Banjarbaru dari Kelurahan: Wajah Pelayanan Kota Menguat di Kelurahan Syamsudin Noor

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Apr 2026 03:12 181 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Di tengah upaya memperkuat kualitas pelayanan publik, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, kian menegaskan perannya sebagai garda terdepan pemerintah kota. Di tingkat inilah, wajah pelayanan publik Banjarbaru paling nyata dirasakan warga.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Syamsudin Noor, Supriyanto, Minggu (12/4/2026), menilai pelayanan di wilayahnya menunjukkan tren positif. Ia menyoroti peran aktif Lurah Syamsudin Noor, Fitria Khairani, yang dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat.

“Bu lurah sangat aktif turun langsung. Hampir setiap kegiatan warga beliau usahakan hadir, baik di pertemuan RT/RW, arisan, yasinan, maupun rapat lingkungan. Ini membuat masyarakat merasa dekat dan diperhatikan,” ujar Supriyanto.

Dalam setiap forum warga, lurah juga menyampaikan arah pembangunan kota, terutama terkait pengelolaan sampah dari sumbernya sebuah agenda prioritas Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Pesannya jelas, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Beliau juga mendorong inovasi warga di tingkat RT agar gerakan ini benar-benar hidup,” katanya.

Dalam konteks pemerintahan, kelurahan memang memegang posisi strategis. Sebagai unit pemerintahan terkecil yang berhadapan langsung dengan masyarakat, kelurahan menjadi wajah kota. Di sinilah masyarakat pertama kali berinteraksi dengan negara, baik dalam mengurus administrasi, memperoleh layanan sosial, hingga menyampaikan aspirasi.

Kelurahan juga merupakan perangkat daerah kabupaten/kota yang berada di bawah kecamatan, dengan lurah sebagai aparatur sipil negara. Posisi ini menjadikan kelurahan tidak hanya sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Sejalan dengan itu, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, kerap menekankan bahwa setiap program dan kegiatan pemerintah harus memberikan manfaat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan ini, menurut Supriyanto, mulai tampak implementasinya di tingkat kelurahan.

“Yang kami rasakan sekarang, arah kebijakan itu benar-benar sampai ke bawah. Warga tidak hanya mendengar, tapi mulai merasakan dampaknya,” ujarnya.

Dalam mendukung hal tersebut, LPM Kelurahan Syamsudin Noor mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah kelurahan. Lembaga ini aktif membangun komunikasi dengan RT dan RW, sehingga setiap persoalan di lingkungan warga dapat segera diidentifikasi dan dikoordinasikan.

“Kalau ada masalah di RT atau RW, kami bisa langsung sampaikan ke lurah. Komunikasi ini penting agar penyelesaian bisa cepat dan tepat,” kata Supriyanto.

Sebagai lembaga yang menggerakkan partisipasi masyarakat, LPM juga terlibat dalam penyusunan rencana pembangunan melalui musrenbang, menggerakkan gotong royong, hingga mendorong pemberdayaan ekonomi warga.

Ke depan, Supriyanto berharap sinergi antara kelurahan, LPM, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Ia menilai, pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika ada keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Pelayanan sudah baik, tinggal dijaga dan terus ditingkatkan. Harapan kami, semua program benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga, seperti yang selalu disampaikan Ibu Wali Kota,” ujarnya.

Kelurahan Syamsudin Noor menunjukkan bahwa wajah pelayanan publik tidak dibentuk oleh kebijakan besar semata, melainkan oleh kehadiran, komunikasi, dan kerja bersama di tingkat paling dekat dengan warga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA