BANJARBARUEMAS.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru bergerak cepat menindaklanjuti laporan kerusakan jalan di wilayah Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), perbaikan mulai dilakukan pada sejumlah ruas strategis, salah satunya Jalan Garuda yang selama ini menjadi jalur penting penghubung kawasan Jalan Trikora menuju Jalan Ahmad Yani maupun sebaliknya.
Jalan Garuda dikenal sebagai salah satu ruas dengan mobilitas lalu lintas cukup padat di kawasan Landasan Ulin. Selain menjadi jalan tembus alternatif untuk mengurai kepadatan di jalur utama, ruas ini juga banyak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat yang menuju kawasan permukiman, pusat usaha, sekolah, hingga akses menuju Bandara Syamsudin Noor dan pusat Kota Banjarbaru.
Keberadaan Jalan Garuda dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Di sepanjang ruas jalan tersebut tumbuh berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kuliner, jasa pendidikan, perdagangan hingga kawasan permukiman yang berkembang pesat. Pada pagi dan sore hari, arus kendaraan biasanya meningkat karena menjadi jalur favorit masyarakat menuju Jalan Ahmad Yani maupun Jalan Trikora.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana, Kamis (21/5/2026), mengatakan perbaikan Jalan Garuda dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan yang disampaikan pihak kelurahan terkait kondisi jalan yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.
“Perbaikan di Jalan Garuda merupakan tindak lanjut dari arahan ibu wali kota kepada camat dan lurah untuk dapat menginformasikan mengenai kerusakan jalan yang ada di wilayah masing-masing,” kata Adi.
Menurut dia, pihaknya menerima surat dari Kelurahan Landasan Ulin Timur mengenai sejumlah titik kerusakan jalan yang memerlukan penanganan segera. Setelah laporan diterima, tim teknis Dinas PUPR langsung melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menentukan metode penanganan yang tepat.
“Jadi kami menerima surat dari Lurah Landasan Ulin Timur berkaitan dengan adanya kerusakan jalan di wilayah mereka,” ujarnya.
Dari hasil survei lapangan tersebut, Dinas PUPR kemudian menyusun perencanaan penanganan serta estimasi biaya perbaikan berdasarkan tingkat prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
“Dari daftar kerusakan jalan yang disampaikan oleh pihak kelurahan kemudian kami melakukan peninjauan lapangan dan membuat perencanaan penanganan serta estimasi biaya untuk perbaikan kerusakan jalan tersebut,” kata Adi.
Ia menjelaskan, tidak seluruh kerusakan jalan harus ditangani melalui pembangunan total.
Untuk kerusakan ringan hingga sedang, penanganan dapat dilakukan melalui program pemeliharaan rutin agar kerusakan tidak semakin meluas dan tetap menjaga fungsi jalan bagi masyarakat.
“Terhadap kerusakan jalan yang tidak memerlukan anggaran yang besar dan mampu ditangani dengan pemeliharaan rutin kemudian kami melakukan perbaikan jalan tersebut sesuai prioritas dan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya.
Dalam proses penanganan, Dinas PUPR menggunakan dua metode utama, yakni patching dan overlay. Metode patching dilakukan dengan menambal titik-titik kerusakan atau lubang pada badan jalan tanpa membongkar seluruh struktur jalan. Teknik ini biasanya diterapkan pada kerusakan ringan hingga sedang.
“Kalau perbaikan jalan dengan tipe patching sifatnya tidak menambah umur rencana jalan ataupun menambah kekuatan jalan, namun hanya mempertahankan rencana umur jalan yang ada. Jadi harus dilihat lagi rencana umur jalan saat awal pembangunan, rekonstruksi, ataupun rehabilitasi jalan sebelumnya,” jelas Adi.
Sementara itu, metode overlay dilakukan dengan menambahkan lapisan aspal baru di atas permukaan jalan lama. Teknik tersebut dinilai lebih efektif untuk memperbaiki kerataan permukaan sekaligus memperkuat struktur jalan tanpa harus membongkar fondasi lama yang masih layak digunakan.
“Overlay adalah teknik pelapisan ulang dengan menambahkan lapisan aspal baru di atas permukaan jalan lama yang bertujuan memperbaiki kerataan, memperkuat struktur, dan memperpanjang umur jalan tanpa harus membongkar total fondasi yang ada,” kata Adi.
Perbaikan Jalan Garuda mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Warga menilai respons cepat Pemerintah Kota Banjarbaru memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, mengingat ruas tersebut selama ini menjadi salah satu jalur dengan arus kendaraan cukup tinggi di kawasan Landasan Ulin.
Bintara Pembina Teritorial AU Landasan Ulin Timur, Serma Nanang Hadi, mengatakan dirinya turut memantau langsung proses pengaspalan yang dilakukan pada malam hari, 19 Mei lalu.
“Alhamdulillah kami langsung memantau kegiatan pengaspalan di Jalan Garuda. Sekarang jalannya jadi mulus dan aman bagi pengendara roda dua maupun roda empat karena Jalan Garuda termasuk jalur dengan arus lalu lintas padat,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga datang dari Ketua RT 03 RW 08, Norhayati. Ia mengapresiasi tindak lanjut cepat atas laporan masyarakat mengenai kondisi jalan rusak di wilayah mereka.
“Alhamdulillah Jalan Garuda telah diperbaiki. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas tindak lanjut pemerintah terhadap keluhan warga,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua RT 06 RW 06, Suwarna, menyebut perbaikan jalan memberikan perubahan besar bagi kenyamanan masyarakat.
“Atas nama masyarakat kami mengucapkan banyak terima kasih karena Jalan Garuda yang dulu banyak berlubang sekarang sudah mulus kembali. Semoga semua pihak yang terlibat dalam perbaikan ini selalu mendapat perlindungan,” ujarnya.
Ketua RT 05 RW 06, Khairi, juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Banjarbaru dan pihak kelurahan karena perbaikan tersebut sangat membantu aktivitas warga sehari-hari.
“Perbaikan ini sangat membantu akses kegiatan kami sehari-hari. Semoga ke depan pembangunan dan perhatian terhadap wilayah Landasan Ulin terus konsisten untuk kemajuan Kota Banjarbaru,” katanya.
Ketua Forum RT/RW Kelurahan Landasan Ulin Timur sekaligus Ketua RT 02 RW 06, Eri Fransinata, menilai respons pemerintah terhadap kerusakan jalan berlangsung cepat dan tepat sasaran.
“Dulu Jalan Garuda banyak berlubang dan cukup membahayakan karena kendaraan yang melintas sangat ramai, termasuk mobil truk. Sekarang jalannya sudah mulus dan aman. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Wali Kota Banjarbaru atas respons cepat pemerintah. Maju terus Banjarbaru Emas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 08, Eko Harmono, berharap penanganan Jalan Garuda dapat terus berlanjut hingga pengaspalan menyeluruh di masa mendatang.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas cepat tanggap pemerintah terhadap perbaikan Jalan Garuda. Harapan kami ke depan ruas jalan ini bisa diaspal penuh agar semakin nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Lurah Landasan Ulin Timur, Amir, mengatakan masyarakat merasakan langsung manfaat dari perbaikan jalan tersebut karena Jalan Garuda merupakan akses utama aktivitas warga setiap hari.
“Alhamdulillah kami atas nama masyarakat Kelurahan Landasan Ulin Timur mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Banjarbaru, khususnya Ibu Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, yang langsung merespons cepat kerusakan Jalan Garuda di wilayah kami. Perbaikan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan membuat aktivitas warga menjadi lebih aman serta nyaman,”ucapnya.(be)
172
Tidak ada komentar