Keberpihakan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby: 170 Stan Gratis UMKM Terbanyak Sepanjang Sejarah Warnai Pasar Wadai Banjarbaru 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 20 Feb 2026 03:21 270 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Usai membuka pasar murah bersubsidi, Kamis (19/2/2026) sore, langkah Hj. Erna Lisa Halaby berlanjut ke Lapangan dr. Murdjani yang mulai dipadati warga sejak menjelang asar, ia meresmikan Pasar Wadai Ramadan 1447 H/2026 M. Tepuk tangan dan lantunan doa menyertai pembukaan agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat Banjarbaru itu.

Namun Ramadan kali ini mencatatkan babak baru. Jika pada tahun-tahun sebelumnya jumlah stan gratis terbatas, pada masa awal kepemimpinan Lisa Halaby, Pemerintah Kota Banjarbaru menyiapkan 150 stan gratis bagi pelaku UMKM menengah ke bawah. Angka itu sudah tergolong besar.

Akan tetapi, antusiasme pelaku usaha melampaui ekspektasi. Pendaftaran membludak. Banyak pelaku UMKM yang belum terakomodasi. Melihat kondisi tersebut, Wali Kota memutuskan menambah 20 stan gratis. Totalnya menjadi 170 stan tanpa biaya sewa, terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan Pasar Wadai di Banjarbaru.

“Alhamdulillah, awalnya kami minta disediakan 150 tenant gratis. Ternyata antusiasme luar biasa, sehingga kita tambah lagi menjadi 170 agar lebih banyak UMKM yang bisa merasakan manfaatnya. Saya juga mengajak para PKL yang biasa berjualan di jalan untuk masuk dan berjualan di sini agar lebih tertib dan nyaman,” ujar Lisa dalam sambutannya.

Di sepanjang lapangan, jejeran wadai khas Banjar menjadi magnet. Bingka yang lembut berwarna kuning keemasan, Amparan Tatak yang legit, Ipau dengan lapisan gurihnya, hingga Putu Mayang yang manis berpadu dengan jajanan kekinian yang inovatif. Pasar Wadai tak sekadar ruang transaksi, melainkan ruang budaya—tempat identitas kuliner lokal dirawat dan diperkenalkan kembali kepada generasi muda.

Menurut Lisa, Pasar Wadai bukan hanya tempat berbelanja kebutuhan berbuka puasa. Lebih dari itu, ia menjadi ruang silaturahmi, penguatan UMKM, sekaligus penggerak roda perekonomian masyarakat selama Ramadan.

“Pasar Wadai bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga ruang silaturahmi, penguatan UMKM, dan penggerak roda perekonomian masyarakat selama Ramadhan. Semoga kegiatan ini mampu membantu pengendalian inflasi daerah, meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kecil, serta memberi kemudahan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa dengan harga terjangkau,” katanya.

Ia berharap, Pasar Wadai Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, mempererat kebersamaan, dan semakin menguatkan identitas budaya serta ekonomi lokal Kota Banjarbaru.

Bagi pelaku usaha kecil, pembebasan biaya stan berarti tambahan ruang keuntungan. Ramadan yang biasanya identik dengan lonjakan kebutuhan rumah tangga kini diimbangi peluang pendapatan yang lebih besar.

Icha, salah satu pelaku UMKM yang menjual kue tradisional, mengaku terharu mendapatkan fasilitas stan gratis. “Biasanya kami harus membayar cukup mahal untuk sewa tempat. Tahun ini benar-benar terbantu. Terima kasih kepada Ibu Wali Kota yang sudah memperhatikan kami, UMKM kecil. Semoga beliau selalu diberi kesehatan untuk terus memimpin Banjarbaru,” ujarnya.

Pasar Wadai Ramadan 1447 H ini akan berlangsung selama satu bulan penuh. Setiap sore, kawasan Lapangan dr. Murdjani dipadati warga yang berburu takjil dan menikmati suasana kebersamaan menjelang berbuka. Di tengah semarak itu, 170 stan gratis berdiri sebagai simbol kebijakan yang berpihak, membuka ruang tumbuh yang lebih luas bagi ekonomi warga Banjarbaru.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA