BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengandalkan transportasi massal sebagai instrumen pengelolaan mobilitas publik saat puncak kegiatan keagamaan. Pada peringatan Haul Guru Sekumpul bertepatan dengan 5 Rajab 1447 Hijriah, layanan Bus Trans Banjarbakula digratiskan selama enam hari, terhitung 26 hingga 31 Desember 2025.
Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung kelancaran pergerakan jemaah menuju lokasi kegiatan Majelis Rutin Sekumpul, sekaligus menjadi upaya sistematis menekan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas strategis, terutama Jalan A Yani yang selama ini menjadi koridor utama pergerakan antarwilayah di kawasan Banjarbakula.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Adi Rosian, menjelaskan bahwa penggratisan tarif berlaku untuk seluruh koridor Bus Rapid Transit (BRT) Trans Banjarbakula tanpa pengecualian, selama jam operasional normal.
“Layanan tetap beroperasi seperti biasa, mulai pukul 05.00 hingga 21.00 Wita. Seluruh koridor kami buka gratis selama enam hari agar jemaah dapat bergerak lebih mudah dan tertib,” kata Adi Rosian, Jumat (19/12/2025).
Trans Banjarbakula melayani jaringan lintas daerah yang mencakup Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, hingga Barito Kuala. Meski jumlah penumpang diperkirakan meningkat signifikan seiring puncak kegiatan 5 Rajab, Dishub Kalsel belum menyiapkan penambahan armada.
“Operasional tetap menggunakan 91 unit bus seperti hari biasa. Kami akan memantau kondisi di lapangan. Jika diperlukan penyesuaian, informasinya akan disampaikan melalui kanal resmi,” ujar Adi.
Dalam skema pengaturan lalu lintas, Terminal Simpang Empat Banjarbaru disiapkan sebagai titik penurunan utama jemaah untuk mengantisipasi kepadatan di Jalan A Yani. Namun, Dishub juga menyiapkan skema alternatif.
“Apabila situasi tidak memungkinkan, penurunan penumpang akan dialihkan ke kawasan Lapangan Murjani,” katanya.
Meski tarif diberlakukan nol rupiah, penumpang tetap diwajibkan melakukan tapping kartu elektronik saat naik bus. Kebijakan ini bertujuan untuk pendataan jumlah pengguna dan evaluasi layanan. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi jemaah yang datang dari luar wilayah layanan Banjarbakula.
Dishub Kalsel mengimbau masyarakat, khususnya jemaah dari wilayah perkotaan, memanfaatkan angkutan massal selama puncak kegiatan 5 Rajab. Selain dinilai lebih efisien, penggunaan BRT juga dianggap lebih aman, terutama di tengah cuaca yang kerap diguyur hujan pada akhir tahun.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, kami harapkan tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Adi.
Dari sisi masyarakat, kebijakan tersebut disambut positif. Warga Banjarbaru, Yopi, mengaku terbantu dengan ketersediaan layanan BRT gratis selama rangkaian haul.
“Saya memang terbiasa menggunakan Trans Banjarbakula. Saat 5 Rajab, layanan gratis ini sangat membantu, lebih nyaman bagi jemaah dan bisa mengurangi kepadatan parkir kendaraan di sekitar lokasi kegiatan,” ujarnya.
Penggratisan layanan Trans Banjarbakula ini menjadi bagian dari pendekatan pelayanan publik yang mengedepankan kenyamanan, keselamatan, dan keteraturan, di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada momentum keagamaan berskala besar di Kalimantan Selatan.(be)
614
Tidak ada komentar