Puncak Hari Jadi ke 27 Adalah Sejarah, Dua Menteri Hadir Berikan Motivasi Bagi Kota Banjarbaru
waktu baca 3 menit
Senin, 20 Apr 2026 10:19 220 Banjarbaru Emas
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby menerima dana CSr dari Bank Kalsel dan Defiden dari PTAM Intan Banjar diserahkan oleh Gubernur Kalsel, H Muhidin pada momentum puncak hari jadi ke 27. (Foto : banjarbaruemas.com)
BANJARBARUEMAS.COM -Peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, digelar di lapangan dr Murdjani Banjarbaru, pada Senin (20/04/2026).
Terasa sangat spesialdan baru pertama kali sepanjang Kota Banjarbaru berdiri, peringatan Hari Jadi ihadiri oleh dua Menteri yaitu Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dan Menteri Lingkungan Hidup Dr Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P.
Dalam sambutannya pada puncak acara, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang pembangunan kota yang kini menunjukkan berbagai capaian positif di sejumlah sektor.
“Acara peringatan Hari Jadi ke 27 ini juga sebagai momentum refleksi atas perjalanan Banjarbaru sejak berdiri sebagai daerah otonom 27 tahun lalu. Dengan segala keterbatasan sumber daya di masa awal, kota ini terus berbenah melalui inovasi, prestasi, dan perubahan menuju arah yang lebih baik,” jelasnya.
Wali Kota menegaskan bahwa berbagai indikator makro pembangunan menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, serta penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan prevalensi stunting. Selain itu, capaian reformasi birokrasi dan kinerja keuangan daerah juga mengalami peningkatan signifikan.
“Atas capaian ini, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, para pemimpin terdahulu, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Banjarbaru,” ujarnya.
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby didampingi suami dan sejumlah undangan VVIP menerbangkan merpati sebanyak 27 ekor, sebagai penanda peringatan hari jadi ke 27. (Foto : banjarbaruemas.com)
Ia juga mengatakan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru diakui masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti penyediaan infrastruktur, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Oleh karena itu, pemerintah kota berharap adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak guna mewujudkan Banjarbaru sebagai kota yang nyaman dan membanggakan,” tambahnya.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa pada peringatan tahun ini, diusung tema “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas” yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan kota.
“Banyak tantangan yang harus dilalui Kota Banjarbaru, namun kami tetap optimis bahwa Banjarbaru akan terus berbenah menjadi kota yang mandiri dan sejahtera,” tegasnya.
Selain itu, dalam momentum Hari Jadi pemerintah melalui Camat, Lurah dan elemen masyarakat juga mencanangkan deklarasi Gerakan Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas) sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam gerakan tersebut.
“Masalah sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui Gerakan Kilau Emas, kita mulai langkah nyata menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin memberikan apresiasi yang luar bisa terhadap capaian Kota Banjarbaru semasa kepemimpinan Wali Kota Hj Erna Lisa Halaby, beliau mengatakan bahwa Kota Banjarbaru menempati IPM tertinggi di Kalsel.
“Tingginya nilai IPM membuktikan bahwa Kota Banjarbaru maju dalam sektor sosial, kesehatan dan pendidikan. Selain itu pada tahun 2025 capain PAD juga mengalami kenaikan yang signifikan, itu menandakan bahwa ekonomi terus bergerak ke arah positif,”katanya.
Menteri LH, Dr Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P sangat mengapresiasi deklarasi Kemilau Emas dalam rangka tranformasi pengelolaan sampah, ia juga mengharapkan Kota Banjarbaru sebagi pioner pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan.
“Sebagai menteri tentu saya sangat semangat menyaksikan terobosan yang dilakukan ibu wali kota terkait rencana pengelolaan sampah. Beliau juga menyampaikan deklarasi itu jangan hanya seremonial tetapi harus menjadi kerja nyata, saya yakin kedepan persoalan sampah di Banjarbaru akan tuntas,” ucapnya.(be)
Tidak ada komentar