Darpusda Banjarbaru Hadirkan Wadah Baca Berbasis QR Code, Akses Ribuan Buku Digital Gratis di Ruang Publik

waktu baca 3 menit
Minggu, 19 Jul 2026 07:15 222 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Transformasi layanan perpustakaan di Kota Banjarbaru terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi digital. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Darpusda) Kota Banjarbaru menghadirkan Wadah Baca, sebuah inovasi layanan literasi berbasis QR Code yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan koleksi buku digital secara instan dan gratis di ruang-ruang publik.

Inovasi tersebut mulai diterapkan di kawasan Lapangan Dr. Murdjani, salah satu ruang publik dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi. Melalui fasilitas ini, pengunjung tidak lagi harus datang ke gedung perpustakaan untuk memperoleh bahan bacaan. Cukup menggunakan telepon pintar, masyarakat dapat mengakses berbagai koleksi buku elektronik hanya dalam hitungan detik.

Cara menggunakannya pun relatif sederhana. Pengguna cukup mengaktifkan fitur lokasi (GPS) pada telepon genggam, kemudian memindai QR Code yang tersedia pada papan informasi Wadah Baca. Selanjutnya, sistem akan mengarahkan pengguna menuju layanan perpustakaan digital yang menyediakan beragam koleksi buku dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, sejarah, teknologi, sastra, pengembangan diri hingga bacaan anak.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru Asep Saputra mengatakan, Wadah Baca merupakan bentuk adaptasi layanan perpustakaan terhadap perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin akrab dengan teknologi digital.

“Wadah Baca adalah layanan literasi modern yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan buku digital secara instan dan gratis dengan memindai kode QR melalui smartphone di lokasi tertentu, tanpa perlu mengunduh aplikasi khusus ataupun melakukan pendaftaran,” kata Asep, Minggu (19/7/2026).

Menurut Asep, inovasi tersebut dikembangkan dengan konsep menghadirkan perpustakaan lebih dekat kepada masyarakat. Selama ini, akses terhadap layanan perpustakaan masih identik dengan gedung fisik. Padahal, ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas budaya literasi.

“Media ini hadir untuk menjangkau tempat-tempat publik agar masyarakat lebih mudah membaca di mana saja dan kapan saja. Kami ingin literasi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, bukan hanya ketika berada di sekolah atau di perpustakaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi solusi yang lebih efektif dalam pengembangan layanan perpustakaan. Selain memperluas jangkauan pelayanan, konsep tersebut mampu menghadirkan koleksi bacaan dalam jumlah besar tanpa harus membangun gedung baru atau menyediakan ribuan buku cetak di setiap lokasi.

“Layanan ini dirancang sebagai solusi yang efisien dalam penyediaan bahan pustaka tanpa harus membangun gedung fisik yang besar ataupun merawat koleksi buku cetak secara konvensional. Melalui sistem digital, masyarakat memperoleh akses terhadap pengetahuan secara lebih cepat, mudah, dan praktis,” jelasnya.

Asep menambahkan, inovasi Wadah Baca merupakan bagian dari upaya Darpusda Banjarbaru untuk memperkuat ekosistem literasi yang lebih inklusif. Kehadiran perpustakaan tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan dapat diakses langsung oleh masyarakat di lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas publik.

Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya menjadi peluang untuk memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan. Smartphone yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai sarana komunikasi maupun hiburan, juga dapat dimanfaatkan sebagai media membaca yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga kehadiran media ini memberikan manfaat bagi warga Banjarbaru dalam meningkatkan kegemaran budaya membaca. Semakin mudah masyarakat memperoleh akses terhadap bahan bacaan, semakin besar pula peluang meningkatnya minat baca serta lahirnya masyarakat yang lebih berpengetahuan, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.

Kehadiran Wadah Baca sekaligus menjadi langkah konkret Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru dalam mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital. Inovasi ini tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas, tetapi juga mempertegas peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke ruang-ruang publik.

Melalui pendekatan tersebut, Darpusda Banjarbaru berharap budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat. Perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang harus didatangi, melainkan sebagai layanan yang hadir mengikuti mobilitas warga, memberikan kemudahan akses terhadap pengetahuan kapan saja dan di mana saja.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA