BANJARBARUEMAS.COM – Dalam upaya meningkatkan literasi lingkungan melalui pemanfaatan wetland sebagai media pembelajaran di tingkat universitas, Tim Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Website Wetland sebagai Media Pembelajaran Kontekstual bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Banjarmasin.”
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) 2026 yang dilaksanakan di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (UNISKA). Adapun peserta kegiatan meliputi mahasiswa Universitas UNISKA di Kota Banjarmasin.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Tim Dosen Universitas Lambung Mangkurat yang terdiri atas tiga dosen pembimbing, yaitu Elsa Rosalina, S.Pd., M.Pd., Inayati Fitriyah Asrimawati, M.Pd., dan Rani Aryanti Rukmana, M.Pd., serta didampingi oleh dua mahasiswa pembantu, yaitu Sora Istiqamah dan Rayhan Nugraha.

Ketua Tim PDWA FKIP ULM, Inayati Fitriyah Asrimawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman mengenai penggunaan website English for Wetland agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pengguna.
Selain itu, website tersebut diharapkan dapat digunakan secara lebih luas sehingga memberikan manfaat yang mencakup dua tujuan utama, yaitu: (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang wetland atau lahan basah, dan (2) menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris maupun mahasiswa Sastra dan Bahasa Asing dalam pemanfaatan serta pemberdayaan lahan basah.
Website English for Wetland yang dikembangkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Ulm menjadi media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh beragam kalangan.
Setelah itu, peserta diperkenalkan dengan website yang dikembangkan oleh Universitas Lambung Mangkurat melalui Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM. Tim sosialisasi menjelaskan tujuan pengembangan website English for Wetland serta perannya dalam mendukung pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual dan berbasis lingkungan.

Peserta juga diberikan penjelasan mengenai berbagai fitur yang tersedia pada website, termasuk materi pembelajaran, latihan, serta media interaktif yang dapat digunakan secara mandiri.
Sebagai bentuk implementasi langsung, peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai fitur yang tersedia pada website English for Wetland. Kegiatan uji coba meliputi permainan scramble game, eksplorasi materi pembelajaran, hingga pengerjaan tes pilihan ganda yang telah disediakan pada platform. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami cara penggunaan website, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik dalam mempelajari Bahasa Inggris melalui konteks lahan basah.
Sosialisasi tersebut juga disambut dengan positif oleh banyaknya mahasiswa yang berhadir pada lokasi tersebut. Momentum tersebut menjadi salah satu langkahpenting dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris dengan lingkup dan ranah yang lebih luas. Melalui pemanfaatan website English for Wetland, mahasiswa diperkenalkan pada media pembelajaran yang lebih beragam, interaktif, dan kolaboratif, sehingga proses pembelajaran tidak lagi terpaku pada media pembelajaran tradisional sebagaimana yang banyak digunakan sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosialisasi dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami konsep dan penggunaan website secara menyeluruh. Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai wetland atau lahan basah sebagai salah satu ekosistem yang memiliki peran penting, khususnya di Kalimantan Selatan. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik, fungsi, serta potensi wetland sebagai sumber dan media pembelajaran.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, sosialisasi ini diharapkan memberikan dampak konkret dalam proses belajar mengajar serta pengenalan terhadap lahan basah berbasis bahasa Inggris di kelas yang lebih hidup, menyenangkan, efektif bagi para mahasiswa baik di kota banjarmasin maupun di luar banjarmasin.
Ke depan, website English for Wetland diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran alternatif, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan pembelajaran Bahasa Inggris dengan upaya pelestarian dan pengenalan ekosistem lahan basah kepada generasi muda. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi bahasa, tetapi juga memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap lingkungan yang menjadi bagian penting dari identitas Kalimantan Selatan. (be)
Tidak ada komentar