Perkuat Identitas Gastronomi Kota Kreatif, Permata Banjarbaru Gandeng Unsur Hexahelix Luncurkan Inovasi Mie Soto Banjar

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Mei 2026 00:08 34 Banjarbaru Emas

BANJARBARUEMAS.COM – Paguyuban Pengrajin Roti dan Mie Banjarbaru (Permata) mengambil langkah progresif dalam mendukung transformasi Banjarbaru menuju Kota Kreatif. Melalui agenda pertemuan rutin bulanan yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026, Permata secara resmi meluncurkan gerakan kolaborasi bertajuk eksplorasi inovasi kuliner “Mie Soto Banjar”.

Kegiatan yang berlangsung di Dapur Inovasi Soto Banjar Dandaman, Jl. Palam Raya (samping Alfamart), Banjarbaru ini, dihadiri sekitar 15 peserta yang merupakan gabungan dari unsur hexahelix. Di antaranya adalah komunitas anggota Permata, pihak swasta/pengusaha (Bogasari), perwakilan pemerintah melalui Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Banjarbaru, serta rekan media sebagai dukungan publikasi.

Mengapa Mie Soto Banjar?

Pemilihan Soto Banjar sebagai objek utama inovasi bukan tanpa alasan. Kuliner legendaris ini dinilai bukan sekadar makanan pengisi perut, melainkan bagian erat dari budaya dan identitas masyarakat Banjar. Karakternya yang khas dinilai masih sangat terbuka untuk dikembangkan melalui berbagai inovasi kontemporer, salah satunya dengan memadukannya bersama mie, langkah yang baru pertama kali dilaksanakan di Banjarbaru.

Secara strategis, kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan unsur hexahelix guna membangun ekosistem inovasi kuliner lokal, mengembangkan produk berbasis tradisi Banjar, serta mendorong penguatan identitas gastronomi Kota Banjarbaru di kancah nasional maupun internasional.

Menembus Pasar Melalui Kolaborasi Aktif

Proses inovasi ini diwujudkan melalui forum kolaborasi dan diskusi interaktif antar-unsur yang hadir. Anggota komunitas Permata secara langsung mengeksplorasi ide pembuatan Mie Soto Banjar sebagai langkah awal pembangunan produk berbasis tradisi lokal. Kolaborasi di Dapur Inovasi Soto Banjar Dandaman ini diharapkan tidak hanya melahirkan ide-ide segar, tetapi juga memperkuat jejaring komunitas kreatif dan memantapkan kuliner lokal sebagai kekuatan budaya daerah.

Ketua Permata Banjarbaru, Catur Rahardjo, mengungkapkan harapan besar agar momentum ini menjadi pemantik awal yang berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah agar produk inovatif ini bisa naik kelas.

“Harapannya, bersama Komite Ekonomi Kreatif, kita bisa melaksanakan kegiatan lanjutan agar inovasi Mie Soto Banjar tidak hanya berhenti di dapur inovasi saja. Produk ini harus bisa dikenal dan diterima oleh masyarakat luas, terutama untuk menambah alternatif menu bagi penikmat mie maupun soto, sehingga ke depannya mampu menjadi pilihan usaha baru yang menjanjikan bagi para pelaku UMKM,” ungkap Catur Rahardjo.

Melalui langkah perdana ini, Mie Soto Banjar diharapkan dapat segera berkembang menjadi alternatif menu baru yang mapan, sekaligus mempertegas posisi Banjarbaru sebagai kota yang inklusif dan kreatif berbasis kearifan lokal. (be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA