BANJARBARUEMAS.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru bergerak cepat menindaklanjuti laporan kerusakan jalan di wilayah Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), perbaikan mulai dilakukan pada sejumlah ruas strategis, di antaranya Jalan Guntung Manggis akses dari jalan kelurahan menuju kawasan Transad (RT 18 RW 03 tepat di depan SDI Almadani).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Banjarbaru. Penanganan dilakukan setelah adanya laporan resmi dari pihak Kelurahan Guntung Manggis yang disampaikan kepada Dinas PUPR pada 13 Mei 2026.
Perbaikan jalan ini sekaligus memperlihatkan pola kerja responsif yang dibangun Pemerintah Kota Banjarbaru melalui koordinasi aktif antara pemerintah daerah, kecamatan, dan kelurahan dalam menyerap aspirasi masyarakat terkait infrastruktur lingkungan.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby sebelumnya menegaskan bahwa camat dan lurah memiliki posisi strategis sebagai penghubung informasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, peran aparatur wilayah sangat penting dalam memastikan setiap keluhan warga dapat segera diteruskan dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme pembangunan daerah.
“Saya meminta camat dan lurah aktif membantu memfasilitasi aduan masyarakat terkait kondisi jalan. Pemerintah Kota ingin memastikan setiap aspirasi warga dapat tersampaikan dengan baik dan ditangani sesuai mekanisme serta skala prioritas pembangunan daerah,” ujar Lisa.
Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran di lapangan. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana, Kamis (21/5/2026), menjelaskan bahwa perbaikan jalan di Guntung Manggis dan Jalan Garuda merupakan bagian dari tindak lanjut atas laporan yang disampaikan pihak kelurahan.
“Perbaikan di Jalan Guntung Manggis dan Jalan Garuda merupakan tindak lanjut dari arahan ibu wali kota kepada camat dan lurah untuk dapat menginformasikan mengenai kerusakan jalan yang ada di wilayah masing-masing,” kata Adi.
Menurut dia, pihaknya menerima surat dari Kelurahan Guntung Manggis dan Kelurahan Landasan Ulin Timur terkait kondisi jalan rusak yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Jadi kami menerima surat dari Lurah Guntung Manggis dan Lurah Landasan Ulin Timur berkaitan dengan adanya kerusakan jalan di wilayah mereka,” ujarnya.
Setelah laporan diterima, Dinas PUPR langsung melakukan peninjauan lapangan guna memastikan tingkat kerusakan dan menentukan metode penanganan yang paling sesuai. Dari hasil survei teknis tersebut, kemudian disusun estimasi biaya serta skema penanganan berdasarkan tingkat prioritas.
“Dari daftar kerusakan jalan yang disampaikan oleh pihak kelurahan kemudian kami melakukan peninjauan lapangan dan membuat perencanaan penanganan serta estimasi biaya untuk perbaikan kerusakan jalan tersebut,” kata Adi.
Ia menjelaskan, tidak seluruh kerusakan jalan harus ditangani dengan pembangunan total. Untuk kerusakan ringan hingga sedang, penanganan dapat dilakukan melalui program pemeliharaan rutin agar kerusakan tidak semakin meluas.
“Terhadap kerusakan jalan yang tidak memerlukan anggaran yang besar dan mampu ditangani dengan pemeliharaan rutin kemudian kami melakukan perbaikan jalan tersebut sesuai prioritas dan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya.
Dalam proses penanganan, Dinas PUPR menggunakan dua metode utama, yakni patching dan overlay. Patching merupakan teknik penambalan lubang atau kerusakan lokal tanpa harus membongkar seluruh badan jalan. Metode ini biasa digunakan ketika tingkat kerusakan masih tergolong ringan hingga sedang.
Adi menegaskan, patching bukan bertujuan menambah kekuatan struktur jalan secara keseluruhan, melainkan mempertahankan umur layanan jalan yang telah direncanakan sebelumnya.
“Kalau perbaikan jalan dengan tipe patching sifatnya tidak menambah umur rencana jalan ataupun menambah kekuatan jalan, namun hanya mempertahankan rencana umur jalan yang ada. Jadi harus dilihat lagi rencana umur jalan saat awal pembangunan, rekonstruksi, ataupun rehabilitasi jalan sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, metode overlay dilakukan dengan menambahkan lapisan aspal baru di atas permukaan jalan lama. Teknik ini dinilai lebih efektif untuk memperbaiki kerataan jalan sekaligus memperkuat struktur permukaan tanpa harus membongkar total fondasi jalan yang masih layak.
“Overlay adalah teknik pelapisan ulang dengan menambahkan lapisan aspal baru di atas permukaan jalan lama yang bertujuan memperbaiki kerataan, memperkuat struktur, dan memperpanjang umur jalan tanpa harus membongkar total fondasi yang ada,” kata Adi.
Ia berharap penanganan melalui patching dan overlay tersebut dapat menjaga kualitas jalan sehingga tetap mampu melayani aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
“Dengan dilakukan perbaikan jalan menggunakan metode patching dan overlay diharapkan dapat memenuhi umur layanan awal jalan selama minimal 10 sampai 20 tahun,” ujarnya.
Selain memperbaiki jalan, Dinas PUPR juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kondisi infrastruktur yang telah diperbaiki. Salah satu penyebab utama kerusakan jalan, kata Adi, adalah genangan air akibat saluran yang tersumbat serta kendaraan bertonase berat yang melintas tidak sesuai kelas jalan.
“Mari bersama-sama menjaga kondisi jalan yang ada, misalnya melakukan pembersihan bahu jalan di depan rumah yang kemungkinan menghambat aliran air sehingga tidak tuntas dan melaporkan apabila ada kegiatan lalu lintas berlebih yang tidak sesuai dengan kelas jalan tersebut ataupun ada kegiatan lain yang merusak ruas jalan,” katanya.
Menurut dia, air yang menggenang di badan maupun bahu jalan menjadi faktor yang paling sering mempercepat kerusakan aspal. Karena itu, kesadaran masyarakat menjaga drainase lingkungan dinilai sangat menentukan usia jalan.
Sementara itu, Lurah Guntung Manggis, Rajijanoor Yahya Lukmana, menyampaikan apresiasi atas cepatnya respons Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menindaklanjuti laporan warga.
Ia menjelaskan, surat permohonan perbaikan yang dikirimkan ke Dinas PUPR pada 13 Mei 2026 disusun berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui RT, RW, dan LPM.
Surat bernomor B-100_1/KEL.GT.MANGGIS/SEKRETARIAT/V/2026 tersebut juga dilengkapi dokumentasi kerusakan jalan sebagai bahan evaluasi teknis bagi Dinas PUPR.
“Kami segera melakukan peninjauan lapangan secara langsung. Selain pemantauan mandiri, kami juga menyerap aspirasi masyarakat melalui RT, RW, dan LPM untuk mendata kondisi infrastruktur jalan di wilayah masing-masing,” kata Yahya.
Ia mengungkapkan, beberapa titik yang sebelumnya dilaporkan kini telah mulai mendapatkan penanganan di lapangan.
“Alhamdulillah, beberapa titik yang kami laporkan telah mulai diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarbaru. Kami berharap perbaikan kerusakan infrastruktur jalan lainnya di wilayah Kelurahan Guntung Manggis dapat terealisasi secara bertahap demi kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Bagi warga Guntung Manggis, jalan tersebut bukan sekadar akses lingkungan biasa. Ruas jalan itu menjadi jalur penting yang menghubungkan permukiman warga dengan sejumlah fasilitas pendidikan, kawasan permukiman, hingga akses menuju wilayah Transad.
Karena itu, Yahya berharap masyarakat ikut menjaga kondisi jalan yang telah diperbaiki, baik dengan memperhatikan aktivitas kendaraan yang melintas agar tidak melebihi kapasitas tonase jalan. Menurutnya, kesadaran bersama menjadi kunci agar usia layanan jalan dapat bertahan lebih lama dan tetap nyaman digunakan masyarakat.
“Perbaikan jalan Guntung Manggis ini sangat penting bagi kami karena menjadi salah satu akses vital yang menghubungkan beberapa tempat penting di wilayah ini. Kami juga berharap para pengguna jalan dapat memperhatikan tonase kendaraan yang melintas agar tidak melebihi kapasitas jalan, sehingga kondisi jalan yang sudah diperbaiki ini bisa lebih awet dan bertahan lama,” katanya.(be)
365
Tidak ada komentar