BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kota Banjarbaru terus merespons dampak kemarau berkepanjangan yang mulai menyulitkan sebagian warga memperoleh air bersih.
Setelah melakukan penyisiran dan pendataan warga terdampak di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, pada Senin (28/9/2026), pemerintah kembali turun ke lapangan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Distribusi air bersih dilakukan pada Jumat (2/10/2026), melibatkan Pemerintah Kecamatan Liang Anggang, Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Koramil Liang Anggang melalui Babinsa Kelurahan Landasan Ulin Tengah, serta BPBD Kota Banjarbaru.
Penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemantauan dan pendataan sebelumnya. Saat penyisiran pada 28 September, pemerintah memperkirakan lebih dari 30 kepala keluarga (KK) di RT 02 dan sekitarnya mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau yang berkepanjangan.
Selain RT 02 dan sekitarnya, kondisi kekeringan juga ditemukan di RT 05 RW 02 serta RT 11 dan RT 12 RW 03 Kelurahan Landasan Ulin Tengah.
Camat Liang Anggang Lia Astuti mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan setelah pemerintah bersama kelurahan dan BPBD memantau kondisi warga serta menginventarisasi wilayah yang mengalami kekurangan air.
“Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Koramil melalui Babinsa Kelurahan Landasan Ulin Tengah dan BPBD Kota Banjarbaru bersinergi dalam menyalurkan bantuan air bersih secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Lia.
Menurut Lia, langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kemarau.
“Kegiatan ini merupakan bentuk respons dan pelayanan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memastikan warga yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses air bersih selama kondisi kemarau berlangsung,” katanya.
Sebelumnya, saat melakukan penyisiran pada 28 September, Lia mengatakan pemerintah perlu melakukan pendataan secara langsung agar penanganan dapat diberikan sesuai kondisi warga.
“Kami, camat, lurah dan BPBD sedang melakukan inventarisasi dan penyisiran terhadap lokasi warga yang kesulitan air bersih, tepatnya di RT 02 dan sekitarnya. Diperkirakan lebih dari 30 KK yang terdampak kesulitan air bersih akibat kemarau yang berkepanjangan,” kata Lia saat itu.
Hasil pendataan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menindaklanjuti kebutuhan air bersih di sejumlah titik terdampak.
Lurah Landasan Ulin Tengah H. M. Faisal Riza mengatakan, berdasarkan laporan warga dan pemantauan lapangan, sejumlah sumur mulai mengering sehingga masyarakat mengalami keterbatasan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kegiatan pembagian air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan respons pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau,” kata Faisal.
Ia mengatakan Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Tengah bersama Kecamatan Liang Anggang, Koramil, Babinsa dan BPBD Kota Banjarbaru terus melakukan pemantauan dan koordinasi.
“Kami dari Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Tengah bersama Kecamatan Liang Anggang, Koramil, Babinsa dan BPBD Kota Banjarbaru terus melakukan pemantauan serta koordinasi untuk memastikan bantuan air bersih dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Faisal juga mengimbau warga menggunakan air secara bijak dan segera menyampaikan laporan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami juga mengimbau kepada warga untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada RT/RW maupun Kelurahan apabila mengalami kesulitan air bersih. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan dan penanganan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.
Bagi warga, bantuan air bersih tersebut menjadi respons yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari. Akhyar, Ketua RT 07/RW 03 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Babinsa serta BPBD Kota Banjarbaru yang telah turun langsung dan memberikan bantuan air bersih kepada warga RT 07/RW 03,” katanya.
Menurut dia, kemarau yang cukup panjang membuat sebagian sumur warga mengalami kekeringan.
“Kondisi kemarau yang cukup panjang menyebabkan sumur sebagian warga mengalami kekeringan, sehingga ketersediaan air bersih menjadi terbatas. Bantuan air bersih yang diberikan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan warga sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap pemantauan terhadap wilayah terdampak kekeringan terus dilakukan selama musim kemarau dan bantuan dapat kembali diberikan apabila kondisi semakin sulit.
Hal senada disampaikan Misnah, warga RT 11/RW 03 yang mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Liang Anggang, Pemerintah Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Babinsa dan BPBD Kota Banjarbaru yang telah memberikan perhatian dan bantuan air bersih kepada warga RT 11/RW 03,” katanya.
Misnah mengatakan kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat sumur mengering sehingga ketersediaan air bersih menjadi terbatas.
“Kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan sumur warga mengering dan ketersediaan air bersih menjadi terbatas, sehingga bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga,” ujarnya.
Misnah juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Banjarbaru atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Lisa Halaby atas perhatian kepada seluruh warga di Banjarbaru, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap perhatian dan pemantauan seperti ini terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” ujarnya.(be)
85
Tidak ada komentar