Wali Kota Erna Lisa Halaby Rekrut 40 Relawan Jaga Sungai Kemuning, Perkuat Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir di Banjarbaru

waktu baca 5 menit
Senin, 29 Jun 2026 00:48 94 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Penanganan banjir di Kota Banjarbaru kini tidak lagi hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur.
Pemerintah Kota Banjarbaru mulai memperkuat pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai sebagai garda terdepan menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.

Langkah tersebut menjadi salah satu kebijakan yang digencarkan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby melalui program normalisasi dan pelestarian sungai yang dipadukan dengan gerakan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat fungsi sungai sebagai pengendali banjir sekaligus menjaga kualitas ekosistem perkotaan.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota meminta Camat Banjarbaru Selatan merekrut warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Kemuning untuk diberdayakan sebagai petugas kebersihan bantaran sungai. Mereka bertugas melakukan pemantauan rutin, membersihkan sampah, serta menjaga kebersihan siring sungai setiap hari.

Bagi Wali Kota Lisa, sungai bukan sekadar saluran air, melainkan aset lingkungan yang menentukan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, menjaga kebersihan sungai harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Menurutnya, sungai yang bersih akan menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mengurangi potensi banjir akibat tersumbatnya aliran air oleh sampah maupun sedimentasi. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi bagian penting dari keberhasilan program penataan sungai yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Selama ini, Wali Kota Lisa juga aktif turun langsung memimpin kegiatan susur sungai dan gotong royong bersama masyarakat membersihkan saluran air. Di sisi lain, pemerintah terus melakukan pembenahan drainase di sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan Jalan Ahmad Yani, agar aliran air menuju sungai berjalan lancar dan mampu mengurangi genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.

40 Warga Jaga Sungai Kemuning Setiap Hari

Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firmansyah mengatakan, instruksi Wali Kota tersebut telah ditindaklanjuti dengan memberdayakan 40 warga yang berdomisili di sepanjang aliran Sungai Kemuning, mulai dari Kelurahan Sungai Besar hingga Kelurahan Loktabat Selatan.

Mereka diberikan insentif untuk membantu menjaga kebersihan sungai sekaligus melakukan pemantauan kondisi bantaran setiap hari.

“Sebanyak 40 orang warga yang tinggal di sepanjang Sungai Kemuning kami berdayakan sebagai petugas kebersihan bantaran sungai. Mereka setiap hari melakukan pemantauan, membersihkan sampah yang ada di sungai maupun di bantaran, sekaligus menjaga kebersihan siring sungai,” ujar Firmansyah, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena masyarakat merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi sungai di lingkungannya.

Selain membersihkan sampah, para petugas juga memantau apabila terjadi penyumbatan aliran, penumpukan gulma maupun sedimentasi yang berpotensi menghambat kapasitas sungai.

Firmansyah menambahkan, dirinya terus mengimbau seluruh lurah di wilayah Banjarbaru Selatan untuk aktif memantau kondisi sungai di wilayah masing-masing. Hal itu penting karena aliran Sungai Kemuning membentang melewati empat kelurahan, yakni Kelurahan Sungai Besar, Kemuning, Guntung Paikat, dan Loktabat Selatan.

“Semua lurah harus terlibat karena Sungai Kemuning melintasi beberapa kelurahan sehingga pengawasan harus dilakukan bersama,” katanya.

Kelurahan Sungai Besar Libatkan 13 Warga

Di Kelurahan Sungai Besar, program tersebut melibatkan 13 warga yang setiap hari bertugas membantu membersihkan bantaran dan memantau kondisi Sungai Kemuning.

Lurah Sungai Besar Anindya Risa Destiana menilai kebijakan tersebut menjadi langkah positif karena selain menjaga lingkungan juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam merawat aset daerah.

“Program ini sangat bagus karena ada upaya dari Pemerintah Kota memberdayakan warga sekitar untuk membantu merawat bantaran sungai,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa lokasi yang membutuhkan dukungan peralatan yang lebih memadai.

Menurutnya, sebagian kawasan bantaran Sungai Kemuning di wilayah Sungai Besar berada di lokasi yang cukup sulit dijangkau karena minim permukiman sehingga pembersihan belum dapat dilakukan secara maksimal hanya dengan tenaga petugas.

“Masih ada beberapa titik yang memerlukan alat-alat pendukung karena keterbatasan jangkauan petugas. Di wilayah Sungai Besar banyak lokasi yang tidak berpenghuni sehingga perlu alat berat maupun mesin untuk membantu merapikan bantaran. Kalau hanya mengandalkan tenaga petugas tentu tidak maksimal,” jelasnya.

Sungai Kemuning Jadi Tulang Punggung Drainase

Upaya menjaga Sungai Kemuning bukan tanpa alasan. Sungai tersebut merupakan salah satu sungai utama yang menopang sistem drainase di Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Berdasarkan data Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Sungai Kemuning (Segmen I) memiliki lebar antara 6 hingga 12 meter dengan kedalaman 2 hingga 4 meter. Sungai ini memiliki panjang alur sekitar 3.529,94 meter, sedangkan jaringan siring atau saluran pendukungnya mencapai 7.059,88 meter.

Secara administratif, Sungai Kemuning melintasi empat kelurahan, yakni Sungai Besar, Kemuning, Guntung Paikat, dan Loktabat Selatan.

Selain berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan, Sungai Kemuning juga menjadi drainase primer yang menghubungkan berbagai saluran sekunder di Banjarbaru Selatan sehingga memiliki peran strategis dalam mengurangi risiko genangan dan banjir.

Keberadaan Sungai Kemuning juga didukung sejumlah badan air lainnya di Kecamatan Banjarbaru Selatan. Di Kelurahan Loktabat Selatan terdapat Sungai Kemuning, Guntung Ambulung, dan Guntung Papuyu. Di Kelurahan Kemuning terdapat Sungai Kemuning serta Guntung Pinang. Sementara di Kelurahan Guntung Paikat terdapat Sungai Kemuning dan Sungai Guntung Paikat.

Adapun di Kelurahan Sungai Besar terdapat Sungai Kemuning yang melintasi sejumlah RT, serta beberapa guntung dan embung, yakni Guntung Kelapa, Gading I (Embung), Guntung Muslimin, dan Guntung Kusumo. Seluruh badan air tersebut menjadi daerah resapan, pengendali limpasan air, sekaligus penyeimbang ekosistem perkotaan.

Secara keseluruhan, Kecamatan Banjarbaru Selatan memiliki jaringan sungai sepanjang 7.146 meter yang terdiri atas empat sungai utama, yakni Sungai Ambulung Sidomulyo sepanjang 4.026 meter berstatus lintas kecamatan, Sungai Guntung Paikat sepanjang 1.754 meter, Sungai Kelapa Gading sepanjang 702 meter, serta Sungai Guntung Lua sepanjang 664 meter.

Normalisasi Sungai Dilakukan Berkelanjutan

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Banjarbaru Muhammad Denny Pramudji mengatakan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kapasitas sungai tetap optimal melalui rehabilitasi tanggul dan siring, normalisasi alur sungai, pengendalian sedimentasi, serta pembersihan sampah dan gulma yang menghambat aliran air.

Menurutnya, seluruh pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi sungai sebagai sistem drainase utama Kota Banjarbaru agar tetap mampu mengalirkan debit air secara optimal ketika curah hujan meningkat.

“Kami akan terus melakukan pemeliharaan sungai secara bertahap melalui normalisasi, rehabilitasi tanggul dan siring, serta pembersihan sampah dan gulma. Namun keberhasilan menjaga sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga kebersihan bantaran menjadi faktor utama agar kapasitas sungai tetap terjaga, risiko banjir dapat ditekan, dan ekosistem sungai tetap lestari untuk mendukung pembangunan Kota Banjarbaru yang berkelanjutan,” ucap Denny. (be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA