Menteri Teuku Riefky Harsya: Ekonomi Kreatif Adalah Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Des 2025 10:16 383 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai tulang punggung baru perekonomian Indonesia. Hal ini disampaikannya secara resmi dalam pembukaan acara Creative Cities Connect 2025 yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, pada 11-12 Desember 2025.

Dalam paparannya, Teuku Riefky menjelaskan visi besar kementeriannya untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai “The New Engine of Growth” atau mesin pertumbuhan baru. Langkah ini selaras dengan visi-misi nasional “Asta Cita”, di mana sektor ekonomi kreatif mendapatkan perhatian khusus dan disebutkan hingga 10 kali dalam dokumen visi-misi negara.

“Ekonomi Kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi,” jelas Teuku Riefky mengutip definisi UU No. 24 Tahun 2019.

Guna merealisasikan target tersebut, Teuku Riefky memaparkan strategi konkret melalui “Asta Ekraf”, yang terdiri dari delapan klaster program prioritas. Program ini mencakup penguatan data (Ekraf Data), regulasi (Ekraf Bijak), pengembangan SDM (Talenta Ekraf), hingga perluasan akses pendanaan (Dana Ekraf) dan pasar (Pasar Ekraf).

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran daerah dalam ekosistem ini. Hingga tahun 2024, pemerintah telah menetapkan 41 Kabupaten/Kota sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia, dengan beberapa di antaranya telah diakui dunia melalui jejaring UNESCO, seperti Malang yang menjadi Creative City of Media Art di tahun 2025. Acara Creative Cities Connect ini sendiri digelar dengan misi membangun jejaring produktif serta merumuskan rekomendasi kebijakan strategis bagi ekosistem kreatif.

Menutup sesi paparan, Teuku Riefky Harsya memberikan pernyataan tegas mengenai arah pembangunan ekonomi kreatif ke depan yang berpusat pada potensi lokal.
“Mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, dimulai dari daerah,” pungkas Teuku Riefky Harsya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA