Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Landasan Ulin Tengah Bagikan Masker ke Warga dan Anak PAUD

waktu baca 6 menit
Kamis, 13 Agu 2026 01:45 93 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kota Banjarbaru, bergerak cepat merespons dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Rabu (12/8/2026), jajaran kelurahan turun langsung membagikan masker kepada warga yang melintas di Jalan Trikora serta anak-anak dan guru PAUD.

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby Nomor 400.7.8/10/SE/P2P/DINKES/2026 tentang Kewaspadaan Kesehatan Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Wilayah Kota Banjarbaru.

Surat edaran yang ditetapkan pada 21 Juli 2026 itu menjadi dasar bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.

Dalam surat tersebut, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap cukup pekat. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, memenuhi kebutuhan vitamin dan gizi seimbang, serta menjaga kondisi tubuh.

Masyarakat juga diminta tidak membakar lahan maupun sampah dalam bentuk apa pun yang dapat memperburuk kualitas udara.

Imbauan tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Tengah melalui aksi langsung di lapangan.

Lurah Landasan Ulin Tengah H. Faisal Riza bersama TP PKK Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babinter, Linmas Kelurahan, pengurus RT dan RW, serta mahasiswa KKN Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bergerak bersama menyambangi masyarakat.

Salah satu titik kegiatan berada di Jalan Trikora, Simpang 4 Peramuan, RT 11 RW 03, Kelurahan Landasan Ulin Tengah.

Di lokasi tersebut, masker dibagikan kepada warga dan pengguna jalan yang melintas. Langkah itu menyasar masyarakat yang masih harus bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah sebagai perlindungan tambahan dari paparan kabut asap.

Aktivitas masyarakat tidak seluruhnya dapat dihentikan. Sebagian warga tetap harus bekerja, bepergian, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Hari ini, kami melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat yang melintas serta di PAUD. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan ekstra bagi masyarakat dan kelompok rentan, khususnya anak-anak, dari potensi gangguan saluran pernapasan akibat kabut asap,” kata Faisal.

Menurut Faisal, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Warga yang terpaksa berada di luar rumah dianjurkan menggunakan masker.

Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih, memenuhi kebutuhan vitamin, menjaga gizi seimbang, serta menjaga kondisi tubuh.

Pencegahan juga harus dilakukan dari sumbernya. Warga diminta tidak membakar lahan maupun sampah yang berpotensi menambah asap dan memperburuk kualitas udara.

“Mari kita patuhi imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan siang hari saat kabut asap cukup pekat. Gunakan masker jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, perbanyak konsumsi air putih, vitamin, dan jaga gizi seimbang,” ujar Faisal.

“Jangan membakar lahan atau sampah dalam bentuk apa pun yang dapat memperparah kualitas udara. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan diri serta keluarga tercinta. Bersama kita bisa menjaga lingkungan Landasan Ulin Tengah tetap sehat dan aman,” katanya.

Setelah menyasar warga yang melintas di Jalan Trikora, kegiatan dilanjutkan di TK PAUD Swadaya, Jalan A Yani KM 22,600 atau KM 22, RT 003 RW 001, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kota Banjarbaru.

Berbeda dengan kegiatan di jalan, pembagian masker di PAUD secara khusus menyasar anak-anak dan guru PAUD.

Ketua TP PKK Kelurahan Landasan Ulin Tengah Jumiyati turut turun langsung membagikan masker. Menurut dia, anak-anak membutuhkan perhatian khusus ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.

“Sebagai kaum ibu dan penggerak PKK, keselamatan serta kesehatan anak-anak kita adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat akibat kabut asap saat ini, kami di TP PKK Kelurahan Landasan Ulin Tengah bersama pihak kelurahan, TNI-Polri, dan adik-adik mahasiswa KKN ULM bergegas turun langsung untuk memastikan anak-anak kita di PAUD terlindungi,” kata Jumiyati.

Ia menegaskan, pembagian masker bukan sekadar menjalankan surat edaran Wali Kota. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama untuk memberikan perlindungan tambahan kepada anak-anak dan guru PAUD.

“Pembagian masker ini bukan sekadar menjalankan Surat Edaran Wali Kota, tetapi bentuk kasih sayang dan ikhtiar bersama agar buah hati kita tetap bisa bernapas dengan lega dan terhindar dari gangguan ISPA,” ujarnya.

Jumiyati juga mengajak orang tua dan guru terus mengawasi kondisi kesehatan anak. Aktivitas luar ruangan yang tidak diperlukan sebaiknya dikurangi selama kabut asap masih terjadi.

“Mari kita terus awasi anak-anak kita, kurangi aktivitas luar ruangan yang tidak perlu, dan bersama-sama menjaga lingkungan kita dari bahaya karhutla,” katanya.

Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby juga memberikan perhatian terhadap kelompok masyarakat yang lebih berisiko terdampak kabut asap, antara lain balita dan anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit jantung, lanjut usia, serta penderita asma atau penyakit paru.

Kelompok rentan dianjurkan sebisa mungkin membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi. Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti batuk, sesak napas, serta iritasi pada mata dan tenggorokan.

Jika mengalami keluhan tersebut, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Imbauan itu menempatkan pencegahan sebagai langkah awal. Masyarakat tidak hanya diminta melindungi diri setelah muncul keluhan kesehatan, tetapi juga mengurangi kemungkinan terpapar asap sejak awal.

Perlindungan kesehatan masyarakat juga harus berjalan beriringan dengan upaya mencegah munculnya sumber asap baru. Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar lahan maupun sampah dalam bentuk apa pun yang dapat memperburuk kualitas udara.

Mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kabut asap pekat, memakai masker saat harus bepergian, menjaga kesehatan tubuh, memperhatikan kondisi anak-anak, dan tidak melakukan pembakaran terbuka merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.

Respons terhadap kabut asap tersebut tidak dilakukan pemerintah kelurahan seorang diri. TP PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babinter, Linmas, pengurus RT dan RW, serta mahasiswa KKN ULM ikut turun ke lapangan.

Kolaborasi tersebut membuat sasaran perlindungan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Di Jalan Trikora, masker diberikan kepada warga dan pengguna jalan yang melintas. Sementara di PAUD Swadaya, perhatian diarahkan kepada anak-anak dan guru yang berada di lingkungan pendidikan.

Bagi Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Tengah, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pesan kewaspadaan Pemerintah Kota Banjarbaru benar-benar sampai kepada masyarakat.

Langkah Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Tengah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat.

Ketua RW 02 Kelurahan Landasan Ulin Tengah H. M. Husni Tamberin menilai gerakan cepat tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi warga. Menurut dia, pembagian masker sangat membantu, terutama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah serta keluarga yang memiliki anak-anak.

“Kami selaku pengurus warga dan mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Lurah beserta TP PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babinter, dan adik-adik mahasiswa KKN ULM yang telah bergerak cepat turun tangan membagikan masker. Langkah tanggap ini sangat membantu warga kami, terutama dalam melindungi anak-anak dan keluarga dari dampak kabut asap. Ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah kelurahan yang sigap melayani dan mengayomi masyarakat.”

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA