Kelurahan Mentaos Dorong RT/RW Jadi Motor Pelayanan Lewat Penghargaan Teladan
waktu baca 3 menit
Minggu, 26 Apr 2026 14:43 220 Banjarbaru Emas 2
Foto : Kelurahan Mentaos memberikan penghargaan kepada Ketua RT dan RW Teladan dalam Penganugerahan RT/RW Teladan di Aula Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Sabtu (25/4/2026), sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.(BE)
BANJARBARUEMAS.COM — Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, mendorong penguatan pelayanan publik dari tingkat paling dekat dengan warga melalui pemberian penghargaan kepada Ketua RT dan RW teladan. Upaya ini ditandai dengan Penganugerahan RT/RW Teladan yang digelar di Aula Kelurahan Mentaos, Sabtu (25/4/2026).
Camat Banjarbaru Utara, Taufik Purwanto, menilai langkah tersebut sebagai strategi membangun sistem pelayanan dari bawah.
“RT dan RW didorong memiliki standar kerja yang jelas, ruang untuk berinovasi, dan penghargaan yang layak. Ini akan memperkuat fondasi pelayanan ke depan,” ujarnya.
Sementara, Lurah Mentaos, Ciptadi, mengatakan penghargaan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih kuat antara kelurahan dengan seluruh RT dan RW di wilayahnya.
“Penghargaan ini merupakan upaya kami memastikan pelayanan di tingkat RT dan RW terus berkembang dan berinovasi,” ujar Ciptadi.
Program ini menyasar para Ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat lingkungan. Di tengah dinamika pembangunan Banjarbaru, peran mereka dinilai semakin strategis, tidak hanya dalam urusan administrasi, tetapi juga dalam menggerakkan kehidupan sosial, menjaga keamanan lingkungan, serta mendorong partisipasi warga.
Melalui mekanisme penilaian yang terstruktur, Kelurahan Mentaos menetapkan enam Ketua RT Teladan dan satu Ketua RW Teladan. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, yakni tingkat kehadiran, kelengkapan data administrasi, peran dalam organisasi, inovasi, serta prestasi di wilayah masing-masing.
“Ide ini awalnya kami hadirkan sebagai inovasi dalam lomba kelurahan 2025. Namun yang utama adalah bentuk apresiasi dan terima kasih kepada para Ketua RT dan RW atas dedikasi mereka selama ini,” kata Ciptadi.
Ia menambahkan, inovasi yang dinilai tidak harus berskala besar. Langkah sederhana yang berdampak langsung bagi masyarakat justru menjadi perhatian utama.
“Membentuk poskamling di wilayah yang sebelumnya belum ada, memperbaiki fasilitas ibadah, atau kegiatan sosial lain yang memberi manfaat langsung, itu sudah kami nilai sebagai inovasi,” ujarnya.
Dalam penganugerahan tersebut, Dr. Murjani (RW IV) ditetapkan sebagai Ketua RW Teladan. Adapun Ketua RT Teladan adalah Donnie Heryadi (RW I), Ir. Suwartanti (RW II), Subandi (RW III), Dr. Abdul Karim (RW IV), M. Yusuf (RW V), dan Tri Kurniawan (RW VI).
Sejumlah praktik baik pun muncul dari lapangan. Subandi (RW III) menginisiasi poskamling sekaligus membentuk tim penggalangan dana melalui iuran jumpitan. Dr. Abdul Karim (RW IV) menghadirkan digitalisasi surat pengantar RT, pemasangan CCTV, aturan tidak merokok di dalam rumah, serta kegiatan senam lansia rutin. Sementara itu, M. Yusuf (RW V) dan Tri Kurniawan (RW VI) menggerakkan kembali kegiatan poskamling di wilayah masing-masing.
Dari sisi prestasi, Dr. Abdul Karim juga mencatatkan sejumlah capaian, di antaranya juara I PHBS tingkat Kota Banjarbaru, juara I lomba Aku Hatinya PKK, hingga penghargaan tingkat provinsi dan nasional melalui KIM Terkreatif.
Menariknya, seluruh Ketua RT dan RW tetap menerima piagam ucapan terima kasih, termasuk yang belum terpilih sebagai teladan. Pendekatan ini menegaskan bahwa apresiasi tidak dimaknai sebagai kompetisi semata, melainkan pengakuan kolektif atas kontribusi bersama.
“Semua Ketua RT dan RW memiliki peran penting. Karena itu, kami tetap memberikan penghargaan kepada semuanya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka,” kata Ciptadi.
Ciptadi menegaskan, program penghargaan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari penguatan tata kelola berbasis partisipasi.
“Dengan indikator yang jelas, para Ketua RT dan RW memiliki arah yang lebih terukur dalam menjalankan tugasnya,” katanya.
Inovasi ini turut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Kelurahan Mentaos meraih predikat Kelurahan Terbaik II Nasional Tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu membangun lingkungan yang lebih kuat, tertata, dan berdaya saing.(be)
Tidak ada komentar