BANJARBARUEMAS.COM — Kecamatan Banjarbaru Utara mencatat dua capaian dalam Lomba Kebersihan Lingkungan Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru sebagai bagian dari upaya mendukung Program KILAU EMAS (Kelola Sampah dari Rumah untuk Banjarbaru EMAS).
RT 02/RW 04 Komplek Palapa, Kelurahan Mentaos, meraih nilai tertinggi 84,67. Sementara RT 018/RW 007 Kelurahan Loktabat Utara menempati posisi ketiga dengan nilai 81,72.
Kedua lingkungan tersebut menjadi perwakilan Kecamatan Banjarbaru Utara dalam lomba yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Capaian tersebut menunjukkan dua kekuatan yang tumbuh di tingkat lingkungan, yakni pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Mentaos serta kekompakan dan gotong royong warga di Loktabat Utara.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Lomba Kebersihan Lingkungan dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Gedung Bina Satria Banjarbaru, Senin malam (17/8/2026).
Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergi berbagai unsur masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi dan sinergi, saling support mulai dari warga, jajaran ketua RT, ketua RW, jajaran LPM, serta Bank Sampah KAMI Mentaos dan Bank Sampah Jolali, sehingga Kecamatan Banjarbaru Utara berhasil menempatkan dua wakilnya di tiga besar pada ajang Lomba Kebersihan Lingkungan Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2026,” ujar Taufik.
Mentaos: Kebiasaan Memilah Sampah dari Rumah
RT 02/RW 04 Komplek Palapa, Kelurahan Mentaos, menjadi lingkungan dengan nilai tertinggi dalam lomba, yakni 84,67.
Capaian tersebut tidak hanya ditopang kondisi lingkungan yang bersih dan tertata. Warga telah membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah dan mengembangkannya melalui Bank Sampah KAMI.
Direktur Bank Sampah KAMI Murjani menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berkontribusi.
“Selamat kepada warga RT 02/RW 04 Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. Berkat kerja keras dan dedikasi seluruh warga, serta dukungan semua pihak, RT 02/RW 04 memperoleh Juara I dalam Lomba Kebersihan Lingkungan Kota Banjarbaru 2026,” ujar Murjani.
Murjani juga mengapresiasi dukungan Ketua RT, Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, DLH Kota Banjarbaru, serta Wali Kota Banjarbaru.
“Apresiasi yang tinggi buat Pak Ketua RT 02/RW 04, Pak Lurah dan staf Kelurahan Mentaos, Pak Camat dan staf Kecamatan Banjarbaru Utara, Ibu Kadis LH beserta jajaran DLH Banjarbaru, terlebih kepada Ibu Wali Kota atas dukungan dan program KILAU EMAS,” katanya.
Menurut Murjani, program KILAU EMAS memberikan dorongan positif bagi masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih bersih, elok, dan lestari.
“Sebuah pencapaian yang tidak hanya sekadar seremonial semata, namun atas proses panjang kebiasaan seluruh warga masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah (sumber),” ujarnya.
Ketua RT 02/RW 04 Abdul Karim menegaskan capaian tersebut bukan hasil kerja individu.
“Prestasi Juara I tersebut bukan hasil kerja satu atau dua orang. Penghargaan ini merupakan buah dari gotong royong dan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan,” ujar Abdul Karim.
Menurut Abdul Karim, menjelang penilaian lomba, warga memang bersama-sama melakukan berbagai kegiatan kebersihan lingkungan. Namun, semangat yang dibangun bukan sekadar membersihkan lingkungan karena akan dinilai tim juri.
Ia menekankan bahwa kebiasaan menjaga kebersihan dan mengelola sampah dari rumah harus terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Bank Sampah KAMI Kelola 17,6 Ton Sampah
Bank Sampah KAMI atau Kelurahan Mentaos Inklusif mulai aktif beroperasi pada 5 Mei 2025 berdasarkan SK Lurah Nomor 60 Tahun 2025.
Dalam perkembangannya, pengelolaan Bank Sampah KAMI tidak hanya mencakup sampah anorganik, tetapi juga sampah organik. Sistem pencatatan nasabah yang sebelumnya dilakukan secara manual dikembangkan menggunakan aplikasi digital.
Hingga 31 Juli 2026, Bank Sampah KAMI tercatat memiliki 270 nasabah. Dari aktivitas tersebut, sebanyak 17.611,03 kilogram sampah telah dipilah dan diolah, dengan total tabungan nasabah mencapai Rp15.223.000.
Data tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Mentaos telah berkembang dari sekadar membuang sampah menjadi proses pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan yang memiliki nilai ekonomi.
Didukung 50 Sarana Pengolahan Organik
Pengelolaan sampah organik menjadi bagian lain dari sistem yang dibangun di Komplek Palapa.
Data Kelurahan Mentaos Tahun 2026 mencatat terdapat 50 unit sarana pemilahan dan pengolahan sampah organik di RT 02/RW 04.
Sarana tersebut terdiri atas 18 ember kecil, 11 losida, 10 ember tumpuk, delapan tong biru, tiga sumur resapan, serta sarana lainnya untuk pengelolaan pakan ternak.
Potensi sampah organik yang dapat dikelola mencapai 94,5 kilogram per hari atau sekitar 2.835 kilogram per bulan.
Program lingkungan RT juga mencakup kerja bakti rutin, pengolahan sampah organik dan anorganik serta residu, perawatan drainase, dan penghijauan kompleks.
Mentaos juga menjadi bagian dari pilot project KILAU EMAS, dengan RT 02/RW 04 Komplek Palapa sebagai salah satu lokasi percontohan pemilahan sampah dari sumbernya.
Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo mengatakan capaian tersebut menjadi penyemangat untuk memperkuat program pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
“Penghargaan ini tentu menjadi penyemangat bagi kita semua untuk semakin giat dalam mewujudkan program kelola dan pilah sampah dari sumbernya untuk mewujudkan Banjarbaru EMAS (KILAU EMAS),” ujar Ciptadi.
Menurut Ciptadi, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah membutuhkan proses yang panjang dan konsisten.
Loktabat Utara: Kekuatan Gotong Royong
Sementara itu, RT 018/RW 007 Kelurahan Loktabat Utara memperoleh nilai 81,72 dan menempati posisi ketiga.
Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Kelurahan Loktabat Utara, DLH Kota Banjarbaru, serta partisipasi masyarakat.
Lurah Loktabat Utara Dedy Wahyudie mengapresiasi kerja keras dan kekompakan warga RT 018/RW 007.
“Prestasi ini membuktikan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di wilayah kita masih terjaga dengan sangat baik,” kata Dedy.
Dedy berharap capaian tersebut menjadi pelecut semangat warga untuk terus menjaga lingkungan agar tetap asri dan sehat. Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi RT lainnya di Kelurahan Loktabat Utara.
Ketua RT 018/RW 007 Mulyadi menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih lingkungan yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, Kelurahan Loktabat Utara, khususnya lingkungan RT 018/RW 007, mewakili kelurahan dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 mengikuti Lomba Kebersihan Lingkungan dan mendapatkan peringkat ketiga,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dukungan berbagai pihak, terutama kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, serta peran serta masyarakat.
“Capaian ini berkat dukungan dari kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru dan peran serta dari warga,” katanya.
Mulyadi berharap hasil tersebut dapat menjadi motivasi bagi warga untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Semoga di tahun-tahun berikutnya akan lebih baik dan menambah semangat, khususnya bagi warga di lingkungan RT 018/RW 007. Aamiin,” ujar Mulyadi.
Penilaian Tidak Hanya soal Kebersihan
Lomba Kebersihan Lingkungan Tahun 2026 tidak hanya menilai kondisi fisik lingkungan.
Terdapat lima kriteria utama, yaitu kebersihan lingkungan permukiman, pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan sampah organik, keberadaan Bank Sampah Unit, serta inovasi pengelolaan sampah organik maupun anorganik.
Untuk aspek Bank Sampah Unit, penilaian juga mencakup keberadaan SK kepengurusan, keaktifan masyarakat, serta pencatatan kegiatan Januari hingga Juni 2026.
Kriteria tersebut membuat lomba tidak sekadar mencari lingkungan yang tampak bersih ketika dilakukan penilaian, tetapi juga melihat bagaimana sistem dan partisipasi masyarakat berjalan.
Menjaga Gerakan Lingkungan
Bagi Kecamatan Banjarbaru Utara, dua capaian tersebut menjadi modal untuk mempertahankan sekaligus memperkuat gerakan lingkungan di tingkat RT.
Taufik Purwanto menegaskan bahwa penghargaan bukan tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah menjaga kebersihan lingkungan, gotong royong, pemilahan sampah dari rumah, serta aktivitas bank sampah agar tetap berjalan setelah perlombaan selesai.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan KILAU EMAS yang mendorong masyarakat mengelola dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
(be)
272
Tidak ada komentar