Santunan Kematian Pemko Banjarbaru Ringankan Beban Dua Keluarga di Landasan Ulin Tengah

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 00:55 91 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Kehilangan anggota keluarga meninggalkan duka yang tidak mudah. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kepergian orang terdekat juga dapat menambah beban ketika kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.

Kondisi itu dirasakan dua keluarga di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kota Banjarbaru. Pada Selasa (22/9/2026), Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menyalurkan santunan kematian kepada ahli waris warga yang telah meninggal dunia.

Penyerahan berlangsung di Kantor Kelurahan Landasan Ulin Tengah dan didampingi Lurah Landasan Ulin Tengah H.M. Faisal Riza beserta jajaran.

Dua ahli waris yang menerima santunan adalah Hasan, suami dari almarhumah Kurnia, warga Kompleks Borneo Indah RT 001 RW 001. Sementara penerima lainnya ialah Marjani, suami dari almarhumah Umi Kasumi, warga Jalan Pelipisan Ujung RT 011 RW 003.

Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp1.250.000. Bagi keluarga penerima, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan setelah kehilangan anggota keluarga sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit.

Lurah Landasan Ulin Tengah H.M. Faisal Riza mengatakan, pihaknya menyambut baik penyaluran santunan tersebut karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Banjarbaru, Ibu Wali Kota melalui Bagian Kesra, atas penyaluran bantuan santunan kematian ini. Program ini sangat membantu meringankan beban warga kami, khususnya keluarga tidak mampu yang ditinggalkan,” kata Faisal.

Menurut Faisal, dukungan pemerintah terhadap keluarga yang sedang berduka menjadi bagian dari kehadiran pelayanan sosial di tengah masyarakat. Ia berharap program tersebut dapat terus berjalan sehingga warga yang mengalami kondisi serupa tetap mendapatkan perhatian.

“Kami berharap bantuan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat, terutama di saat-saat sulit seperti kehilangan anggota keluarga,” ujarnya.

Namun, santunan tersebut tidak diberikan secara otomatis kepada setiap keluarga yang mengalami kedukaan. Calon penerima harus memenuhi sejumlah persyaratan dan melewati proses verifikasi.

Persyaratan tersebut antara lain akta kematian dengan pengajuan paling lambat 28 hari sejak tanggal meninggal dunia, KTP dan KK ahli waris sebagai warga Banjarbaru, serta masuk dalam desil 1 sampai dengan 4 kategori masyarakat tidak mampu.

Pemohon juga harus melengkapi surat pernyataan tidak mampu dan foto rumah. Pemerintah melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi calon penerima sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Pengajuan dimulai dari ahli waris yang menyerahkan dokumen melalui kelurahan. Setelah berkas diperiksa, pihak kelurahan meneruskannya kepada Bagian Kesra Kota Banjarbaru untuk diproses lebih lanjut.

Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan santunan diberikan kepada keluarga yang memenuhi persyaratan. Proses verifikasi juga diperlukan agar bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Bagi keluarga penerima, seluruh proses administrasi itu pada akhirnya bermuara pada manfaat yang mereka rasakan ketika bantuan diterima.

Marjani, salah satu ahli waris penerima santunan, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, santunan itu menjadi bentuk dukungan ketika keluarganya tengah menghadapi kehilangan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan santunan kematian ini. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami di tengah kondisi yang serba terbatas,” ujar Marjani.

Ia berharap kepedulian pemerintah terhadap warga yang mengalami kesulitan dapat terus dipertahankan.

“Semoga Pemerintah Kota Banjarbaru dan Ibu Wali Kota senantiasa diberikan keberkahan atas kepedulian dan perhatiannya kepada warga,” kata Marjani.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA