BANJARBARUEMAS.COM – Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby melihat langsung kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Taruna Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) Kementerian Perhubungan di kawasan Simpang Empat Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, Rabu (30/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pengumpulan data dan pengamatan kondisi lalu lintas yang dilakukan para taruna. Simpang Empat Guntung Manggis menjadi salah satu lokasi sampel dalam kajian transportasi yang dilaksanakan selama empat bulan di Kota Banjarbaru.
Sebanyak 14 taruna mengikuti PKL tahun 2026 tersebut. Selama berada di Banjarbaru, para taruna akan melakukan sejumlah kegiatan teknis untuk memotret kondisi transportasi secara lebih menyeluruh, mulai dari survei lalu lintas, survei angkutan umum hingga identifikasi dan analisis berbagai persoalan transportasi di lapangan.
Lisa mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang bermanfaat bagi Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memahami persoalan transportasi sekaligus menyiapkan solusi untuk kebutuhan kota yang terus berkembang.
“Pelaksanaan ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 4 bulan dan diarahkan pada kegiatan teknis yang berkaitan dengan kondisi transportasi di Kota Banjarbaru, antara lain survei lalu lintas, survei angkutan umum, serta identifikasi dan analisis berbagai permasalahan transportasi,” ujar Lisa.
Menurut Lisa, kajian langsung di lapangan menjadi penting karena persoalan transportasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi lalu lintas saat ini, tetapi juga perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi perkembangan Kota Banjarbaru ke depan.
Karena itu, hasil kegiatan para taruna diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi transportasi Banjarbaru sekaligus menjadi bahan dalam menyusun berbagai alternatif penanganan berbasis data.
“Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam menyusun alternatif solusi dan rekomendasi, baik untuk penanganan jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang,” tegasnya.
Lisa berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor transportasi di Kota Banjarbaru. Menurutnya, hasil kajian yang dilakukan para taruna dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang dan meningkatkan pelayanan transportasi di tengah perkembangan kota.
“Semoga pelaksanaan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor transportasi di Kota Banjarbaru dan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan dan peningkatan pelayanan transportasi di masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Sartono mengatakan, PKL Taruna STTD tahun 2026 diarahkan untuk menghasilkan kajian data awal mengenai kondisi transportasi di Kota Banjarbaru.
Kajian tersebut dibutuhkan untuk membantu pemerintah daerah merespons berbagai persoalan transportasi yang berkembang seiring pertumbuhan Kota Banjarbaru. Data yang dikumpulkan dari lapangan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi lalu lintas dan kebutuhan transportasi kota.
Salah satu fokus utama kajian adalah pemetaan titik-titik kemacetan di wilayah Banjarbaru. Para taruna akan mengamati sejumlah lokasi untuk mengetahui kondisi lalu lintas sekaligus mengidentifikasi persimpangan yang membutuhkan perhatian.
Beberapa titik yang masuk dalam kajian antara lain Simpang Palam, Simpang Amaco, Simpang Sungai Ulin dan Simpang Liang Anggang, selain Simpang Empat Guntung Manggis yang menjadi salah satu lokasi pengamatan.
Pengumpulan data tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai pola pergerakan kendaraan dan kondisi lalu lintas pada setiap titik. Dengan data yang lebih lengkap, persoalan transportasi dapat dipetakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Selain persoalan kemacetan, kajian juga mencakup jalur trayek angkutan perkotaan dan transportasi terintegrasi. Aspek tersebut diperlukan untuk melihat bagaimana sistem angkutan umum melayani mobilitas masyarakat serta bagaimana konektivitas antarkawasan dapat dikembangkan.
Data mengenai trayek dan kondisi transportasi umum nantinya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam perencanaan transportasi perkotaan, terutama untuk menyesuaikan layanan dengan pola mobilitas masyarakat.
Kajian para taruna juga diarahkan untuk melihat kebutuhan transportasi Banjarbaru dalam jangka panjang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah alternatif jalur lingkar selatan dan jalur lingkar utara Kota Banjarbaru.
Alternatif tersebut dikaji sebagai salah satu upaya untuk mengurangi beban lalu lintas yang melintas di kawasan dalam kota. Dengan adanya jalur alternatif, sebagian arus kendaraan diharapkan dapat didistribusikan sehingga kepadatan pada ruas dan persimpangan tertentu dapat dikurangi.
Hal tersebut menjadi semakin relevan seiring perkembangan Banjarbaru yang berlangsung cepat. Pertumbuhan kawasan dan meningkatnya mobilitas masyarakat membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi yang mampu mengikuti perkembangan kota semakin besar.
Karena itu, pelaksanaan PKL selama empat bulan diharapkan tidak sekadar menghasilkan data mengenai kondisi transportasi saat ini, tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun arah kebijakan transportasi Banjarbaru.
Keterlibatan para taruna dalam pengumpulan data langsung di lapangan juga diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat bagi pemerintah dalam melihat persoalan transportasi secara menyeluruh, mulai dari kondisi persimpangan, pola kemacetan, angkutan umum hingga kebutuhan jaringan jalan alternatif.
Pada akhirnya, hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan awal bagi Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menentukan langkah penanganan persoalan transportasi sekaligus menyiapkan perencanaan yang menyesuaikan perkembangan kota ke depan.
“Dengan kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan kajian data awal mengenai transportasi di Kota Banjarbaru, untuk solusi ke depan permasalahan transportasi di Kota Banjarbaru seiring perkembangan kota yang tumbuh pesat, terutama transportasi,” tegas Sartono.(be)
177
Tidak ada komentar