Komite Ekraf Dorong Pembangunan Sentra UMKM Banjarbaru Melalui Pendekatan Cipta Ruang Inklusif
Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopukmnaker) terus mematangkan rencana pembangunan Sentra UMKM sebagai pusat pengembangan dan pemasaran produk unggulan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) kedua dalam rangka pengumpulan data dan penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS), Jumat (6/11/2026), di Garis Kota Workspace and Coffee, Loktabat Utara, Banjarbaru.
FGD yang dimulai pukul 14.30 WITA tersebut mengangkat tema “Sinergi dan Kolaborasi Komite, Organisasi, dan Komunitas Kewirausahaan dalam Mewujudkan Sentra UMKM sebagai Pusat Pengembangan dan Pemasaran Produk Unggulan Kota Banjarbaru.”
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Ketua Harian Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Banjarbaru sekaligus Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Kalimantan Selatan, Narwanto; Tim Ahli Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Daerah (TAP2D) Kota Banjarbaru, Prof. Husaini; Ketua HIPMI Kota Banjarbaru; serta Ketua Gekrafs Kota Banjarbaru.
Kepala Diskopukmnaker Kota Banjarbaru, Sartono, S.Sos., M.M., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pembangunan Sentra UMKM merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan. Program ini juga sejalan dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera) dan misi percepatan transformasi ekonomi daerah.
Menurut Sartono, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Banjarbaru. Kontribusinya mencapai sekitar 60 persen terhadap PDB daerah dan menyerap hingga 86 persen tenaga kerja lokal. Namun, pengembangan UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sarana promosi dan pemasaran, fasilitas produksi dan pengemasan, akses permodalan, serta edukasi usaha.
“Sentra UMKM diharapkan menjadi wadah strategis untuk promosi, pemasaran, penguatan branding, sarana produksi bersama, hingga destinasi wisata edukasi yang mengangkat kearifan lokal. Dengan demikian, produk unggulan daerah dapat semakin dikenal dan memiliki daya saing,” jelas Sartono.
Dalam proses penyusunan studi kelayakan, Pemko Banjarbaru saat ini mengkaji tiga alternatif lokasi pembangunan, yakni Kawasan Islamic Center, Kawasan Graha Kota Banjarbaru, dan Kawasan Aero City Banjarbaru. Ketiga lokasi tersebut menjadi bahan kajian untuk menentukan kesesuaian pengembangan Sentra UMKM berdasarkan berbagai aspek kelayakan.
Sementara itu, Narwanto menekankan bahwa penyusunan studi kelayakan Sentra UMKM perlu melihat pembangunan secara lebih luas, tidak hanya dari aspek ketersediaan lahan dan infrastruktur fisik, tetapi juga dari fungsi ruang, identitas kota, serta keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif.
Menurutnya, pendekatan Placemaking atau cipta ruang perlu menjadi salah satu pertimbangan utama agar Sentra UMKM memiliki karakter, daya tarik, dan kehidupan sosial yang kuat.
“Studi kelayakan ini tidak boleh berhenti pada analisis lahan dan deretan kios fisik. Kita harus menerapkan pendekatan Placemaking atau cipta ruang yang inklusif untuk memberikan daya tarik kuat pada Sentra UMKM. Sehingga, dapat menjadi creative public space yang menghidupkan interaksi sosial, mengangkat identitas lokal, serta mengintegrasikan economic space, creative space, dan event space agar Banjarbaru mantap melangkah sebagai kota kreatif yang berkelanjutan,” tegas Narwanto.
Ia juga menekankan bahwa Sentra UMKM berpeluang dikembangkan sebagai ruang pertemuan antara aktivitas ekonomi, kreativitas masyarakat, promosi produk lokal, dan penyelenggaraan kegiatan komunitas. Dengan pendekatan tersebut, keberadaan Sentra UMKM diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang publik yang mampu membangun pengalaman dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung.
Melalui FGD kedua ini, berbagai masukan dan perspektif dari pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkaya hasil penyusunan Studi Kelayakan Sentra UMKM Kota Banjarbaru oleh tim dari ULM. Hasil kajian nantinya diharapkan tidak sekadar merekomendasikan lokasi pembangunan, tetapi juga menghasilkan konsep pengembangan ruang yang terintegrasi dengan identitas lokal, potensi ekonomi masyarakat, dan ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Dengan demikian, Sentra UMKM diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus ruang publik kreatif yang memperkuat karakter dan identitas Kota Banjarbaru.