Semangat Kartini dari Cempaka: Kepemimpinan Wali Kota Lisa Menguatkan Perempuan Banjarbaru
waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Apr 2026 13:41 156 Banjarbaru Emas 2
Foto : Ketua PKK Kecamatan Cempaka, Ridha Maya Rosantie Hendrawan Maulana, menyampaikan semangat pemberdayaan perempuan yang terinspirasi dari kepemimpinan Wali Kota Lisa dalam peringatan Hari Kartini.(BE)
BANJARBARUEMAS.COM – Setiap 21 April, bangsa ini menundukkan kepala untuk mengenang Raden Ajeng Kartini, perempuan yang lebih dari satu abad lalu menulis tentang cahaya dan harapan di tengah gelapnya keterbatasan. Namun di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kartini tidak hanya dikenang. Ia dijalankan.
Cempaka adalah wilayah yang bertahun-tahun dikenal sebagai daerah pendulang intan. Tanahnya menyimpan kilau batu berharga, tetapi penghasilan dari mendulang tak pernah benar-benar pasti. Ada hari-hari penuh harap, ada pula hari-hari tanpa hasil. Di sela ketidakpastian itulah, perempuan-perempuan Cempaka mengambil peran yang tak kalah penting: menjaga dapur tetap mengepul dan ekonomi keluarga tetap berdenyut.
Dari dapur-dapur sederhana, lahir aneka kue tradisional khas Banjar wadai cincin, bingka, apam, hingga kue-kue pasar yang menjadi identitas Cempaka. Ketika sebagian suami berhenti mendulang atau hasil tak mencukupi, para istri melangkah ke depan. Mereka memproduksi, memasarkan, dan membangun jejaring pelanggan. Tanpa banyak sorotan, mereka telah mempraktikkan kesetaraan jauh sebelum istilah itu akrab di telinga.
Jejak kesetaraan yang tumbuh dari kebutuhan itu kini diperkuat. Di bawah kepemimpinan Ketua PKK Kecamatan Cempaka, Ridha Maya Rosantie Hendrawan Maulana, gerakan pemberdayaan perempuan dirajut lebih terarah melalui program UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga).
UP2K di Cempaka menjadi ruang belajar bersama. Para kader PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan didorong aktif mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, hingga memperluas akses pasar. Ridha Maya juga menjembatani komunikasi dengan pemerintah dan instansi terkait untuk menghadirkan pelatihan, bantuan alat, dan peluang kerja sama.
“Mayoritas warga Cempaka bekerja sebagai pendulang intan yang penghasilannya tidak menentu. Karena itu, UP2K menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi keluarga. Usaha kue tradisional yang sudah melekat di Cempaka ini harus kita dorong naik kelas,” ujar Ridha Maya.
Baginya, Hari Kartini adalah momentum untuk menegaskan kembali posisi perempuan sebagai subjek pembangunan.
“Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi pengingat bahwa perempuan harus terus maju. Kami ingin ibu-ibu di Cempaka mandiri secara ekonomi, aktif secara sosial, dan percaya diri dalam berkontribusi untuk daerah,” katanya.
Ia pun menyampaikan pesan tegas kepada generasi muda perempuan.
“Dalam semangat Hari Kartini, kami mengajak seluruh generasi muda perempuan di Kecamatan Cempaka untuk terus melanjutkan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Jadilah perempuan yang berani bermimpi, berpendidikan, mandiri, dan berkontribusi positif bagi keluarga serta masyarakat. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan berkembang, tanpa melupakan nilai-nilai budaya dan kebersamaan. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian.”pesannya.
Ridha juga menegaskan bahwa gerakan pemberdayaan perempuan di wilayahnya tak terlepas dari inspirasi kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby. Baginya, kepemimpinan perempuan di tingkat kota menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif dan menyentuh langsung akar kesejahteraan keluarga.
“Kami merasakan bagaimana Ibu Wali Kota menempatkan perempuan sebagai pilar utama pembangunan. Ada perhatian besar pada penguatan keluarga, ekonomi kerakyatan, dan partisipasi perempuan. Kepemimpinan beliau terasa bekerja dengan hati yang tulus dan ikhlas,” ujar Ridha.
Menurutnya, teladan itu menjadi energi bagi PKK Cempaka untuk terus bergerak.
“Ketika pemimpinnya memberi ruang dan kepercayaan pada perempuan, kami pun semakin yakin untuk melangkah dan membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak perubahan bagi Banjarbaru.”ujarnya.
Menurut Ridha, jika dahulu Cempaka dikenal karena intannya, hari ini Cempaka menyimpan kilau lain: ketangguhan perempuan yang tak mudah padam. “Intan” itu bukan lagi sekadar batu yang digali dari tanah, melainkan keberanian yang ditempa oleh kerja keras, ketekunan, dan semangat untuk berdiri sejajar.
“Kami percaya, perempuan Cempaka adalah intan sesungguhnya. Mereka mungkin bekerja dari dapur dan rumah, tetapi dampaknya terasa bagi keluarga dan lingkungan. Selama semangat itu dijaga, kami yakin Cempaka akan terus maju,” pungkas Ridha.
Dari Cempaka, pesan Kartini kembali ditegaskan dengan lantang: kesetaraan adalah kerja harian yang dirawat bersama dalam kebersamaan, dalam ketulusan, untuk keluarga yang lebih kuat dan Banjarbaru yang kian maju.(be)
Tidak ada komentar