Cegah Kekerasan dan Narkoba, Syamsudin Noor Perkuat Perlindungan Anak Berbasis Warga

waktu baca 5 menit
Minggu, 9 Agu 2026 04:18 108 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Di lingkungan terdekat, masyarakat menjadi pihak yang paling awal dapat melihat perubahan perilaku, mengenali tanda-tanda kekerasan, hingga mengambil langkah ketika seorang anak membutuhkan perlindungan.

Kesadaran itulah yang diperkuat melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Syamsudin Noor itu melibatkan ketua RT dan RW, kader PKK, serta perwakilan Karang Taruna. Sejumlah narasumber dari kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan perangkat daerah memberikan materi mengenai perlindungan anak, bentuk kekerasan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga rehabilitasi.

Bagi Kelurahan Syamsudin Noor, penguatan PATBM bukan sekadar menambah pengetahuan warga. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kepedulian sekaligus keberanian masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan melaporkan persoalan yang mengancam keselamatan anak.

Bullying Jadi Perhatian

Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani mengatakan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Menurut dia, lingkungan warga memiliki peran penting dalam mendeteksi persoalan sejak dini.

“Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kekerasan yang mungkin terjadi pada anak-anak, perlu adanya sinergi seluruh unsur masyarakat dalam membentuk perlindungan terpadu berbasis masyarakat,” kata Fitria.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah perundungan atau bullying. Fenomena tersebut dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga remaja.

Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga menjadi ancaman yang perlu dicegah sejak dini.

“Yang paling dikhawatirkan adalah kasus bullying yang mungkin terjadi, baik di tingkat anak-anak usia dini maupun usia remaja, juga kasus penyalahgunaan narkoba pada anak-anak dan usia remaja,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi anak di lingkungan masing-masing. Perubahan perilaku, persoalan dalam pergaulan, maupun indikasi kekerasan tidak semestinya dianggap sebagai urusan pribadi yang dapat dibiarkan.

“Kita ingin memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak, jangan sampai terjadi kekerasan,” kata Fitria.

Tidak Berhenti pada Sosialisasi

Penguatan PATBM di Syamsudin Noor tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Kelurahan juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan agar pengetahuan yang diperoleh warga dapat diterapkan di lapangan.

Fitria menyebut setidaknya ada tiga langkah yang akan dilakukan. Pertama, mendata kasus kekerasan terhadap anak. Kedua, menggelar sosialisasi mengenai kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah. Ketiga, memperkuat sinergi dengan dinas dan instansi terkait.

“Langkah nyata yang akan dilaksanakan setelah kegiatan peningkatan kapasitas adalah mendata jumlah kasus kekerasan pada anak, mengadakan sosialisasi terkait kekerasan pada anak di sekolah-sekolah, serta melakukan sinergi terkait perlindungan anak dengan dinas terkait,” ujar Fitria.

Pendataan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai persoalan yang perlu mendapat perhatian. Sementara sosialisasi di sekolah menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai bentuk kekerasan sekaligus mendorong anak dan lingkungan sekitarnya untuk berani berbicara dan melapor.

Mengenali Kekerasan Sejak Dini

Dalam kegiatan tersebut, Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB), Erni Syafrida Noor, menyampaikan materi mengenai PATBM.

PATBM menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan awal persoalan perlindungan anak.

Warga diharapkan mampu mengenali potensi kekerasan sejak dini, mendorong pola pengasuhan yang lebih baik, serta menjadi penghubung ketika sebuah persoalan membutuhkan penanganan dari lembaga yang berwenang.

Materi berikutnya disampaikan Kanit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Banjarbaru James Sagala mengenai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Peserta diberikan pemahaman bahwa kekerasan tidak hanya berupa tindakan fisik. Kekerasan juga dapat berbentuk psikis atau emosional, seksual, penelantaran, hingga eksploitasi.

Kekerasan psikis, misalnya, dapat muncul melalui penghinaan, ancaman, mempermalukan, atau tindakan lain yang membuat anak takut dan kehilangan rasa percaya diri.

Pemahaman ini penting karena tidak semua kekerasan meninggalkan luka yang terlihat. Dalam sejumlah kasus, perubahan perilaku dan kondisi psikologis anak justru dapat menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan orang-orang terdekat.

Narkoba Juga Diantisipasi

Selain kekerasan terhadap anak, kegiatan tersebut membahas ancaman penyalahgunaan narkoba.

Rusmiati dari BNN menyampaikan materi mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Pencegahan, menurut materi yang disampaikan, dapat dilakukan melalui edukasi, penguatan ketahanan diri, komunikasi dalam keluarga, serta deteksi dini terhadap kelompok yang rentan.

Upaya tersebut penting karena anak dan remaja berada pada fase perkembangan yang membutuhkan pendampingan, terutama dalam membangun lingkungan pergaulan dan mengambil keputusan.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai rehabilitasi penyalahguna narkoba yang disampaikan Slamet dari BNN.

Rehabilitasi diperkenalkan sebagai bagian dari proses pemulihan yang mencakup aspek medis, mental, dan sosial. Pendekatan tersebut diperlukan agar penyalahguna narkoba yang menjalani pemulihan dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dibekali pengetahuan mengenai bahaya narkoba, tetapi juga memahami pentingnya penanganan yang tepat ketika persoalan penyalahgunaan ditemukan.

RT dan RW Punya Peran Penting

Bagi Ketua RT 21 RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor Erwin Solihan, kegiatan tersebut memberikan bekal penting bagi pengurus lingkungan.

Menurut dia, RT dan RW memiliki posisi yang dekat dengan warga. Karena itu, kepedulian terhadap kondisi anak perlu dimulai dari lingkungan tempat tinggal.

“Acaranya sangat bermanfaat sekali untuk kami para ketua RT dan RW. Jadi kita di lingkungan harus memperhatikan anak-anak agar tidak terjadi kekerasan dan tidak segan melaporkan apabila terjadi tindakan kekerasan terhadap anak,” ujar Erwin.

Peran tersebut menjadi penting karena masyarakat sering kali menjadi pihak pertama yang mengetahui perubahan kondisi seorang anak.

Ketika warga menemukan dugaan kekerasan, sikap diam justru dapat membuat persoalan semakin sulit ditangani. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui jalur pelaporan dan tidak ragu menghubungkan persoalan dengan pihak yang memiliki kewenangan.

Perlindungan Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Pada akhirnya, penguatan PATBM di Kelurahan Syamsudin Noor bukan hanya tentang bagaimana warga memahami bentuk kekerasan dan bahaya narkoba.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi upaya membangun sistem perlindungan yang dimulai dari lingkungan terdekat.

Keluarga menjadi tempat pertama anak memperoleh rasa aman. Sekolah menjadi ruang penting untuk pendidikan dan interaksi sosial. Sementara masyarakat memiliki peran dalam mendeteksi persoalan sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Pemerintah dan lembaga terkait kemudian memastikan persoalan yang ditemukan mendapatkan penanganan sesuai kewenangan.

Dengan pola tersebut, perlindungan anak tidak berhenti setelah sebuah kasus terjadi. Upaya yang lebih penting adalah mencegah kekerasan sebelum terjadi, mengenalinya sedini mungkin, serta memastikan anak tidak menghadapi persoalan seorang diri.

Di Syamsudin Noor, upaya itu kini diperkuat dari lingkungan warga sendiri.

Sebab, menjaga hak anak bukan hanya tugas pemerintah. Perlindungan anak dimulai dari keberanian lingkungan terdekat untuk peduli.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA