Landasan Ulin Bersholawat, Pengurus LPTQ Dikukuhkan dalam Peringatan Isra Mi’raj

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Jan 2026 16:43 319 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Ratusan warga memadati Masjid An Noor, Komplek Griya Ulin Permai–Berlina, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Jumat (16/1/2026). Selepas Isya, lantunan shalawat menggema, menghadirkan suasana religius yang meneduhkan dalam kegiatan Landasan Ulin Bersholawat yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Shalawat dilantunkan berulang, menyatu dalam irama yang khusyuk.“Ahmad ya Habibi, habibi salam ‘alaika. Ya ‘aunal ghoribi, salam ‘alaika. Amnun wa salaamun, salam ‘alaika.”

Pujian itu bukan sekadar dilafalkan. Kalimat “Ahmad ya Habibi” bermakna seruan cinta—wahai Nabi Muhammad, kekasih kami. Sementara “Ya ‘aunal ghoribi” menjadi doa bagi Rasulullah sebagai penolong bagi mereka yang lemah dan terasing. Adapun “Amnun wa salaamun” menegaskan Nabi sebagai sumber rasa aman dan keselamatan. Makna-makna inilah yang membuat shalawat terasa hidup, mengikat batin jamaah dalam satu kesadaran spiritual.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pengukuhan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Landasan Ulin. Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Bidang Hukum dan Politik, Marhain Rahman, hadir mewakili Wali Kota Banjarbaru dan secara resmi mengukuhkan kepengurusan tersebut.

Dalam sambutannya, Marhain mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan keagamaan itu.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan panitia. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiah antara ulama, umara, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Marhain, pengukuhan Pengurus LPTQ Kecamatan Landasan Ulin diharapkan dapat memperkuat pembinaan Al-Qur’an di tingkat kecamatan, sekaligus membumikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial masyarakat—nilai cinta, kepedulian, dan rasa aman yang juga tercermin dalam shalawat yang dilantunkan.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarbaru, tokoh agama, serta dua habaib ternama, yakni Habib Muchsin Al Hamid—cicit dari Habib Sholeh Al Hamid Tanggul, Jember—dan Habib Agil bin Dalim Baharun dari Gresik. Keduanya memimpin rangkaian shalawat dan menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai sumber keteduhan dalam kehidupan bermasyarakat.

Hingga acara berakhir, suasana berlangsung tertib dan khidmat. Malam itu, Masjid An Noor menjadi ruang perjumpaan batin—di mana shalawat yang bermakna doa, cinta, dan keselamatan menjadi bahasa kebersamaan dan penguat harmoni sosial warga Landasan Ulin.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA