Posyandu Mawar Palam Perkuat 6 Bidang SPM, IAD Kalsel Dorong Layanan Terpadu untuk Warga

waktu baca 5 menit
Minggu, 9 Agu 2026 07:33 115 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Posyandu Mawar di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, tidak ingin berhenti sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu yang berada di RT 01/RW 01, Jalan Purnawirawan, Sungai Rancah, Palam, itu mulai memperkuat perannya sebagai pusat pelayanan masyarakat melalui penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Arah baru tersebut mengemuka dalam kegiatan monitoring dan pembinaan Posyandu Mawar, 8 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat kualitas pelayanan, memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan, memperkuat kapasitas kader, sekaligus memantau pencapaian pelayanan dasar masyarakat secara terpadu dan berkesinambungan.

Posyandu Mawar merupakan satu dari lima Posyandu di Kelurahan Palam. Posyandu tersebut juga menjadi Posyandu binaan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kalimantan Selatan.

Dukungan IAD diberikan secara berkala, antara lain melalui bantuan dana untuk penyediaan makanan tambahan (PMT), jajanan sehat bagi anak-anak, serta kelengkapan bagi kader Posyandu, termasuk pakaian kader.

Bagi pemerintah Kelurahan Palam, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pelayanan sekaligus mendorong Posyandu agar mampu menjangkau persoalan warga secara lebih luas.

Posyandu Tak Lagi Sekadar Urusan Kesehatan

Lurah Palam, Zulhulaifah, mengatakan monitoring menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kader mengenai perubahan peran Posyandu setelah terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.

Regulasi tersebut memperkuat kedudukan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan di desa dan kelurahan. Perannya tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung pelayanan dasar melalui enam bidang SPM.

“Tadi ulun mencoba menyampaikan terkait Permendagri bahwa Posyandu memiliki enam bidang SPM,” ujar Zulhulaifah.

Enam bidang tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Pada bidang kesehatan, pelayanan meliputi kesehatan dasar sepanjang siklus hidup, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, serta pencegahan penyakit.

Bidang pendidikan mencakup edukasi keluarga, literasi dasar, pola pengasuhan anak, hingga pembelajaran masyarakat.

Sementara bidang pekerjaan umum menyentuh persoalan akses sanitasi dasar, air minum layak, dan lingkungan sehat. Bidang perumahan rakyat berkaitan dengan edukasi rumah sehat dan pendampingan akses terhadap hunian layak.

Adapun bidang ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat berkaitan dengan pencatatan serta penanganan persoalan sosial dan ketertiban lingkungan. Bidang sosial diarahkan pada pendataan dan pendampingan kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak terlantar.

Perluasan fungsi itu membuat Posyandu memiliki ruang lebih besar untuk menjadi penghubung antara kebutuhan warga dengan pelayanan pemerintah.

Zulhulaifah mengatakan respons terhadap penguatan enam bidang SPM cukup positif.

“Alhamdulillah mereka menyambut positif. Untuk bidang pendidikan, insya Allah pertemuan berikutnya beliau akan berkoordinasi ke bidang pendidikan,” katanya.

CERIA dan KURAWA, Cara Palam Mendekat ke Warga

Transformasi Posyandu di Palam juga didorong melalui inovasi.

Salah satunya CERIA 6 SPM, yang mengusung prinsip Cerdas, Edukatif, Responsif, Inovatif, dan Aktif. Inovasi ini diarahkan untuk membuat pelayanan Posyandu lebih dekat dengan masyarakat melalui pemanfaatan tautan layanan.

Warga tidak hanya memperoleh informasi dan pelayanan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan yang mereka hadapi.

Inovasi lainnya adalah KURAWA 6 SPM, berupa kotak aspirasi atau pengajuan suara warga. Melalui kanal tersebut, masyarakat dapat menyampaikan keluhan maupun masukan secara langsung.

Konsep itu memperlihatkan perubahan pendekatan pelayanan. Posyandu tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi mulai membuka ruang komunikasi agar persoalan warga dapat diketahui lebih cepat.

Upaya tersebut turut mengantarkan Tim Pembina Posyandu Kelurahan Palam mewakili Kota Banjarbaru dalam penilaian Posyandu enam bidang SPM di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Bagi Palam, keterwakilan tersebut menjadi bagian dari proses untuk menguji sejauh mana inovasi dan penerapan enam bidang SPM telah berjalan di tingkat kelurahan.

IAD Kalsel Pilih Posyandu Mawar

Penguatan Posyandu Mawar juga tidak terlepas dari keterlibatan IAD Wilayah Kalimantan Selatan.

Kegiatan pembinaan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Pengurus IAD Wilayah Kalimantan Selatan Nomor SKEP-08/IAD.26/VII/2026 tentang Penunjukan dan Pembinaan Posyandu Binaan IAD Wilayah Kalimantan Selatan.

Melalui keputusan tersebut, Posyandu Mawar di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, ditetapkan sebagai Posyandu binaan IAD Wilayah Kalimantan Selatan.

Ketua Bidang Sosial Budaya IAD Wilayah Kalimantan Selatan, Like Kripsiaji, mengatakan pemilihan Posyandu Mawar merupakan bagian dari upaya IAD untuk terlibat langsung dalam program peningkatan kesehatan ibu dan anak.

“IAD Wilayah Kalimantan Selatan memilih Posyandu Mawar di Banjarbaru karena ingin ikut serta berpartisipasi dalam program meningkatkan kesehatan ibu dan anak yang ada di bidang sosial budaya,” kata Like.

Menurut dia, keberadaan Posyandu Mawar juga dinilai strategis karena memungkinkan program kesehatan anak yang dijalankan IAD dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat.

“Kami bisa terjun langsung ke Posyandu Mawar. Posyandu tersebut juga dinilai strategis untuk menyalurkan program kesehatan anak secara langsung,” ujarnya.

Lokasi Posyandu Mawar yang berada di Banjarbaru juga memudahkan pengurus IAD Wilayah Kalimantan Selatan melakukan koordinasi dan pemantauan secara berkala.

Memperkuat Kader, Menjaga Kedekatan dengan Masyarakat

Di balik perluasan fungsi Posyandu, kader tetap menjadi ujung tombak pelayanan.

Mereka berhadapan langsung dengan ibu dan anak, keluarga, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Karena itu, monitoring tidak hanya diarahkan untuk memeriksa administrasi atau memastikan kegiatan berjalan sesuai jadwal. Lebih dari itu, monitoring menjadi sarana untuk melihat kapasitas kader, kualitas pelayanan, capaian program, dan kebutuhan yang masih harus diperkuat.

Dukungan PMT dan jajanan sehat yang diberikan secara rutin oleh IAD menjadi salah satu bentuk dukungan langsung terhadap pelayanan. Begitu pula bantuan kelengkapan kader yang membantu mereka menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Namun, tantangan Posyandu ke depan tidak berhenti pada tersedianya fasilitas dan dukungan operasional.

Transformasi enam bidang SPM membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ketika persoalan pendidikan, sanitasi, rumah layak, perlindungan sosial, ketertiban lingkungan, hingga kesehatan bertemu dalam satu ruang pelayanan, koordinasi antarbidang menjadi kunci.

Palam mulai membangun arah tersebut melalui pembinaan, inovasi dan kolaborasi.

Posyandu Mawar pun ditempatkan bukan sekadar sebagai tempat warga datang untuk menimbang balita atau memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi sebagai salah satu pintu awal untuk mengenali kebutuhan masyarakat.

Pada titik itu, keberhasilan Posyandu bukan hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan oleh seberapa jauh layanan tersebut mampu menjawab persoalan warga.

Dari pelayanan kesehatan hingga aspirasi masyarakat, dari PMT anak hingga penguatan kader, Posyandu Mawar Palam sedang bergerak menuju fungsi yang lebih besar: menjadi pusat layanan masyarakat yang dekat, responsif, dan mampu menghubungkan kebutuhan warga dengan pelayanan pemerintah.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA