Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru Hadirkan Ruang Kreatif Anak Muda di Ramadan Fair 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 20 Feb 2026 03:58 272 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Malam di Lapangan Murjani tak hanya dipenuhi aroma wadai dan riuh pengunjung Ramadan Fair. Di antara gemerlap lampu dan lalu-lalang warga, sebuah ruang gagasan turut menyala. Jumat (20/2/2026) pukul 20.30 WITA, Stand Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru menghadirkan Special Talk Show bertema “Perkembangan dan Tantangan Ekonomi Kreatif di Banjarbaru”, sebuah forum terbuka yang mempertemukan ide, jejaring, dan harapan tentang masa depan Kota Idaman.

Digelar dalam rangkaian Festival Wadai di Lapangan Murjani, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsisten memperkuat creative ecosystem di Banjarbaru. KEK membangun kolaborasi bersama jejaring nasional seperti Indonesia Creative Cities Network (ICCN), sekaligus mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas untuk menyatukan langkah dalam satu visi pertumbuhan bersama.

Talk show ini menghadirkan drg. M. Hasriandy Candra Basri, S.H., sebagai narasumber utama. Ia dikenal aktif mendorong pengembangan ekosistem kreatif berbasis kolaborasi dan inovasi lintas sektor. Dalam forum tersebut, peserta diajak menelisik arah kebijakan, membaca peluang pasar, memperkuat kapasitas komunitas, hingga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan insan kreatif.

Sosok Hasriandy bukan nama asing di Banjarbaru. Ia pernah menjabat Ketua Umum Pewadahan Nanang Galuh Banjarbaru periode 2019–2022 dan Wakil Ketua HIMA KG FK ULM periode 2013–2015. Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat ini merupakan putra daerah Banjarbaru yang aktif membangun jejaring kepemudaan serta mendorong lahirnya kolaborasi lintas komunitas.

Di tengah geliat ekonomi Ramadan, diskusi ini menjadi oase pemikiran. Banjarbaru yang terus bertumbuh sebagai kota penyangga sekaligus simpul kreativitas Kalimantan Selatan dinilai memiliki potensi besar di sektor kuliner, kriya, desain, hingga ekonomi berbasis digital. Namun tantangan juga nyata, mulai dari akses pembiayaan, konsistensi branding, hingga penguatan jejaring pemasaran.

Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda seremonial.

“Ekonomi kreatif bukan hanya tentang kreativitas, tetapi tentang keberanian berinovasi, membangun jejaring, dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya.

Menurut Riandy, talk show ini adalah momentum konsolidasi gagasan untuk memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar penggerak visi Banjarbaru Emas. Ia berharap diskusi malam itu melahirkan langkah konkret—dari penguatan komunitas, kolaborasi lintas subsektor, hingga terciptanya ruang-ruang kreatif baru yang dikelola anak muda Banjarbaru.

Ia menambahkan, KEK ingin menghadirkan ruang inklusif bagi generasi muda untuk tumbuh dan berekspresi. Forum seperti ini, kata dia, harus menjadi wadah lahirnya ide-ide segar sekaligus panggung bagi karya dan inovasi lokal.

“Kita ingin anak muda Banjarbaru merasa memiliki ruang. Di sinilah mereka bisa bertemu, berdiskusi, bereksperimen, dan membangun jejaring yang memperkuat ekosistem kreatif kota,” kata Riandy.

Ia pun mengajak komunitas dan generasi muda memanfaatkan Stand KEK sebagai ruang bersama selama Ramadan Fair berlangsung. “Stand KEK ini adalah ruang kolaborasi. Silakan berdiskusi, berjejaring, memamerkan karya, dan membangun kemitraan. Ini panggung kita bersama untuk tumbuh,” ujarnya.

Di bawah cahaya lampu Lapangan Murjani dan semangat Ramadan, talk show ini diharapkan menjadi titik temu antara ide dan aksi. Bukan sekadar membedah tantangan, melainkan merumuskan arah. Sebab, di tangan komunitas kreatif, ekonomi kreatif adalah tentang keberanian, inovasi, dan masa depan kota yang terus bergerak maju.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA