Dari Sampah Jadi Berkah: MARKISSA Hidupkan Solidaritas, Bantu Lansia hingga Anak Pejuang Kanker

waktu baca 4 menit
Jumat, 1 Mei 2026 12:55 130 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Program Jumat Berkah Mari Kita Sedekah Sampah (MARKISSA) di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, pada Jumat, 1 Mei 2026, kembali menunjukkan peran nyata dalam membantu warga kurang mampu. Bantuan berupa beras hasil pengelolaan sedekah sampah bulan April disalurkan kepada delapan penerima manfaat, termasuk lansia, pelaku usaha kecil, penyandang disabilitas, hingga anak penderita kanker tulang.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah RW 07 ini dihadiri langsung oleh Camat Landasan Ulin Dinny Wahyuny, Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani, Ketua LPM Suprianto, Ketua RW 07 Suyono, serta para Ketua RT, yakni Dedy Iskandar (RT 32), Yoni Setiawan (RT 33), dan Hasanudin. Penyaluran dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, menciptakan suasana hangat penuh empati dan kebersamaan.

Camat Landasan Ulin, Dinny Wahyuny, menegaskan bahwa program MARKISSA telah menjadi contoh nyata gerakan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

“Hari ini kami bersama lurah, ketua RW, ketua RT, dan LPM membagikan hasil sedekah sampah kepada warga yang membutuhkan di RW VII. Program MARKISSA ini sudah berjalan selama 11 bulan dan terbukti sangat bermanfaat. Berdasarkan informasi dari ketua RW, sekitar 25 sampai 30 kepala keluarga telah terbantu. Harapan kami, program ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga bisa direplikasi di seluruh RT dan RW,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Warga kini mulai terbiasa memilah sampah rumah tangga seperti botol plastik dan kardus yang memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu Lurah Syamsudin Noor turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi sosial yang lahir dari tingkat RT tersebut. Menurutnya, MARKISSA menjadi contoh konkret bahwa kepedulian sosial bisa dibangun dari hal sederhana.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif Ketua RT 33, Bapak Yoni Setiawan, yang mengajak warga bersedekah melalui pemilahan sampah. Hasil penjualannya kemudian disalurkan kepada lansia, disabilitas, dan warga kurang mampu. Hari ini kami juga menyerahkan bantuan kepada Dinda, anak berusia 12 tahun yang sedang berjuang melawan kanker tulang,” katanya.

Ia menjelaskan, Dinda merupakan anak yatim yang saat ini duduk di kelas VI SDN 02 Syamsudin Noor. Selama delapan bulan terakhir, Dinda menjalani perjuangan melawan kanker tulang dan telah melalui lima kali kemoterapi.

“Meski dalam kondisi sakit, semangat belajar Dinda luar biasa. Saat kami datang, ia sedang belajar untuk persiapan ulangan hari Senin. Ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang arti keteguhan dan harapan,” ujarnya.

Ketua LPM Kelurahan Syamsudin Noor, Suprianto, menilai keberadaan program MARKISSA telah memberi dampak signifikan bagi warga.

“Pada prinsipnya kami sangat senang karena kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat yang tidak mampu. Hari ini bantuan disalurkan kepada beberapa kepala keluarga yang membutuhkan, termasuk anak yang menderita kanker. Harapan warga, program ini terus berjalan lancar karena sangat dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ketua RT 33 sekaligus penggagas program, Yoni Setiawan, mengungkapkan rasa haru atas kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran pemerintah dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti.

“Kami sangat bersyukur dan terharu. Kehadiran pemerintah memberi semangat bagi kami untuk terus bergerak. Tujuan kami sederhana, ingin melihat warga tersenyum. Air mata yang hadir hari ini bukan karena kesulitan, tetapi karena rasa haru atas kepedulian bersama,” ucapnya.

Ia menjelaskan, mekanisme MARKISSA dimulai dari kebiasaan warga memilah sampah rumah tangga yang memiliki nilai jual. Sampah seperti botol plastik dan kardus dikumpulkan, kemudian dijual secara kolektif.
Hasilnya dikelola untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras yang kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan setiap bulan.

Adapun delapan penerima bantuan pada kegiatan kali ini meliputi Tri Wahyu Ningsih (penyandang disabilitas), Sajem (janda pedagang pecel), Syarif (penjual pastel), Sarmi (janda petani), Selamet, Kateni, Dinda (penderita kanker tulang), serta satu wali murid SD dengan kondisi ekonomi terbatas.

Selain sebagai bentuk bantuan sosial,
MARKISSA juga membawa dampak positif terhadap lingkungan. Kesadaran warga dalam memilah sampah meningkat, lingkungan menjadi lebih bersih, dan nilai ekonomi dari sampah dapat dimanfaatkan secara langsung untuk kepentingan sosial.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah mampu melahirkan gerakan sosial yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan. Melalui langkah kecil seperti memilah sampah, solidaritas sosial tumbuh, dan harapan bagi mereka yang membutuhkan terus terjaga.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA