BANJARBARUEMAS.COM— Suasana haru menyelimuti hunian sederhana milik Ridwan dan Mima di RT 06 RW 04 Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kamis (10/12/2025) sore. Di rumah berukuran kecil dengan kondisi dapur dan kamar mandi yang memerlukan perbaikan itu, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby datang menjenguk Syifa Amira, bayi tiga bulan yang lahir tanpa saluran pencernaan dan membutuhkan penanganan medis intensif.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kehadiran langsung pemerintah di tengah warga yang sedang menghadapi cobaan berat. Dengan penuh empati, Wali Kota menyapa kedua orang tua Syifa sambil memastikan kondisi sang bayi yang tengah menjalani perawatan khusus.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa melihat langsung keadaan ananda Syifa. Semoga orang tua selalu diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Pemerintah melalui dinas terkait akan terus memantau perkembangan kesehatan Syifa,” ujar Wali Kota Lisa.
Fasilitasi BPJS dan Pemantauan Khusus
Menurut Lisa, pemerintah memastikan bahwa seluruh kebutuhan perawatan Syifa akan difasilitasi melalui BPJS Kesehatan. Proses administrasi bantuan kesehatan juga telah ditangani Dinas Sosial agar keluarga tidak terbebani biaya selama masa perawatan.
“Perawatan ananda Syifa nanti akan dibantu pemerintah melalui BPJS yang sudah ditangani oleh Dinas Sosial. Kami ingin memastikan keluarga tidak terbebani, terutama untuk tindakan medis lanjutan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah memastikan bahwa perkembangan kesehatan Syifa akan dipantau secara berkala dengan melibatkan tenaga kesehatan dan perangkat kelurahan.
Ambulans Disiagakan untuk Mobilisasi ke Rumah Sakit
Melihat kondisi Syifa yang memerlukan kontrol rutin, Wali Kota menginstruksikan pihak kelurahan dan kecamatan untuk menyiapkan ambulans setiap kali keluarga membawa Syifa ke rumah sakit.
“Untuk transportasi pemeriksaan, pihak kelurahan akan menyiapkan ambulans. Mobilisasi harus aman dan nyaman, terutama mengingat kondisi Syifa yang sensitif. Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.
Rumah Tidak Layak Akan Direhab Melalui Program Pemkot
Setelah meninjau bagian dalam rumah, Lisa menilai bangunan tersebut memerlukan perbaikan, khususnya pada dapur dan kamar mandi. Kondisi sanitasi rumah dipandang belum memadai untuk keluarga dengan bayi yang membutuhkan lingkungan sehat.
“Rumah yang sehat memerlukan sanitasi yang baik, termasuk kamar mandi dan dapur yang layak. Jika tanah yang ditempati adalah milik pribadi, pemerintah bisa mengupayakan rehabilitasi rumah melalui program peningkatan kualitas hunian,” ujarnya.
Wali Kota juga berharap perbaikan rumah dapat dilakukan setelah verifikasi teknis dari kecamatan dan kelurahan terkait status tanah dan kelayakan bangunan.
Status Tanah Dipastikan Milik Orang Tua Syifa
Camat Liang Anggang, Taufik Purwanto, yang hadir mendampingi kunjungan, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapat instruksi untuk menelusuri status kepemilikan tanah keluarga Syifa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perbaikan rumah dapat diusulkan melalui mekanisme bantuan pemerintah.
“Kami diinstruksikan Ibu Wali Kota untuk memastikan hak kepemilikan tanah dan menghitung RAB rehab rumah. Setelah kami telusuri, alhamdulillah tanah ini milik orang tua Syifa. Dengan begitu, kami bisa langsung mengusulkan perbaikan rumah agar lebih layak,” tuturnya.
Bantuan Langsung untuk Mengurangi Beban Keluarga
Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota menyerahkan bantuan sembako dan sejumlah uang tunai untuk keluarga Syifa. Bantuan tersebut, menurut Lisa, diharapkan dapat mengurangi beban kebutuhan sehari-hari dan mendukung perawatan Syifa di rumah.
“Semoga sedikit bantuan ini bisa bermanfaat untuk perawatan Syifa. Pemerintah akan terus hadir mendampingi,” ucapnya.
Kehadiran Pemerintah di Tengah Warga Rentan
Kunjungan Wali Kota Lisa tidak hanya menunjukkan dukungan moral kepada keluarga, tetapi juga menegaskan peran pemerintah dalam memastikan masyarakat rentan mendapatkan layanan kesehatan, hunian layak, serta akses transportasi medis yang memadai.(be)
479
Tidak ada komentar