Wali Kota Minta Komitmen, Riandy Tegaskan KEK Banjarbaru Siap Bekerja Maksimal Wujudkan Kota Kreatif Nasional dan Dunia
waktu baca 4 menit
Jumat, 23 Jan 2026 02:14 330 Banjarbaru Emas 2
Foto : Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, SE., MM memberikan sambutan resmi dalam acara pelantikan KEK Banjarbaru di Aula Gawi Sabarataan, (22/1/2026)
BANJARBARUEMAS.COM — Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelantikan pengurus KEK periode 2025–2030 merupakan titik tolak kerja nyata, bukan sekadar penanda lahirnya struktur organisasi. Ia menyebut, sejak sebelum prosesi pelantikan, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby telah meminta komitmen penuh seluruh pengurus untuk langsung bekerja cepat, terukur, dan berdampak.
Pesan tersebut disampaikan Riandy tepat sebelum membacakan sambutan resmi dalam acara pelantikan KEK Banjarbaru yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (22/1/2026) . Di hadapan jajaran pengurus yang baru dilantik, perangkat daerah, serta perwakilan komunitas kreatif, Riandy mengingatkan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah kota harus dibalas dengan kerja konkret sejak hari pertama.
“Ibu Wali Kota sudah menyampaikan kepada kami sejak awal: setelah dilantik, tidak ada masa tunggu. Pengurus KEK harus langsung tancap gas, menyusun timeline rencana kerja yang jelas, terukur, dan bisa dievaluasi,” kata Riandy.
Riandy menegaskan, KEK Kota Banjarbaru berdiri di atas dasar hukum yang kuat, yakni Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Dengan pijakan tersebut, KEK adalah bagian dari sistem perencanaan pembangunan daerah yang terhubung langsung dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).
“Karena KEK ini lahir dari Perda, maka ekonomi kreatif adalah kebijakan resmi daerah. Ini bukan proyek sesaat, bukan pula agenda sektoral, tetapi mandat pembangunan yang harus didukung bersama,” ujar Riandy.
Atas dasar itu, Riandy secara terbuka meminta dukungan penuh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar kerja-kerja pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan selaras dan saling menguatkan. Menurutnya, tanpa sinergi lintas SKPD, kebijakan ekonomi kreatif berisiko terfragmentasi dan kehilangan daya ungkitnya.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. KEK membutuhkan dukungan SKPD, baik dalam perencanaan, fasilitasi program, maupun integrasi anggaran. Ekonomi kreatif harus menjadi kerja bersama,” katanya.
Lebih jauh, Riandy menekankan bahwa keberhasilan ekonomi kreatif Banjarbaru sangat ditentukan oleh peran pemerintah wilayah. Camat dan lurah, menurut dia, memegang posisi strategis karena berada paling dekat dengan komunitas kreatif dan kehidupan sehari-hari warga.
“Ujung tombak kreativitas itu di masyarakat. Karena itu, camat dan lurah harus berjalan bersama KEK. Bahkan, RT dan RW akan menjadi simpul penting karena kreativitas hidup di lingkungan warga,” ujar Riandy.
Pendekatan tersebut, kata Riandy, sejalan dengan strategi KEK yang menempatkan kelurahan sebagai pusat ekosistem kreatif. Melalui penggalian potensi berbasis tujuh aset masyarakat—spiritual, budaya, sejarah, alam, lingkungan, manusia, dan aset lainnya—KEK telah memetakan potensi kreatif di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Hasil awal pemetaan tersebut, lanjut Riandy, melahirkan rekomendasi penetapan Kelurahan Kreatif di sejumlah wilayah. Kecamatan Cempaka dan Liang Anggang dipilih sebagai tahap awal karena merepresentasikan karakter Banjarbaru yang beragam, mulai dari identitas budaya lokal hingga kawasan transit dengan dinamika masyarakat pendatang.
Riandy juga menegaskan bahwa seluruh kerja tersebut terbingkai dalam Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru 2025–2030 dengan pendekatan Kota Kreatif, yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Tahun 2026 difokuskan sebagai fase fondasi, 2027 sebagai fase pengakuan nasional dan persiapan ICCF, 2028 penguatan narasi dan diplomasi budaya, serta 2029 sebagai momentum menuju jejaring kota kreatif dunia melalui UNESCO Creative Cities Network.
“Semua tahapan ini kami rancang bertahap dan berkelanjutan. Tidak melompat tanpa fondasi, tetapi juga tidak berjalan lambat tanpa arah,” ujar Riandy.
Menutup sambutannya, Riandy menyampaikan keyakinan bahwa perhatian pemerintah pusat dan jejaring internasional hanya akan hadir jika Banjarbaru memiliki arah yang jelas, narasi yang kuat, dan kolaborasi yang solid dari hulu ke hilir.
“Sebagai ibu kota provinsi, Banjarbaru tidak ditakdirkan sekadar mengejar ketertinggalan. Kita diberi peluang untuk melompat lebih jauh, menjadi kota kreatif yang berkelas nasional dan dunia,” pungkasnya.(be)
Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru 2025 -2030
Ketua Umum : H. Riandy Hidayat, SE.,MM Ketua Harian : Narwanto Sekretaris : H. Ahmad Rifa’i Wakil Sekretaris: Akhmad Saleh Bendahara : Dr. Muhammad Bayu Hermawan Wakil Bendahara : Hairullah
Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kemitraan : Achmad Soni Koordinator Bidang Promosi, Pemasaran dan Komunikasi : Ahdalena Koordinator Bidang Riset, Edukasi dan Pengembangan Sumber Daya Kreatif : Suhari Koordinator Bidang Penyelenggaraan Program dan Kegiatan Ekraf : Suroto Koordinator Bidang Sertifikasi, Standarisasi dan Fasilitasi HKI : H. Muhammad Faidurrahman
Tidak ada komentar