BANJARBARUEMAS.COM – Sebuah pesan singkat yang dikirim melalui media sosial Instagram menjadi awal dari gerak cepat Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Ketika seorang warga Gunung Kupang mengeluhkan ancaman kekeringan akibat debit air sumur yang terus menurun, laporan tersebut tidak berhenti sebagai percakapan di ruang digital. Dalam hitungan jam, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby langsung menginstruksikan jajarannya turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Langkah cepat itu berujung pada tindakan nyata. Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Kecamatan Cempaka, Kelurahan Cempaka, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru bergerak bersama memasang tandon air sebagai langkah antisipasi agar warga tetap memperoleh pasokan air bersih selama musim kemarau.
Peristiwa tersebut bermula ketika akun Instagram @rizani_2006 mengirimkan pesan langsung kepada Wali Kota Banjarbaru. Dalam pesannya, warga menyampaikan bahwa sumur di kawasan Gunung Kupang mulai mengering sehingga kebutuhan air bersih keluarga maupun ternak sapi yang dipeliharanya terancam terganggu. Ia pun memohon bantuan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki.
Tanpa menunggu lama, Wali Kota Lisa langsung memberikan instruksi kepada perangkat daerah terkait.
“Cek dan kontrol warga di sana, apakah benar mengalami kekeringan dan membutuhkan air. Kalau memang membutuhkan, segera koordinasikan dengan BPBD dan PT Air Minum Intan Banjar,” tegas Lisa.
Menurut Lisa, setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan kepentingan publik harus segera ditindaklanjuti agar persoalan tidak berkembang menjadi lebih besar.
“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Setiap laporan yang masuk akan kami pastikan ditindaklanjuti secara cepat melalui koordinasi seluruh perangkat daerah. Yang terpenting, kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dan warga benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Lisa.
Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti Camat Cempaka Hendrawan Maulana bersama Lurah Cempaka Suprianto dengan melakukan pengecekan lapangan pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 Wita.
Hasil pengecekan menunjukkan lokasi yang dimaksud berada di RT 36 RW 10 Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka. Berdasarkan informasi Ketua RT dan Ketua RW setempat, warga masih mengandalkan sumur sebagai sumber utama air bersih. Meski belum sepenuhnya kering, debit air sumur terus menurun dan berada pada kondisi hampir mengering sehingga berpotensi menimbulkan krisis air apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
Setelah berdiskusi bersama Ketua RW 10, Ketua RT 36, dan warga setempat, disepakati pemasangan tandon air di lokasi yang dinilai paling strategis, aman, dan mudah dijangkau masyarakat, yakni di dekat rumah Ketua RT 36.
“Setelah menerima instruksi Ibu Wali Kota, kami langsung memastikan laporan warga dengan turun ke lapangan. Setelah melihat kondisi sebenarnya, kami segera berkoordinasi dengan BPBD sehingga bantuan berupa pemasangan tandon air dapat langsung dilakukan sebagai langkah antisipasi,” ujar Hendrawan.
Koordinasi tersebut segera ditindaklanjuti BPBD Kota Banjarbaru dengan mengirimkan bantuan dan memasang tandon hydrant air di lokasi. Tandon tersebut akan diisi secara berkala menggunakan mobil tangki BPBD untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Pemerintah Kota Banjarbaru juga menyiapkan solusi jangka panjang. Kecamatan Cempaka akan berkoordinasi dengan PT Air Minum Intan Banjar untuk memperluas jaringan pipa induk menuju kawasan Gunung Kupang sekaligus mengupayakan pemasangan sambungan rumah bagi sekitar 10 kepala keluarga yang hingga kini belum menikmati layanan air perpipaan.
Sementara itu, Lurah Cempaka Suprianto langsung membangun komunikasi dengan Ketua RT, Ketua RW, dan masyarakat guna memastikan distribusi air bersih berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran. Pendataan juga dilakukan untuk memetakan kebutuhan warga sebagai dasar penyusunan solusi yang lebih permanen.
Respons cepat pemerintah mendapat apresiasi dari masyarakat. Ketua RW 10 Kelurahan Cempaka, Sa’roni, mengaku tidak menyangka laporan yang disampaikan melalui media sosial langsung mendapat tindak lanjut.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota Banjarbaru yang cepat merespons laporan warga di media sosial. Sore tadi Pak Camat dan Pak Lurah langsung datang ke lokasi, berkoordinasi dengan kami dan Pak RT. Tidak lama kemudian BPBD juga datang memasang tandon air. Respons pemerintah sangat cepat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua RT 36 RW 10 Kelurahan Cempaka, Isab Putra, mengatakan bantuan tersebut memberikan ketenangan bagi warga yang mulai terdampak musim kemarau.
“Terus terang kami tidak menyangka laporan warga yang hanya disampaikan melalui media sosial bisa direspons secepat ini. Atas arahan Ibu Wali Kota, sore itu juga Pak Camat dan Pak Lurah langsung datang melihat kondisi kami, kemudian BPBD memasang tandon air. Ini bukan hanya soal bantuan air bersih, tetapi bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan. Di RT 36 ada sekitar 10 kepala keluarga yang mulai terdampak berkurangnya debit air sumur.
Dengan adanya tandon ini, warga merasa lebih tenang karena kebutuhan air bersih tetap terjamin. Kami berharap ke depan jaringan PT Air Minum Intan Banjar juga dapat menjangkau wilayah kami agar persoalan air bersih dapat terselesaikan secara permanen. Atas nama seluruh warga RT 36, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota Banjarbaru beserta seluruh jajaran yang bergerak cepat mendengar dan menindaklanjuti keluhan masyarakat,” pungkas Isab Putra.(be)
356
Tidak ada komentar