Yayasan Abdul Aziz Halaby, Jejak Keluarga Besar Wali Kota Banjarbaru Membangun Generasi Qur’ani

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Mar 2026 20:45 232 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Suasana hangat dan khidmat menyelimuti halaman Yayasan Abdul Aziz Halaby, Senin (2/3/2026) petang. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun lembut, menyatu dengan cahaya senja Ramadhan. Di tempat itu, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menerima kedatangan ulama muda asal Kalimantan Selatan yang kini menetap di Tanah Suci, Syekh Asal Syu’bah bin Haji Yanto Al-makki Al-Banjari.

Pertemuan yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu menjadi momentum memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus menegaskan komitmen pembinaan generasi Qur’ani di Kota Banjarbaru.

Dalam tausiyahnya, Syekh Asal akrab disapa Asal Banjar, menyampaikan pesan mendalam tentang kemuliaan para penghafal Al-Qur’an. Menurut dia, para hafiz dan hafizah memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, sehingga sudah semestinya dimuliakan oleh umat.

“Memuliakan penghafal Al-Qur’an bukan hanya dengan pujian, tetapi dengan perhatian, penghormatan, dan fasilitas pendidikan yang layak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan “tabungan di akhirat”. Amal jariyah, kata dia, adalah investasi yang tak pernah terputus, salah satunya dengan mendukung pendidikan tahfiz dan memuliakan para penjaga kalam Ilahi.

Pesan itu seolah menemukan relevansinya di tempat ia berdiri. Yayasan Abdul Aziz Halaby, yang merupakan milik keluarga besar Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, berawal dari sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sederhana. Di sana, ratusan santri belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an tanpa dipungut biaya.

Model pendidikan gratis tersebut menjadi fondasi awal gerakan sosial-keagamaan yang terus berkembang. Dari TPQ, yayasan ini bertumbuh menghadirkan Al Halaby Islamic School dan program tahfiz Al-Qur’an sebagai bentuk komitmen mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak dan berdaya saing.

Keberadaan lembaga ini memperlihatkan bahwa kontribusi keluarga bukan hanya hadir dalam ruang kebijakan publik, tetapi juga dalam praktik nyata pelayanan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.

Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby menyampaikan apresiasi atas tausiyah yang disampaikan Syekh Asal. Ia menegaskan bahwa pembinaan pendidikan berbasis Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam membangun karakter masyarakat Banjarbaru.

“Keberadaan yayasan ini diharapkan terus memberi manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual,” ujarnya.

Syekh Asal Syu’bah bin Haji Yanto Al-makki Al-Banjari lahir di Makkah pada 1997 dari orang tua berdarah Ambutun, Kandangan, Kalimantan Selatan. Ia dikenal sebagai imam muda yang telah mengimami sejumlah masjid di Makkah sejak usia 15 tahun, termasuk Masjid Birrul Walidain.

Putra dari Haji Yanto dan Ustazah Mariyati itu juga merupakan anak angkat dari Guru Syairazi. Suaranya yang merdu saat melantunkan Al-Qur’an kerap viral di media sosial Indonesia, menjadikannya figur inspiratif bagi generasi muda Banua.

Kehadirannya di Banjarbaru menjadi pengingat bahwa ikatan kampung halaman dan tanggung jawab moral terhadap tanah leluhur tetap terjaga.

Pertemuan di Yayasan Abdul Aziz Halaby itu menegaskan satu pesan penting: pembangunan fisik dan spiritual harus berjalan beriringan. Dan dari sebuah TPQ gratis yang tumbuh menjadi sekolah Islam terpadu, keluarga besar wali kota menunjukkan bahwa kontribusi sosial keagamaan dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya membangun Banjarbaru yang religius dan berkarakter.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA