DLH Banjarbaru Sosialisasikan Kilau Emas di Landasan Ulin Tengah, Dorong Kesadaran Pilah Sampah

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Apr 2026 06:47 116 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Upaya menggeser cara pandang masyarakat terhadap sampah terus didorong Pemerintah Kota Banjarbaru. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), gerakan Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas (Kilau Emas) disosialisasikan secara intensif, salah satunya di Aula Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Rabu (29/4/2026).

Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala DLH Banjarbaru Shanty Eka, perwakilan Pusdal Lingkungan Hidup Kalimantan Heri Susanto, Camat Liang Anggang Lia Astuti, Lurah Landasan Ulin Tengah H.M. Faisal Rizal, serta unsur masyarakat mulai dari RT/RW, LPM, PKK, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha di wilayah setempat.

Kepala DLH Banjarbaru, Shanty Eka, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kilau Emas merupakan strategi jangka panjang yang dirancang untuk mengubah fondasi pengelolaan sampah, dimulai dari rumah tangga.

“Gerakan Kilau Emas adalah upaya sistematis membangun ekosistem pengelolaan sampah yang inklusif dan berkelanjutan. Kita tidak lagi menempatkan masyarakat sebagai objek, melainkan sebagai pusat perubahan. Fokusnya adalah pembiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga,” ujarnya.

Penekanan pada perubahan paradigma ini dinilai krusial, mengingat persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknis pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga perilaku konsumsi dan kesadaran kolektif masyarakat.

Dari sisi penguatan jejaring, perwakilan Pusdal LH Kalimantan, Heri Susanto, menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam menopang keberlanjutan program.

“Kami mendorong perusahaan-perusahaan untuk lebih peduli dan terlibat dalam pembinaan lingkungan. Dukungan dunia usaha, baik dalam bentuk sarana prasarana maupun program kemitraan, akan memperkuat keberlanjutan Gerakan Kilau Emas,” ujarnya.

Kehadiran pelaku usaha dalam forum ini menjadi bagian dari strategi mempertemukan kepentingan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan.

Camat Liang Anggang, Lia Astuti, menilai sosialisasi ini sebagai tindak lanjut konkret dari deklarasi Kilau Emas yang telah dicanangkan pada momentum hari jadi Kota Banjarbaru. Ia menekankan pentingnya peran tiga pilar pembangunan dalam memastikan program tidak berhenti pada tataran wacana.

“Alhamdulillah, hari ini kita melihat komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Pengusaha diharapkan mendukung melalui penyediaan sarana dan prasarana, masyarakat menjadi pelaku utama dalam memilah sampah, dan pemerintah terus mendampingi agar program ini berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Lia, sinergi yang terbangun dari tiga pilar tersebut menjadi prasyarat mutlak agar gerakan ini mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menghasilkan dampak nyata.

Di tingkat kelurahan, Lurah Landasan Ulin Tengah, H.M. Faisal Rizal, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi di wilayahnya. Ia menilai, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam membumikan program lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah DLH Kota Banjarbaru yang memilih Landasan Ulin Tengah sebagai lokasi sosialisasi. Ini kesempatan penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat dari tingkat RT dan RW hingga pelaku usaha,” ujarnya.

Faisal secara khusus mengingatkan para Ketua RT, RW, LPM, dan kader PKK agar tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga agen penyebarluasan informasi di lingkungannya masing-masing.

“Informasi yang didapat hari ini harus diteruskan kepada warga. Kesadaran pengelolaan sampah harus tumbuh dari bawah. Kami berharap Landasan Ulin Tengah dapat menjadi pelopor lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata di Banjarbaru,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan sektor usaha agar aktivitas ekonomi tetap berjalan seiring dengan prinsip perlindungan lingkungan hidup.

Secara lebih luas, program Kilau Emas disebut sejalan dengan upaya implementasi kebijakan nasional di bidang lingkungan hidup, termasuk penguatan tanggung jawab kolektif dalam pengelolaan sampah. Dengan menempatkan rumah tangga sebagai titik awal, pemerintah berharap perubahan perilaku dapat terjadi secara bertahap namun konsisten.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan arah kebijakan: bahwa masa depan pengelolaan sampah tidak lagi bertumpu pada pembuangan, melainkan pada pengolahan dan pemanfaatan. Sebuah langkah yang menuntut kesadaran bersama, sekaligus membuka peluang baru bagi ekonomi berbasis lingkungan.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA