SAPA Literasi Batch 1 Banjarbaru Diikuti Lebih dari 500 Peserta, Siswa Diajak Menulis hingga Membuat Konten

waktu baca 4 menit
Selasa, 22 Sep 2026 00:29 90 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Perpustakaan tak lagi menunggu masyarakat datang. Di Banjarbaru, layanan pengetahuan itu mulai bergerak menyapa sekolah, mendekati komunitas, dan membuka ruang bagi anak-anak untuk mengubah pengetahuan menjadi karya. Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan SAPA LITERASI (Sinergi Akses Perpustakaan dan Aktivitas Literasi) Batch 1 yang diikuti lebih dari 500 peserta melalui Zoom, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru itu mengusung semangat “Menyapa, Mendekat, Mencerdaskan”. Para peserta yang merupakan perwakilan siswa-siswi SMP se-Kota Banjarbaru mengikuti kegiatan secara virtual dengan rangkaian aktivitas yang dikemas interaktif dan kreatif.

Selama sekitar 2,5 jam, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang literasi. Mereka juga mengikuti diskusi, tanya jawab, coaching, serta kegiatan kreatif melalui lima kelas mini coaching, yakni Kelas Menulis, Kelas Menggambar, Kelas Menyanyi, Kelas Video Konten, dan Kelas Pantomim.

Para mentor yang terlibat yakni Duta Baca Kota Banjarbaru sekaligus mentor menulis, Masniyati sebagai mentor menyanyi, Syaifullah sebagai mentor menggambar, Ridhoni Edrianto sebagai mentor pantomim, serta Ahmadi sebagai mentor konten video.

Jumlah peserta yang mencapai lebih dari 500 orang menunjukkan tingginya partisipasi dalam pelaksanaan SAPA LITERASI Batch 1 yang digelar melalui ruang virtual.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan model layanan perpustakaan yang tidak hanya berorientasi pada koleksi, tetapi juga aktivitas dan keterlibatan masyarakat.

SAPA LITERASI merupakan akronim dari Sinergi Akses Perpustakaan dan Aktivitas Literasi. Gerakan tersebut dicanangkan pada 19 Agustus 2026 dengan semangat “Menyapa, Mendekat, Mencerdaskan”.

Program ini dirancang untuk menghadirkan layanan perpustakaan lebih dekat dengan masyarakat. Sasarannya tidak hanya sekolah, tetapi juga kelurahan, posyandu, majelis taklim hingga ruang-ruang komunitas.

Dengan konsep tersebut, perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat yang menunggu pengunjung datang. Perpustakaan didorong menjadi layanan pengetahuan yang aktif mendatangi masyarakat.

SAPA LITERASI juga tidak dirancang sekadar sebagai perpustakaan keliling. Program tersebut dibangun sebagai siklus layanan yang terpadu, berkelanjutan, terukur dan berbasis data.

Artinya, aktivitas literasi tidak berhenti ketika sebuah acara selesai. Peserta dan masyarakat yang telah tersentuh program dapat diarahkan untuk menjadi anggota perpustakaan, memanfaatkan dan meminjam koleksi, mengikuti kegiatan lanjutan, memperkuat komunitas hingga masuk dalam proses evaluasi.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru Asep Saputra dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam sambutannya, Asep menjelaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, menuangkan gagasan dan menghasilkan karya.

Melalui SAPA LITERASI, perpustakaan didorong hadir dengan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Generasi muda tidak hanya diarahkan menjadi pembaca, tetapi juga diberikan ruang untuk menulis, menggambar, menyanyi, membuat konten dan berekspresi melalui seni.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi, Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru Nina Aprodita menjelaskan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu unsur penting dalam rancangan SAPA LITERASI.

Menurut Nina, kegiatan literasi bukan tujuan akhir. Setelah kegiatan berlangsung, terdapat rangkaian layanan yang dapat diteruskan, mulai dari keanggotaan perpustakaan, peminjaman koleksi, aktivitas literasi lanjutan, penguatan komunitas hingga evaluasi.

Pola tersebut membuat keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatan layanan perpustakaan setelah kegiatan selesai.

Antusiasme lebih dari 500 peserta pada Batch 1 menjadi bagian dari catatan pelaksanaan program. Nina menyampaikan bahwa SAPA LITERASI akan dilanjutkan melalui Batch 2 sebagai bagian dari pengembangan program tersebut.

Dalam Batch 1, pendekatan itu diterjemahkan melalui lima kelas mini coaching.

Kelas Menulis menjadi ruang bagi peserta untuk menuangkan ide dan gagasan ke dalam tulisan. Kelas Menggambar membuka ruang ekspresi melalui karya visual. Kelas Menyanyi mengembangkan kemampuan seni suara sekaligus keberanian tampil.

Sementara itu, Kelas Video Konten mengenalkan cara menyampaikan pesan melalui media digital. Adapun Kelas Pantomim memberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui ekspresi tubuh dan gerak.

Selain coaching, peserta juga mengikuti diskusi, tanya jawab, lomba dan games berhadiah dalam format Zoom interaktif.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa literasi dapat hadir dalam berbagai bentuk. Membaca menjadi pintu masuk untuk memperoleh pengetahuan, sementara pengetahuan dapat dikembangkan menjadi gagasan, kreativitas dan karya.

Konsep SAPA LITERASI juga membawa perpustakaan keluar dari batas ruang fisiknya.

Sekolah dapat menjadi ruang penguatan literasi. Kelurahan dapat menjadi titik layanan. Posyandu, majelis taklim dan komunitas dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan serta memperluas akses terhadap layanan perpustakaan.

Dengan pola layanan yang terpadu, berkelanjutan, terukur dan berbasis data, setiap aktivitas diharapkan memiliki tindak lanjut yang jelas.

Dari kegiatan literasi, masyarakat dapat dikenalkan dengan layanan perpustakaan. Dari layanan tersebut, masyarakat dapat menjadi anggota, memanfaatkan koleksi, mengikuti aktivitas berikutnya dan terhubung dengan komunitas.

Pelaksanaan Batch 1 pada Jumat (18/9/2026) menjadi salah satu bentuk penerapan konsep tersebut kepada generasi muda Banjarbaru.

Dengan partisipasi lebih dari 500 peserta,
SAPA LITERASI Batch 1 menjadi langkah awal untuk memperluas pendekatan layanan perpustakaan yang lebih aktif dan dekat dengan masyarakat.

Program tersebut selanjutnya akan berlanjut melalui SAPA LITERASI Batch 2, sehingga gerakan “Menyapa, Mendekat, Mencerdaskan” tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di Kota Banjarbaru.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA