan RW menjadi contoh langsung bagi masyarakat dalam membangun budaya memilah sampah dari rumah tangga.

“Harapan saya, sosialisasi ini tidak berhenti di aula ini saja. Saya minta seluruh Ketua RT dan RW dapat menjadi contoh dan menggerakkan warga untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing,” ujar Yadi.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA