BANJARBARUEMAS.COM — Lapangan Murjani, Senin pagi, 1 Desember 2025, menjadi saksi sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan Kelurahan Sungai Ulin, tetapi juga mempertegas standar baru bagi pelayanan publik di Banjarbaru. Di hadapan jajaran Pemerintah Kota dan ratusan ASN yang mengikuti apel pagi, Sekretaris Kelurahan Sungai Ulin, Nadia Saraswati, menerima Piagam Penghargaan Juara I Pegawai ASN Teladan Tahun 2025 untuk kategori Pejabat Pengawas.
Piagam bernomor 100.3.3.3/694/KUM/2025, yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, diserahkan oleh Sekda Banjarbaru, Sirajoni. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja panjang yang ditopang integritas, inovasi, serta etos kepemimpinan tingkat kelurahan—sebuah wilayah kerja yang sering kali tidak menonjol, namun sesungguhnya menjadi fondasi wajah pelayanan publik paling dasar. Perempuan kelahiran Jakarta yang telah mengabdi sebagai ASN selama hampir 15 tahun tersebut menerima penghargaan itu dengan mata berkaca-kaca, seolah seluruh kerja senyapnya selama ini akhirnya mendapatkan ruang terang yang layak.

Sebagai sekretaris kelurahan, Nadia memegang peran yang kerap disebut sebagai mesin organisasi—mengelola administrasi umum, tata keuangan, kearsipan, koordinasi antar-seksi, hingga memastikan kelancaran pelayanan publik harian. Pada level inilah kompetensi teknis dan manajerial diuji: mulai dari penyusunan rencana anggaran, memandu staf dalam pelaksanaan tugas, hingga memverifikasi laporan keuangan dan memastikan alur pelayanan berjalan tanpa jarak.
Kriteria penilaian ASN Teladan kategori Pejabat Pengawas mencakup empat dimensi utama: kinerja, kompetensi, integritas-disiplin, serta kemampuan sosial kultural. Dalam keseluruhan aspek itu, Nadia konsisten menampilkan capaian di atas rata-rata. Catatan kinerjanya menunjukkan peningkatan kualitas layanan administratif Kelurahan Sungai Ulin, termasuk percepatan layanan, penguatan koordinasi lintas bidang, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengarsipan dan pelayanan data.
Di sisi kompetensi manajerial, Nadia dinilai menonjol dalam pengembangan staf dan penerapan perubahan kerja berbasis efisiensi. Integritasnya tercatat bersih dan disiplin, sementara kepiawaiannya menciptakan lingkungan kerja yang harmonis membuatnya disebut sebagai figur perekat organisasi di tingkat kelurahan—sebuah kualitas yang semakin relevan dalam upaya membangun pelayanan publik yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada warga.
Penghargaan tingkat kota ini melengkapi rekam jejak panjang prestasi Nadia. Saat menjabat Ketua TP PKK Kelurahan Mentaos mendampingi suaminya Lurah Mentaos H. Akhmad Rifai pada 2019, ia telah menorehkan sejumlah capaian yang memperlihatkan kemampuannya mengelola tim dan menyusun program berbasis pemberdayaan.
Nadia berhasil membawa TP PKK Mentaos meraih Juara I Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kota Banjarbaru untuk kategori menu keluarga dan kudapan. Berlanjut ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, tim yang dipimpinnya kembali memenangkan Juara I kategori Menu Balita. Kemenangan itu tidak berhenti sebagai trofi; program tersebut berkembang menjadi embrio usaha catering balita yang kini mulai digarap serius oleh anggota PKK untuk melayani pasar Banjarbaru.
Di tahun yang sama, Nadia juga berperan dalam mendorong Kelurahan Mentaos meraih Juara 1 Eco Office Award 2019. Dalam waktu lima bulan, ia bersama PKK mengimplementasikan GADUR (Gaya Hidup Tumbler) untuk mengurangi sampah plastik, memperbanyak vegetasi di area kantor, serta melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk di TPS sementara. Program ini dinilai sebagai bukti nyata kapasitas inovasi sosial di tingkat kelurahan.
Deret capaian tersebut menjadi fondasi yang memperkuat penilaian juri. Dalam tahapan seleksi—mulai dari penilaian portofolio, wawancara, verifikasi kinerja, hingga evaluasi integritas—Nadia menunjukkan konsistensi seorang ASN yang bekerja bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menautkan tugas administratif dengan dampak sosial.
Penghargaan Juara I ASN Teladan Kategori Pejabat Pengawas Tahun 2025 ini menjadi penegasan bahwa pelayanan publik Banjarbaru memiliki energi baru: dikelola oleh figur-figur yang paham tata kelola, terbuka pada inovasi, dan melandaskan kerja pada nilai integritas.
Di tengah upaya Banjarbaru menuju tata kelola kota yang modern dan adaptif, sosok seperti Nadia Saraswati memperlihatkan bahwa transformasi terbaik justru dimulai dari meja-meja kerja kecil di kelurahan—tempat kebutuhan warga pertama kali disapa, didata, dan dilayani. Di Banjarbaru, namanya kini tercatat di antara deretan ASN dengan kinerja terbaik. Namun bagi rekannya di Sungai Ulin, keteladanannya bukan terletak pada gelar Juara I, melainkan pada caranya bekerja: pelan, rapi, penuh hormat kepada warga dan lingkungan kerjanya.
Di tengah tantangan pelayanan publik yang terus berkembang, kehadiran perempuan dengan dua putri tersebut menghadirkan harapan baru: bahwa kualitas birokrasi bisa tumbuh dari ruang kerja kecil, dikerjakan secara konsisten, dan memberi manfaat luas bagi kota. Banjarbaru beruntung memilikinya. Selamat atas pencapaiannya Ibu Nadia Saraswati.(be)