MARKISSA Masuk Sekolah, Gerakan Sedekah Sampah di Syamsudin Noor Diperluas hingga SDN 1 dan SDN 2

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Mei 2026 01:22 219 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Gerakan peduli lingkungan berbasis sosial melalui program MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah) terus diperluas di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Kamis (21/5/2026), pengelola program MARKISSA menyerahkan fasilitas Ecobox kepada SDN 1 Syamsudin Noor dan SDN 2 Syamsudin Noor sebagai bagian dari pengembangan gerakan “Jumat Sedekah Sampah” di lingkungan sekolah dasar.

Program inovatif tersebut digagas oleh Ketua RT 33/VII Kelurahan Syamsudin Noor, Yoni Setiawan, dengan konsep mengubah sampah menjadi manfaat sosial. Melalui Ecobox, warga maupun pelajar diajak mengumpulkan sampah anorganik seperti botol dan gelas plastik bekas untuk kemudian dijual. Hasil penjualannya dikonversi menjadi bantuan beras dan sembako bagi warga kurang mampu maupun siswa yang membutuhkan.

Kegiatan penyerahan Ecobox itu turut didampingi Camat Landasan Ulin, Lurah Syamsudin Noor, Ketua LPM, Babinsa, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru.

Sebelumnya, program serupa telah berjalan di SDN 4 Syamsudin Noor, di mana para murid rutin bersedekah botol plastik setiap Jumat. Keberhasilan tersebut mendorong pengelola memperluas jangkauan program ke sekolah lain di wilayah tersebut.

Kepala SDN 1 Syamsudin Noor, Ernani, menyambut baik bantuan Ecobox yang diberikan pengelola MARKISSA bersama jajaran kelurahan.

“SD Negeri 1 Syamsudin Noor mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Lurah Syamsudin Noor beserta seluruh jajaran atas kunjungan dan penyerahan bantuan sarana Ecobox. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program MARKISSA di lingkungan sekolah kami,” ujarnya.

Ia mengatakan, melalui sinergi tersebut pihak sekolah berkomitmen terus mengedukasi generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah sejak dini.

“Bersama kita wujudkan lingkungan kelurahan yang bersih, hijau, dan berkarakter,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 2 Syamsudin Noor, Dahlina Noviranti. Ia menilai keberadaan Ecobox sangat mendukung program pendidikan lingkungan di sekolah.

“Alhamdulillah sekolah kami sudah diberi Ecobox. Kami merasa senang dan ini sangat bermanfaat bagi sekolah, tentunya mendukung kegiatan Adiwiyata dan tujuh kebiasaan anak hebat dalam bermasyarakat,” ujarnya.

Menurut Dahlina, program tersebut menjadi kegiatan positif yang dapat menumbuhkan karakter siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membiasakan anak memilah sampah organik dan anorganik.

Sementara itu, Lurah Syamsudin Noor, Fitria Khairani, mengatakan penyerahan Ecobox merupakan bagian dari edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini.

“Kegiatan penyerahan Ecobox MARKISSA di SDN 01 Syamsudin Noor merupakan salah satu usaha untuk memberikan sosialisasi dan edukasi sejak usia dini kepada siswa-siswi tentang sedekah sampah melalui pilah sampah botol plastik,” katanya.

Ia berharap para siswa semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah sekaligus terbiasa berbagi melalui gerakan sedekah sampah.

“Diharapkan para siswa menjadi paham tentang pengelolaan sampah dan juga giat beramal melalui gerakan MARKISSA dengan mengumpulkan botol plastik pada Ecobox yang tersedia,” ujarnya.

Camat Landasan Ulin, Dinny Wahyuny, menyebut program MARKISSA bukan hanya gerakan kebersihan lingkungan, tetapi juga sarana pembentukan karakter peserta didik.

“Hari ini ulun mendampingi Ketua RT 33, Ketua LPM, Lurah Syamsudin Noor dan Dinas LH untuk menyerahkan Ecobox kepada SDN 1 dan SDN 2 Syamsudin Noor dalam rangka memperluas sasaran program MARKISSA,” ujarnya.

Menurut dia, perluasan program ke sekolah menjadi langkah penting agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak dini.

“Diharapkan kegiatan MARKISSA menjadi edukasi dan penanaman karakter bagi peserta didik di satuan pendidikan tersebut,” katanya.

Penggagas MARKISSA, Yoni Setiawan, berharap semakin banyak Ecobox yang tersedia akan semakin besar pula partisipasi masyarakat dalam gerakan sedekah sampah.

“Dengan banyaknya Ecobox, kita harapkan Jumat berkah sedekah sampah bisa diikuti banyak orang. Di sekolah juga kita bisa memberikan bantuan hasil MARKISSA kepada wali murid yang kurang penghasilannya, sehingga percepatan mengatasi sampah di wilayah Syamsudin Noor bisa segera tercapai,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengupayakan penambahan Ecobox bagi sekolah-sekolah lain yang belum memiliki fasilitas tersebut.

“Kedepannya tetap kita usahakan agar sekolah yang belum ada Ecobox-nya juga bisa mendapatkan, sehingga manfaat program MARKISSA semakin luas dirasakan masyarakat,” kata Yoni.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA